
Benar kata orang, jika sudah cinta tak akan pernah peduli dengan keadaan seseorang yang dicintai. Mau wanita itu berasal dari pelacur namanya cinta harus berusaha untuk memperbaiki.
Saat berada di rumah sakit, Rinda kepikiran dengan Barlin yang meminta izin untuk mencari udara segar. Sudah dua jam pria itu tidak masuk ke dalam ruangan kembali membuat Rinda kuatir.
Wanita ini langsung keluar dari ruangan, saat anak-anak sudah tertidur pulas. Untuk mencari kemana perginya pria itu, saat mengelilingi taman rumah sakit Rinda tidak nampak sosok Barlin. Dirinya semakin panik dan kuatir.
Setelah berkeliling sekitar taman rumah sakit wanita ini mengurungkan niat, untuk mencari Barlin kembali. Wanita ini kembali ke kamar di mana anaknya dirawat. Saat membuka pintu Rinda melihat Barlin sudah kembali dan seperti merenung.
"Rinda kamu dari mana ...?" tanya Barlin.
"Seharusnya aku yang bertanya? Kamu dari mana? Aku mencari kamu keluar dari kamar Aldi, saat aku di taman tak ada nampak sosok dirimu. Kata kamu mencari angin, sudah dua jam tidak balik lagi. Membuat aku semakin kuatir," jawab Rinda penuh perasaan.
__ADS_1
"Aku lupa memberitahu dirimu, bahwa aku keluar sebentar. Ada hal yang aku urus di luar secara tiba-tiba," jawab Barlin berbohong menutupi yang terjadi.
Rinda merasa curiga, pria ini pergi menemui seseorang. Rinda terlihat cemberut melihat kekasihnya seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Tidak seperti biasanya, setiap Barlin keluar pasti izin dulu kepada Rinda.
"Tidak seperti biasanya, setiap kali kamu keluar. Selalu izin sama aku. Tetapi hari ini kamu tidak ada izin sama aku." Rinda mempersalahkan sikap Barlin yang tidak wajar hari ini.
"Sayang tadi asisten pribadi aku, mendadak info ke aku, bahwa ada urusan pekerjaan mendadak harus dikerjakan," tutur Barlin memeluk Rinda, saat anak-anak wanita itu sudah tertidur pulas.
Firasat wanita ini sedang tidak baik, akibat anaknya masuk rumah sakit. Mood wanita ini sedikit berubah, terkadang bawaannya curigaan mulu kepada orang lain.
"Jangan curigaan mulu, Sayang. Kita fokus dengan kesehatan Aldi. Aku sudah berkata jujur ada hal yang aku kerjakan." Barlin berusaha menyakinkan Rinda.
__ADS_1
"Baiklah, aku berusaha positif thinking," kata wanita itu.
Sebenarnya pikiran Rinda sedang berkecamuk saat itu. Anak sakit di rumah sakit dan suami entah pergi kemana, anak mereka sakit tidak pernah terlihat suami menemani di rumah sakit.
"Sebenarnya mood aku sedang tidak baik sekarang, pikiran aku sedang berkecamuk hari ini." Rinda duduk di sofa, sambil memandang anaknya yang sakit.
Sebagai ibu ingin rasanya Rinda menangis melihat anaknya sakit, wanita ini selalu berusaha tegar. Walaupun terkadang ingin down dalam menghadapi masalah yang terjadi.
Entah kapan sumbu kehidupan ini akan berlalu, Rinda menginginkan anaknya sakit supaya wanita ini berhenti menjadi seorang pelacur. Rasanya dirinya capek menjadi seorang pelacur, melayani pria hidung belang dan gatal.
"Ada apa, Sayang?" tanya Barlin memperbaiki rambut Rinda sedang acak-acakan, pria itu mengambil sisir lalu memperbaiki rambut wanita itu.
__ADS_1
"Barlin selain kamu baik, ternyata kamu sweet sekali ...." Rinda terharu, melihat kekasihnya sangat perhatian dan sweet kepada dirinya saat berada di rumah sakit.