
Naura mendapat kabar dari orang kepercayaan, telah mendapatkan info dari orang kepercayaan tentang identitas Rinda saat ini.
Naura mendapatkan info, bahwa Rinda sedang berada di rumah sakit. Putra pertama Rinda sedang mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit. Perawatan atas penyakit kanker otak yang diderita anak kandungnya.
Naura segera menemui Rinda. Wanita itu penasaran ingin berbicara kepada Rinda saat bertemu. Wanita ini ingin menyapa wanita yang kini menjadi kekasih pria yang dulu dia cintai.
Wanita ini juga mendapatkan info, bahwa Rinda berada dikamar 33. Wanita ini mencari kamar 33, untuk bertemu dengan Rinda wanita yang dicintai Barlin saat ini.
Sesampainya di kamar rawat inap anak Rinda tersebut, wanita itu mengetuk pintu kamar dimana anak Rinda dirawat. Wanita itu dekdekan untuk bertemu Rinda, mendengarkan kabar bawa wanita itu adalah seorang pelacur.
Tok Tok Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu terdengar, Rinda menyuruh masuk orang yang berada di luar itu. Walaupun wanita itu tidak tahu siapa yang mengetuk pintu. Rinda kebingungan saat melihat ada wanita masuk ke dalam ruangan rawat inap anaknya. Wanita itu sangat dikenali detail wajahnya oleh Rinda.
"Halo Mbak ...," sapa Rinda mulutnya seperti gemetaran.
"Hai Rinda salam kenal? Bolehkah aku berbicara kepada kamu?" ucap Naura ingin berbicara kepada Rinda.
"Boleh, Mbak. Boleh kita bicara di luar saja Mbak?" jawab Rinda. Tidak ingin didengarkan pembicaraan oleh anak-anaknya.
"Boleh, kita keluar saja."
Akhirnya mereka bicara di luar saja, saat anak-anak masih tertidur pulas. Mereka keluar dan bicara dengan empat mata saat bertemu. Mereka duduk di taman terlihat gemetaran dan duduk saling berhadapan satu sama lain.
__ADS_1
"Begini Rinda, saya sudah mendengar kamu ada kedekatan dengan Barlin?" ucap Naura saat bertemu.
Mendengar wanita itu bicara, Rinda salah tingkah menatap wajah Naura. Memang benar saat ini mereka dekat sebagai seorang kekasih. Tetapi hubungan mereka belum go public karena Rinda masih mempunyai suami dan Barlin masih takut wanita yang dicintai tidak diterima keluarga.
"Iya, aku sedang dekat dengan Barlin. Ada apa ya? Mengapa Mbak bertanya hal seperti ini kepada saya?" ucap Rinda menjadi penasaran saat ini.
Kedatangan wanita itu, menjadi titik penasaran wanita itu. Atas dasar apa Naura datang untuk menemui dirinya, selama ini wanita itu tidak pernah muncul kedalam kehidupan mereka.
"Bagaimana setelah kamu menjalin hubungan dengan Barlin? Apakah pria yang kamu kenal itu baik?" ucap Naura.
"Selama bertemu dengannya, aku sangat mengenal pria itu sangat baik." Pengakuan Rinda, bahwa pria yang sudah dikenalnya tersebut sangat baik.
Naura tidak suka dengan pengakuan Rinda yang memberikan pengakuan, bahwa pria itu sangat baik. Tidak disangka ternyata kebaikan Barlin masih mengena di dalam hatinya. Sampai saat ini Barlin masih membantunya, membawa anak ke rumah sakit.
"Selama menjalin kasih denganku, pria itu tidak pernah baik," jawab Naura pura-pura menjelekan Barlin.
"Masa tidak baik, setahu saya Barlin yang saya kenal sangat baik dan super perhatian kepada saya." Pengakuan Rinda kepada Barlin.
Naura merasa tidak senang, dengan pengakuan Rinda. Wanita ini merasa benci dengan Rinda karena saat ini wanita ini mengisi hati Barlin.
"Begini Rinda. Barlin itu masih cinta sama saya, pacaran dengan kamu sebagai pelampiasan saja. Disaat mantannya saya sudah menikah, makanya mantan saya itu mencari yang lain," ucap Naura menghasut Rinda.
Rinda tidak senang mendengar pengakuan wanita itu. Pengakuan wanita itu sangat nyelekit dihatinya, tidak mungkin Barlin melampiaskan rasa kesalnya hanya karena ditinggal menikah.
__ADS_1
"Setahu saya Barlin sudah move on dari Mbak loh, tidak mungkin pria yang saya cintai menjadikan saya sebagai pelampiasan saja saat ini," ucap Rinda sambil tersenyum dibalik senyuman dirinya menyimpan luka yang sangat dalam. Untuk menyelimuti semua kesedihan yang ada didalam hati.
Rinda juga menilai pria yang dikenalnya selama hampir satu tahun. Selalu menemaninya kemana pun pergi, bahkan meminta wanita ini untuk berhenti dari pekerjaannya menjadi wanita malam.
Demi menutupi rasa curiga suaminya kepada dirinya. Rinda menolak untuk berhenti takut suaminya semakin curiga kepadanya saat menjalin hubungan dengan Barlin. Wanita ini lebih menyembunyikan kisah asmaranya dengan pria yang dicintai.
Jika suaminya tahu, bahwa kini dirinya sedang menjalin kasih dengan Barlin. Wanita ini akan diberikan pelajaran oleh suami sendiri karena berkhianat.
"Ingat Rinda, kamu itu sudah punya suami sekarang. Tidak mungkin cinta kamu akan menyatu dengan Barlin! Lihat keluarga Barlin merupakan keturunan konglomerat, saat melihat dirimu. Apakah mereka bisa menerima kehadiran dirimu, tidak mungkin mereka mau menerima engkau," tutur Naura tidak suka dengan hubungan keduanya.
Naura sejak mengetahui hubungan mereka menjadi tidak suka. Wanita ini menyesal menikah dengan suaminya karena salah pilih menjadi penyesalan dalam hidupnya sampai saat ini.
"Mbak, cinta tidak bisa dipaksakan, cinta akan berlabuh kepada siapa? Seperti saya saat telah menikah dengan seorang pria, saya mencintai pria lain. Terkadang wanita mencintai pria lain karena sifat karakter saat pertemuan itu," jawab Rinda.
"Terus kamu berharap keluarga Barlin akan menerima kehadiran kamu? Jangan mimpi kamu Rinda, keluarga Barlin terutama tante dari mantan aku. Akan mengekang hubungan kalian!" pekik Naura tidak suka.
"Tergantung Barlin, Mbak. Saya tidak bisa memaksa diri saya harus berjodoh dengan Barlin. Saya sadar diri kok, tetapi jika suatu saat takdir menjodohkan. Apakah saya bisa menolak takdir." Rinda tidak bisa menjanjikan untuk bersama dengan Barlin. Takdir lah yang akan mempersatukan atau memisahkan hubungan mereka.
"Kamu masih percaya, bahwa kamu akan dipilih menjadi pendamping hidup mantan kekasih aku?" ucap Naura.
Naura menjadi benci, saat Rinda percaya diri suatu saat Barlin akan menjadikannya ratu di hati Barlin. Wanita ini merasa Rinda tidak pantas untuk menjadi kekasih Barlin.
"Apakah saya tidak pantas untuk Barlin Mbak ketika menikah? Manusia tidak ada yang sempurna Mbak." Rinda merasa sedih bawa dirinya mengalami penolakan.
__ADS_1
"Tidak pantaslah? Barlin masih lajang dan hidup bergelimang harta. Sedangkan kamu seorang pelacur, punya anak sakit menyusahkan Barlin saja dan mempunyai anak tiga." Wanita ini menertawakan Rinda yang percaya diri.
Rinda tidak membalas Naura, tetapi wanita ini lebih memilih mengelus dada. Sabar adalah kunci utama, saat berhadapan dengan masa lalu Barlin. Walaupun Rinda tidak sepenuhnya mengetahui, apa maksud kedatangan Naura ke rumah sakit tersebut. Selama mereka mengobrol, Rinda lebih banyak menjelekan Rinda. Bahkan menyindir wanita ini sebagai seorang pelacur dan tidak pantas menjadi jodoh Barlin.