Terpikat Gairah Sang Tunangan

Terpikat Gairah Sang Tunangan
Chapter 13


__ADS_3

Halo teman-teman!


Sebelum kalian membaca karya Author, Author punya rekomendasi cerita menarik untuk kalian baca. Judulnya Perawat Malang Untuk Tuan CEO. Yuk kepoin ceritanya. Dijamin kalian bakalan suka 😊



...****************...


...Happy Reading! ✨️...


Aku menjawab telepon dari Adinda. Dia meminta ku menemuinya di sebuah cafe. Aku lalu pergi menemuinya dan sesampai nya di sana, aku melihat Adinda sedang duduk sendirian. Aku kemudian menghampiri nya.


"Kak, sebelumnya aku mau minta maaf,"


Aku kebingungan mendengar perkataan Adinda. Tak lama kemudian seseorang datang menghampiri kami. Aku beranjak dari kursi begitu melihat kedatangan Daniel. Daniel mengejar ku sampai keluar cafe.


Dia menjelaskan kalau Adinda tidak salah. Daniel lah yang memaksa Adinda untuk mempertemukan ku dengan diri nya. Daniel juga meminta penjelasan pada ku kenapa aku tidak bisa memberikan dia kesempatan lagi.


Aku pergi meninggalkan Daniel tanpa memberikan jawaban. Namun, Daniel tetap mengejar ku dan memohon untuk di berikan penjelasan.


Aku hanya menjawab bahwa aku sudah tidak punya perasaan apa pun lagi pada nya. Daniel tampak tidak puas dengan jawaban ku. Dia lalu bertanya apakah hanya itu jawaban nya. Aku menjawab iya.


"You've a boyfriend, right?" Tanya Daniel yang melihat ku sudah berjalan di depan nya.


Pertanyaan Daniel membuat ku berhenti melangkah. Aku membalikkan badan dan berkata kalau tidak ada hubungan nya dengan pacar. Daniel tidak mempercayai perkataan ku. Dia terus berkata bahwa aku menolak nya karena aku sudah punya pacar.

__ADS_1


Adinda keluar dari cafe, dia membela ku dengan membenarkan perkataan ku. Daniel menuduh Adinda bersekongkol dengan ku untuk menutupi kalau aku sudah pacar.


Aku meminta Daniel untuk berhenti menuduh Adinda. Adinda tidak terlibat dengan masalah ini.


"Terus, kalau bukan karena pacar. Kenapa kamu nggak mau kasih aku kesempatan lagi, Pril? Aku bisa memperbaiki kesalahanku, aku nggak akan—


"She has a fiance," Jawab Adinda memotong perkataan Daniel yang belum selesai.


Daniel terkejut mendengar jawaban dari Adinda. Dia mengira bahwa Adinda sedang bercanda dengan nya. Namun, Daniel melihat raut wajah Adinda yang terlihat tidak sedang bercanda. Daniel lalu melihat ke arah ku dan menanyakan hal yang baru saja dia dengar. Dia berusaha meyakinkan diri nya kalau perkataan Adinda itu tidak benar. Aku hanya melihat Daniel dan tidak mengatakan apa pun pada nya.


Daniel terlihat sedih. Kini dia mengetahui alasan sebenarnya mengapa aku tidak bisa menerima nya kembali. Daniel kemudian bertanya apakah tunangan ku adalah seseorang yang dia kenal. Aku tidak menjawab pertanyaan nya dan pergi meninggalkan Daniel dengan Adinda.


Adinda mengejar ku, tetapi, aku tak menghiraukan nya lalu aku memacu cepat sepeda motor ku meninggalkan nya.


***


Adinda meminta maaf tentang kejadian tadi siang. Dia sudah menolak permintaan Daniel, tetapi, Daniel tetap memaksa nya. Adinda tahu kalau tindakan nya itu akan membuat ku marah pada nya. Dia merasa bersalah karena membantu Daniel untuk bertemu, sedangkan aku sudah bertunangan dengan Arfan.


"Tunangan?"


Aku dan Adinda menoleh ke arah Ayu yang tanpa sengaja mendengar percakapan kami. Aku mencoba untuk menjelaskan ke Ayu, Namun, Ayu marah pada ku karena aku tidak menceritakan hal ini pada nya. Dia lalu menaruh buku ku yang dia pinjam di atas meja kemudian pergi tanpa mau mendengarkan penjelasan ku.


Adinda semakin merasa bersalah, dia tidak henti-henti nya meminta maaf pada ku. Aku meminta nya untuk pulang. Dengan terpaksa, Adinda pulang tanpa menerima permintaan maaf dari ku.


***

__ADS_1


Aku melihat Ayu yang sedang duduk di dalam kelas. Aku menghampiri nya, tetapi, Ayu tidak ingin berbicara dengan ku. Sepanjang pelajaran hari ini, Ayu tidak menghiraukan ku sama sekali. Saat jam pulang sekolah tiba, Ayu menggandeng tangan Melody untuk pergi meninggalkan ku di kelas. Aku mengejar Ayu, tetapi, Arfan memanggil ku. Aku menghampiri Arfan yang berdiri di depan kelas tepat di sebelah kelas ku.


Arfan menanyakan tentang aku dan Adinda yang sedang bertengkar. Arfan lalu memberitahu ku bahwa Adinda tak punya pilihan. Dia terpaksa membantu Daniel. Dia berteman dengan Daniel. Namun, di satu sisi dia juga punya kakak yang bertunangan. Arfan meminta ku untuk berbaikan dengan Adik nya. Dengan raut wajah yang sedikit terpaksa aku mengiyakan permintaan nya.


Aku membuka chat dari Ayu. Dia meminta ku untuk datang menemui nya bersama Arfan. Aku mengirimkan chat ke Arfan meminta nya untuk ikut dengan ku. Aku pergi menuju ke parkiran saat Arfan membaca chat dari ku. Dia lalu mengikuti di belakang ku.


Kita mengendarai kendaraan masing-masing menuju ke tempat Ayu berada. Sesampai nya di sana, Ayu ternyata tidak sendiri, Melody ikut bersama nya. Melody tampak bingung melihat ku bersama dengan Arfan. Dia berbisik ke arah Ayu kenapa mengundang Arfan ke sini. Ayu lalu berkata kenapa Melody Tidak bertanya langsung saja.


Dengan ragu, Melody akhirnya bertanya dengan Arfan yang sedang duduk di hadapan Ayu, mengapa dia bisa ada di sini. Aku mencoba untuk menenangkan Ayu yang masih emosi. Melody mengulang kembali pertanyaan nya kepada Arfan. Namun, belum sempat Arfan menjawab, Ayu sudah mengatakan kalau aku dan Arfan bertunangan.


Melody melihat ke arah Ayu dan memukul pelan bahu nya. Dia meminta Ayu untuk tidak mengatakan hal yang bukan-bukan.


"Kalau perkataan ku nggak benar, terus kenapa mereka diam saja," Ucap Ayu sembari melihat ke arah ku dan Arfan.


Melody lalu melihat ku. Dia menanyakan apakah itu benar. Aku menjawab iya. Kini Melody yang terdiam setelah mendengar jawaban ku.


Aku kemudian menjelaskan kepada Ayu dan Melody kalau sebenarnya orang tua ku dan kedua orang tua Arfan yang menjodohkan kita. Aku tidak bermaksud untuk membohongi Ayu dan Melody. Aku hanya tidak tahu harus bagaimana mengatakan nya. Aku juga meminta maaf ke mereka.


Aku menyenggol lengan Arfan meminta nya untuk mengatakan sesuatu. Arfan bingung harus berkata apa karena semua nya sudah di katakan oleh ku dan Ayu.


Melody sebenarnya tidak masalah dengan siapa aku bertunangan. Asalkan pria itu tulus dan menyayangi ku dengan sepenuh hati. Ayu menghela napas nya. Dia mengatakan kalau aku adalah salah satu sahabat nya. Ada seorang pria yang pernah menyakiti perasaan ku di masa lalu. Ayu lalu meminta Arfan untuk tidak melakukan hal serupa pada ku.


Arfan masih tidak mengatakan apa pun. Ayu kembali mengulangi perkataan nya meminta kepada Arfan untuk tidak melakukan hal serupa seperti pria yang dulu pernah menyakiti ku. Dengan menghela napas panjang, Arfan menjawab iya ke Ayu. 


Ayu mulai menghilangkan perasaan emosi nya. Dia akhir nya tenang setelah Arfan berjanji tidak akan menyakiti ku.

__ADS_1


__ADS_2