
Aku dan teman-teman di kelas mengumpulkan buku tugas ke meja Arfan. Arfan melihat jam tangan nya, dia mempersilakan murid-murid lain bertanya jika ada yang ingin di tanyakan karena masih ada siswa waktu sepuluh menit sebelum jam pelajaran berakhir.
Ada satu murid yang mengangkat tangan nya. Dia bertanya berapa lama Arfan berpacaran sampai akhirnya bertunangan.
Ayu dan Melody melihat ke arah ku. Arfan menjawab kalau dia tidak berpacaran dan langsung bertunangan.
Murid-murid lain lalu bertanya ke Arfan bagaimana awal nya bisa bertemu tunangan nya.
Arfan terlihat sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut yang mana membuat murid-murid lain penasaran.
Bel berbunyi waktu jam pelajaran telah selesai. Murid-murid lain tidak terima karena bel berbunyi sebelum Arfan menjawab pertanyaan. Arfan lalu berpamitan dan pergi ke ruang guru.
Kenapa dia tidak menjawab pertanyaan nya. Bukan kah itu pertanyaan yang mudah. Kita pertama bertemu di kelas tentu saja. Atau jangan-jangan…
__ADS_1
Aku kembali teringat dengan kejadian beberapa bulan lalu. Jangan-jangan dia ingat pernah bertemu dengan ku di Bali.
***
Daniel sedang menunggu teman nya di salah satu toko, dan tanpa sengaja dia melihat Adinda yang sedang bertelepon dengan orang lain. Daniel sengaja tidak menegur nya karena melihat Adinda yang asyik berbincang melalui handphone yang di pegang nya. Namun, Daniel terkejut saat mendengar Adinda menyebutkan April adalah tunangan kakak nya, yakni Arfan.
Daniel lalu menghampiri Adinda dan menanyakan apa maksud dari perkataan nya barusan. Adinda yang terkejut dengan kedatangan Daniel yang begitu mendadak seketika bingung. Dia lalu menutup telepon nya dan bertanya balik ke Daniel apa yang Daniel bicarakan.
Daniel meminta Adinda untuk jujur. Apakah benar bahwa April adalah tunangan nya Arfan. Adinda mengangguk. Daniel terlihat sangat frustasi. Perasaan emosi, kecewa, menjadi satu.
Adinda berkata bahwa April dan kakak nya di jodohkan. Daniel tetap marah ke Adinda karena dia tidak mengatakan apa pun, padahal dia tahu kalau Daniel ingin kembali kepada April. Adinda hanya tidak tahu harus bagaimana. Dia berada di situasi yang menyulitkan. Adinda bahkan bertengkar dengan April karena membantu Daniel. Daniel kemudian berpamitan kepada teman nya setelah itu pergi meninggalkan Adinda dengan perasaan marah.
Daniel tiba di rumah Arfan, dia mengetuk pintu rumah Arfan dengan kasar dan memanggil Arfan untuk keluar. Arfan membuka pintu nya dan Daniel seketika memukul wajah Arfan yang membuat Arfan terjatuh ke lantai. Dia melihat raut wajah Daniel yang penuh emosi.
__ADS_1
Daniel meluapkan semua emosi nya kepada Arfan. Dia bahkan berkata kasar. Daniel merasa Arfan telah mengkhianati nya selama ini.
"Kenapa Bapak melakukan ini semua? Bapak tahu kan, aku sayang banget sama April. Kenapa Pak? Kenapa bapak malah tunangan sama dia!" Teriak Daniel sambil mencengkram baju Arfan dengan kedua tangan nya.
Arfan melepaskan kedua tangan Daniel dari baju nya. "Kalau memang sayang, kamu nggak akan menyakiti dia," Jawab Arfan dengan nada santai.
Daniel pergi meninggalkan rumah Arfan setelah mendengar jawaban dari nya.
***
Aku menemui Daniel yang datang ke rumah. Dia memberitahukan kalau dia sudah mengetahui siapa tunangan ku. Dia lalu bertanya apakah aku punya perasaan kepada Arfan, atau hanya sekedar ikatan pertunangan. Aku menjawab kepada Daniel bahwa itu bukan urusan nya. Daniel memohon pada ku untuk menjawab pertanyaan nya setelah itu dia berjanji tidak akan lagi mengganggu ku. Aku tetap tidak memberikan jawaban ke Daniel dan meminta nya untuk pergi.
Karena aku tidak memberikan jawaban ke Daniel membuat dia berpikir kalau aku memang punya perasaan ke Arfan. Dengan nada pasrah, dia mengucapkan selamat pada ku, dan mendoakan semoga aku bahagia dengan Arfan. Daniel juga meminta maaf sudah kembali lagi ke kehidupan ku. Sambil mengusap air mata nya, Daniel kemudian pergi.
__ADS_1
Aku melihat Daniel yang sedang berjalan menjauh untuk terakhir kali nya. Begitu juga dengan perasaan ku pada nya.