The Clean Killer

The Clean Killer
Masalalu dan Awal Kejahatan


__ADS_3

John adalah seorang anak yang memiliki masa kecil yang sangat indah. Ia tumbuh dengan keluarga yang sangat mencinta john dan dikelilingi oleh teman-teman yang baik hati. John memiliki bakat untuk bermain musik dan memainkan berbagai alat musik dengan sangat lincah. Ia juga sangat cerdas dan selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal, baik dalam kelas maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler.


Tapi, seiring berjalannya waktu, John mulai berubah. Ia mulai menjadi pendiam dan tidak tertarik dengan apa pun kecuali musik. Ia juga mulai memperlihatkan sifat yang sangat egois dan memiliki naluri pembalas dendam yang sangat kuat.


Teman-teman John tidak menyadari perubahan ini, mereka masih melihat John sebagai teman yang baik dan tidak pernah mencurigai bahwa ia akan menjadi seorang psikopat. Namun, John semakin jauh dari realitas dan semakin terjebak dalam dunianya sendiri, yang dipenuhi dengan musik dan kebencian.


Perjalanan John sebagai Psikopat


John mulai membunuh orang pada usia 20 tahun. Ia memilih korban dengan cermat dan selalu berdialog dengan mereka sebelum membunuh mereka. John, seorang pembunuh berantai yang membunuh sebanyak 15 korban dalam rentang waktu 4 tahun, dari usia 20 hingga 24.John membunuh dengan Kejam dan sadis, John memakai berbagai metode pembunuhan yang berbeda dan membingungkan polisi, sehingga tak pernah menemukan tersangka utamanya.


Kejahatan John yang Terus Berlanjut


Kasus pembunuhan yang sangat rumit dan menggemparkan telah terjadi di kota kecil bernama Willow Creek.Setiap kali pembunuhan terjadi, pelaku memiliki metode pembunuhan yang berbeda dan mengejutkan. Ia menjalankan aksinya dengan sangat cermat dan sangat terencana, sehingga kepolisian tidak pernah bisa mengungkapkan jalan ceritanya. John selalu berhasil melarikan diri dari setiap investigasi yang dilakukan oleh kepolisian.


Pembunuhan pertama terjadi pada seorang wanita bernama Emma, yang ditemukan tewas di rumahnya. Ia ditemukan dengan pisau dalam dadanya dan sebuah tanda "X" dicat pada dinding rumahnya. Kepolisian terkejut melihat bagaiamana pelaku melakukan pembunuhan tersebut.


Kronologis Pembunuhan Emma:




Emma ditemukan tewas di rumahnya pada pukul 9 pagi oleh tetangganya.




Polisi datang ke tempat kejadian dan melakukan penyelidikan.




Mereka menemukan pisau dalam dadanya dan sebuah tanda "X" dicat pada dinding rumah.




Polisi mengambil beberapa barang bukti dan meminta keterangan dari tetangga-tetangga.




Salah satu tetangga mengatakan bahwa mereka melihat pacar Emma, Mark, memasuki rumah Emma pada malam sebelum kejadian.

__ADS_1




Mark dijadikan tersangka dan ditahan oleh polisi.




Dalam pemeriksaan, Mark membantah tuduhan dan mengatakan bahwa dia sedang tidak bersama Emma pada malam kejadian.




Namun, bukti-bukti yang ada seperti catatan jurnal Emma dan bukti DNA memperkuat tuduhan bahwa Mark adalah pelakunya.




Mark dijebloskan ke penjara dan dihukum sedangkan pelaku utamanya bukanlah Mark.






***


Setelah beberapa bulan berlalu


Pembunuhan kedua terjadi pada seorang pria bernama Michael, yang ditemukan tewas di kantor kerjanya. Ia ditemukan dengan beberapa luka bakar dan sebuah tanda "O" dicat pada meja kerjanya. Kepolisian terkejut melihat tanda “o” di meja michael karena polisi curiga apakah ini pembunuhan yang sama dengan emma atau peniru yang melakukannya.Dan kasus ini pun tidak terpecahkan,karena kekurangan bukti dan tidak mempunyai petunjuk selain tanda “O” di meja Michael.


Korban Ketiga - Maria Rodriguez


Maria Rodriguez, seorang ibu rumah tangga berusia 36 tahun, ditemukan tewas di rumahnya. Tubuh Maria ditemukan terbaring dengan luka tusukan di dada dan mata.


Korban Keempat - David Brown


David Brown, seorang pegawai bank berusia 44 tahun, ditemukan tewas di kantornya. Tubuh David ditemukan terbakar dan terjatuh dari lantai 25 bangunan tersebut.


Korban Kelima - Emily Green

__ADS_1


Emily Green, seorang guru berusia 33 tahun, ditemukan tewas di sekolahnya. Tubuh Emily ditemukan terbunuh dengan luka pukulan di kepala dan mata.


Korban Keenam - Robert Smith


Robert Smith, seorang pebisnis berusia 49 tahun, ditemukan tewas di kantornya. Tubuh Robert ditemukan tergantung.


Korban Ketujuh - Jennifer Wilson


Jennifer Wilson, seorang mahasiswa berusia 21 tahun, ditemukan tewas di rumahnya. Tubuh Jennifer ditemukan terbungkus plastik hitam.


Korban Kedelapan - Thomas Lee


Thomas Lee, seorang polisi berusia 40 tahun, ditemukan tewas di sebuah gudang. Tubuh Thomas ditemukan terbunuh dengan luka tembakan di dada dan mata.


Korban Kesembilan - Elizabeth Davis


Elizabeth Davis, seorang dokter berusia 39 tahun, ditemukan tewas di rumah sakit tempat ia bekerja. Tubuh Elizabeth ditemukan terbunuh dengan luka tusukan di dada dan mata.


Korban Kesepuluh - Andrew Parker


Andrew Parker, seorang penulis berusia 35 tahun, ditemukan tewas di rumahnya. Tubuh Andrew ditemukan terbunuh dengan luka pukulan di kepala dan mata.


Korban Kesebelas - Lucy Chen


Lucy Chen, seorang pemilik toko bunga berusia 46 tahun, ditemukan tewas di tokonya. Tubuh Lucy ditemukan terbungkus plastik hitam.


Korban Keduabelas - Michael Taylor


Michael Taylor, seorang pengusaha berusia 52 tahun, ditemukan tewas di kantornya. Tubuh Michael ditemukan terbunuh dengan luka pukulan di kepala dan mata.


Korban Ketigabelas - Amanda Young


Amanda Young, seorang artis berusia 27 tahun, ditemukan tewas di rumahnya. Tubuh Amanda ditemukan terbungkus plastik hitam.


Korban Keempatbelas - James Brown


James Brown, seorang dokter forensik berusia 43 tahun, ditemukan tewas di laboratoriumnya. Tubuh James ditemukan terbunuh dengan luka tusukan di dada dan mata .


Korban Kelimabelas - Karen Wilson


Karen Wilson, seorang guru berusia 34 tahun, ditemukan tewas di sekolahnya. Tubuh Karen ditemukan terbunuh dengan luka pukulan di kepala dan mata.


Setelah 15 korban terbunuh, polisi masih belum menemukan tersangka utama.sang pembunuh berantai, tetap menjadi misteri dan terus dicari oleh kepolisian. Namun, hingga kini, kasus ini belum pernah terpecahkan dan tersangka utamanya masih saja menghilang tanpa jejak.


Tetapi, ada satu hal yang membuat John berbeda dari pembunuh lainnya. John memiliki kemampuan untuk memahami dan menganalisa psikologi orang lain, membuatnya sangat sulit bagi kepolisian untuk memprediksi tindakannya. John selalu memiliki taktik yang berbeda-beda dan tidak pernah membuat kesalahan.John terus beraksi dan melakukan pembunuhan demi pembunuhan. Setiap kali ia membunuh, polisi selalu salah mengarahkan investigasi ke tersangka yang salah. John sangat cerdas dan selalu membuat alibi dan memasang bukti yang membuat orang lain terlihat sebagai pelakunya.


Setelah melakukan pembunuhan berantai tersebut John doe Memutuskan untuk mendaftar kebadan intelijen negara,supaya dia bisa Menghindari dari target polisi karena sampai sekarang investigasi dalam kasus pembunuhan berantai tersebut masih berlanjut

__ADS_1


Dan john doe merasa kalau dia di terima di badan intelijen negara dia bisa dengan mudan membunuh targetnya tanpa takut di curigai oleh siapa pun.


__ADS_2