
setelah bekerja di badan intelijen selama satu tahun, John mulai merasakan bosan karena,setelah bekerjan di intelijen john belum pernah membunuh korban yang di targetkannya.
John sudah tidak tahan lagi dengan hasrat untuk membunuh para korbannya dengan sadis.
Setelah beberapa hari bekerja,john selalu memperhatikan siapa yang akan menjadi target selajutnya yang akan ia bunuh.
Pada waktu istirahat jam kerja,john berencana untuk mencari makan siang,sambil mencari siapa target selanjutnya.
John berjalan dengan santai di trotoar jalan di perkotaan besar dengan wajah yang ramah dan baik.
Waktu di pertigaan jalan,john tidak sengaja menabrak seorang wanita yang juga tergesa gesa untuk mencari makan siang.
“Bruuuuuk”
John:maaf mbak,saya tidak sengaja.(dengan wajah yang merasa bersalah).
Sonia:(dengan wajah yang sedikit kaget)ngk apa-apa mas,(dengan sedikit tersenyum).
Lalu sonia mengambil barang-barang yang terjatuh dari dalam tasnya.
John:Sekali lagi saya minta maaf mbak,karena tidak memperhatikan jalan.(sambil membantu sonia untuk mengambil barang yang terjatuh).
Sonia:saya salah juga kok mas,(dengan wajah yang panik),karena saya terburu buru mau mencari makan ,sehingga saya juga tidak melihat mas,karena sebentar lagi jam istirahat saya mau habis,makanya saya tergesa-gesa.
John:saya juga mau mencari makan juga mbak,bagaimana kalau kita sama-sama aja mencari makan,dan sebagai permintaan maaf saya karena sudan menabrak mbak.
Sonia:jangan pangil saya mbak dong mas,panggil saja sonia(sambil tersenyum)
John:kalau begitu panggil saya john aja,kak sonia.
Sonia:jangan panggil kak,panggil sonia aja john kayaknya,kita seumuran.
John :oke sonia,(sambil tersenyum),
John:bagaimana,jadi kita mencari makan bersama,sebagai ucapan maaf saya.
Sonia:(Dengan nada bercanda)tapi kamu yang traktirnya ya john(sambil tersenyum)
John:Tenang saja,kali ini saya yang akan membayar makannya.kalau begitu saya akan menunjukan tempat makan siang yang enak.
Sonia:(Dengan wajah tersenyum)Okeee.
Setelah beberepa gang di lewati,akhirnya john dan sonia sampai di restoran cina,tempat dimana john sering makan siang.
“Krriiiinggg,kkkrriiiiinggggg,kriiinngg”
Bunyi pintu,yang memiliki lonceng,di restoran cina tersebut.
John dan sonia pun masuk ke restoran.
Kasir: (dengan wajah santai )john sudah lama kamu tidak kesini.
John:ia saya sangat sibuk di kantor akhir-akhir ini,karena pekerjaan saya banyak yang menumpuk,(sambil tersenyum tipis).
Sonia:kamu sering kesini ya john,sampai kasir pun kenal sama kamu.
__ADS_1
John:(Sambil tersenyum)ia kalau ngk sibuk,biasanya saya kesini.
John dan sonia pun duduk.
Pelayan:Menu seperti biasa john.
John:ia seperti biasa(bicara dengan ramah)
Sonia:seperti biasa,menu apa itu john(sedikit penasaran).
John:coba aja nanti,kamu pasti suka apa yang saya pesan(dengan raut muka yang merasa bangga).
Akhirnya,menu yang di pesan john pun datang.
John:kamu coba aja sonia,kamu pasti suka.
Sonia:sruup,sruup(dengan mulut kepanasan).
John:tiup dulu,soalnya mienya masih panas(sambil tersenyum).
Dengan wajah yang malu-malu sonia pun meniup mie tersebut.
Sonia:john,enak sekali mienya,(dengan wajah terkesan).
John:kan sudah saya bilang,disini makanannya enak sekali(dengan bangga).
Setelah beberapa menit ,john dan sonia pun selesai makan,john dan sonia meninggalkan restoran tersebut,dan pergi untuk kembali kekantor mereka masing masing.
Tetapi sebelum mereka pergi john merasa sonia adalah target yang tepat untuk di bunuh.
Sonia:okee john.
Sonia berpikir john adalaha orang yang baik yang bisa di jadikan teman.
Sonia:kalau begitu john,berapa nomor hp mu ,supaya kita bisa lagi makan siang bareng.
dengan wajah yang senang john memberikan nomor hpnya.
Setelah beberapa kali bertemu dan makan bersama john pun merasakan bahwa john bisa melakukan pembunuhan kepada sonia.
...****************...
Pada suatu malam,setelah selesai bekerja John berencana untuk melakukan pembunuhan terhadap sonia.John berjalan dengan sigap dan berhati-hati saat ia mendekati rumah sonia.
John : (berbisik) "Ini saatnya untuk membunuh. Saya akan membunuhmu dan membuatmu merasakan betapa sakitnya kematian."
John membuka jendela rumah Sonia dengan menggunakan pisau yang sering di bawa oleh john.
(Karena john bekerja di badan intelijen john dapat membuka jendela tersebut dengan mudah dan tanpa di ketahui oleh Sonia).
John:(berbicara dalam hati)Berguna juga keahlian yang saya pelajari di badan intelijen sehingga saya dapat masuk kerumah para korban saya tanpa di ketahui oleh orang lain.
John:(Dengan wajah tersenyum)
John berjalan masuk kerumah sonia dengan tenang. John menyusuri ruang tamu sambil mendengar musik kesukaannya,setiap john mau membunuh targetnya john selalu mendegarkan musik menggunakan headseat.
__ADS_1
(John masuk kekamar sonia)
Truuuuk.truuiiuuk
(Bunyi pintu kamar sonia)
john melihat sonia yang sedang tidur dan memutuskan untuk menunggu hingga sonia bangun.
John : (berbisik) "Tunggulah, saya akan membunuhmu saat kau terbangun."
Tak lama kemudian, Sonia bangun dan melihat John yang berdiri di depannya. Sonia pun terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa.
Sonia: "Jo…john,(Memasang wajah takut),Apa yang kamu lakukan?"
John : "Aku ingin membunuhmu."(Wajah tersenyum)
Sonia : "Tolong, jangan bunuh aku john. Aku tidak tahu apa yang telah kulakukan kepadamu."
John : "Itu tidak penting. Aku hanya ingin membunuhmu."
Sonia : "Tolong, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Apa yang telah kulakukan yang membuatmu ingin membunuhku?"
John : "Itu bukan tentang apa yang kau lakukan. Ini lebih tentang apa yang aku ingin lakukan. Aku ingin membunuh seseorang dan kau adalah korban yang tepat."
Sonia : "Tolong, jangan lakukan ini. Saya memiliki keluarga yang mencintai saya. Tolong, pikirkan tentang mereka."
John : "Mereka tidak akan merasakan apa-apa. Mereka tidak akan tahu apa yang terjadi pada mu."
Sonia : "Tolong, jangan membuat mereka merasa sakit. Saya akan berjanji untuk tidak membuat kesalahan lagi."
John : "Itu terlalu terlambat. Aku sudah memutuskan untuk membunuhmu."
Sonia : "Tolong, berikan aku kesempatan untuk berlari. Saya akan berlari dan tidak pernah kembali lagi. Tolong, jangan bunuh saya."
John : "Tidak ada kesempatan untuk kabur. Ini adalah akhir dari hidupmu."
Sonia mulai berteriak dan memohon untuk hidupnya, namun John tetap tidak terpengaruh. John memegang pisau mengunakan sarung tangan hitam dan bergerak mendekat.Lalu john menyumpal mulut Sonia Menggunakan kain supaya sonia tidak berteriak atau minta pertolongan,Dengan hati-hati, John menyuntikan racun yang sangat mematikan ke leher sonia.
Ternyata racun mematikan tersebut didapat john dari laboratorium yang ada di badan intelijen.
John membawa tubuh Sonia dengan mobil milik sonia dan membawanya ke jurang yang terletak di tepi kota.
Lalu john membersihkan mobil tersebut,agar tidak ada bukti sidik jari john di dalam mobil tersebut.
John menjatuhkan mobil tersebut ke dalam jurang dan membiarkan mobil tersebut terbakar.
Setelah beberapa hari kepolisian mendapatkan pengaduan dari masyarakat sekitar adanya kecelakan mobil,Kepolisian pun datang ke tempat kejadian dan menemukan mobil yang hangus terbakar yang hanya tinggal bangkai mobil dan korban hangus terbakar. Kepolisian menyimpulkan bahwa korban meninggal murni karena kecelakaan.
Tidak lama setelah kepolisian menemukan Sonia,John Mendengar berita di salah satu stasion televisi dimana berita tersebut menyimpulkan terjadinya kecelakan yang mengakibatkan korban meninggal dalam keadaan terbakar bersama dengan mobilnya.
John pun merasa sangat puas dengan apa yang telah ia lakukan karena tidak ada seorang pun yang tau bagaimana Sonia meninggal.
John:(Merasa sangat senang)
John pun berencana untuk membunuh lagi.
__ADS_1