
Angin malam menggiring kabut tebal yang melintasi hutan yang sunyi. Diablo, Sang Raja Iblis, melarikan diri dengan nafas tersengal-sengal. Tubuhnya terluka parah akibat pertempuran sengit dengan Ravana, teman lamanya yang berbalik menjadi musuh. Darah hitam mengalir dari luka-luka di tubuhnya yang gelap.
"Aku tidak boleh berhenti... Harus melarikan diri dari mereka..." kata diablo dengan tersengal sengal
Diablo berusaha melupakan rasa sakit dan mengejar napasnya yang memburu. Kekuatan gelapnya mulai memudar dengan cepat. Di balik dedaunan yang rimbun, dia bisa merasakan kehadiran Lilith, kekasihnya yang telah memanipulasi temannya untuk menghianatinya.
Dengan nada kecewa, Diablo bergumam, "Lilith... Bagaimana bisa kau mengkhianatiku?"
Mereka dulu adalah sekutu yang tak terpisahkan, tetapi ketika Diablo terluka dalam pertempuran melawan Lilith. Lilith menghianatinya karena menginginkan kekuatan dan kekuasaan yang lebih besar. Dia merencanakan pengkhianatan dan memanipulasi teman teman Diablo untuk melawan Diablo.
Saat Diablo melarikan diri melalui hutan, dia merasakan langkah-langkah Ravana yang mendekat. Dia tahu bahwa dia harus bersembunyi dan menemukan cara untuk melawan mereka.
Di dalam hati diablo berkata, "Aku tidak boleh tertangkap oleh mereka... Aku harus lari..."
__ADS_1
Tiba-tiba, Ravana muncul di hadapannya. Mata Ravana memancarkan api yang menyala-nyala saat dia melihat Diablo yang melarikan diri.
Sambil menghunuskan pedang api miliknya, Ravana berteriak hingga mengguncang langit "Diablo, kau tidak bisa melarikan diri dariku! Aku akan menghentikan pengkhianatanmu!"
Diablo memandangnya dengan tegangan, merasakan kekuatan dahsyat yang dimiliki oleh sahabat paling yang paling ia percaya terkena tipu daya Lilith.
Diablo bertanya dengan sura yang bergetar, "Ravana... Kenapa kau melakukannya? Kita dulu adalah sahabat!"
"Tcih!, Sahabat?" Ravana meludah ke arah Diablo dengan ekspresi penuh amarah. Kemudian Ravana berkata dengan wajah sinis, "Lilith telah memberitahuku semuanya, Diablo. Selama ini kita hanya alat dalam rencanamu untuk menguasai dunia dan akan membuang kami jika tujuanmu sudah tercapai."
Diablo dengan cepat menghindari serangan Ravana, meloncat mundur untuk menghindari tebasan pedangnya. Dan Diablo berkata kepada Ravana dengan nada tegang, "Ravana, aku tidak ingin melawanmu. Kita bisa menyelesaikan ini dengan cara lain."
Mendengar perkataan Diablo, Ravana pun menjawab dengan tawa yang menggelegar "Hahahaha... kamu mau membohongiku lagi Diablo?. Aku tidak akan percaya lagi dengan perkataan dustamu itu lagi, dan kini aku akan membunuhmu, Diablo!"
__ADS_1
Keduanya terlibat dalam pertempuran sengit di tengah hutan yang gelap. Setiap serangan dan tubrukan pedang menciptakan dentingan yang menggema di antara pepohonan. Cahaya bulan yang samar-samar menerangi panggung pertarungan mereka.
Diablo terus melawan dengan tekad yang tak tergoyahkan, sementara kekuatannya semakin memudar. Luka-lukanya semakin dalam, tetapi dia tidak akan menyerah.
Diablo berkata dengan nafas terengah-engah, "Kekuatan gelapmu tidak akan bertahan selamanya, Ravana!. Pada akhirnya kau pasti akan kalah.". Kemudian Ravana menjawab sambil tertawa dengan nada arogan, "Hahahaha... Jangan membuatku tertawa, Diablo. Kekuatan dari awal sudah melemah, Kaulah yang akan mati!."
Mereka terus bertarung dengan keras, serangan setiap pihak semakin cepat dan mematikan. Setiap gerakan pedang mereka membangkitkan dentingan cahaya menyilaukan di kegelapan. Di tengah keadaan yang kacau, Diablo melihat celah dan dengan cepat memutar tubuhnya, menghindari serangan Ravana yang mematikan. Dengan segera, dia mengambil kesempatan itu dan melarikan diri ke dalam kegelapan hutan.
Ravana yang melihat Diablo berhasil lari darinya menjadi sangat kesal dan mengutuk diablo, dia berteriak ke arah Diablo,"Sialan kau Diablo! Kau tidak akan lolos dariku! Aku akan mengejarmu sampai ujung dunia!"
Namun, Diablo telah berhasil melepaskan diri dari cengkeraman Ravana. Dia terus berlari melalui hutan yang lebat, tubuhnya terluka dan melemah. Kekuatan \ yang dia dapatkan dari pecahan jiwa Primordial Demon God semakin melemah, dan dia tidak mempunyai cukup waktu untuk mengembalikan kekuatannya.
"Aku... aku tidak boleh menyerah... Aku harus... terus bertahan..." Diablo bergumampada dirinya sendiri sambil lari untuk bertahan hidup. Meskipun melemah, Diablo menanamkan tekadnya yang terakhir untuk bertahan hidup. Dia menghilang di dalam hutan yang gelap, meninggalkan Ravana yang marah dan bersumpah untuk mengejar sampai akhir dunia.
__ADS_1
To be continued...