THE DEVIL REVENGER

THE DEVIL REVENGER
Chapter 4: Api Balas Dendam yang Membara


__ADS_3

Tubuh Diablo berubah menjadi abu dan terhempas angin, sedangkan jiwanya tersedot ketiadaan karena tebasan pedang Azrael. Sisa pecahan jiwa Diablo perlahan-lahan melebur dengan kecepatan sekejap mata. Dalam kegelapan yang tak terbatas, Diablo merasakan rasa sakit yang tiada tara, tetapi dia tidak putus asa. Dia dengan cepat memusatkan energinya untuk mengembalikan dirinya yang hampir hilang dengan kekuatan AbsoluteRegeneration dan DemonGodSoul yang dia miliki.


Diablo berkata dengan suara bergetar dan mata yang terbakar oleh api balas dendam, "Lilith, engkau tidak akan lolos dari pembalasan ini! Aku akan menemukanmu di dalam ketiadaan dan menghancurkanmu!"


Sisa-sisa jiwa Diablo terus menyatu dengan energi ketiadaan, menguat dan menjadi semakin kuat. Dia merasakan kekuatan yang belum pernah dirasakannya sebelumnya, seolah menjadi satu dengan ketiadaan itu sendiri. Dalam gelap yang melingkupinya, Diablo mengumpulkan energi tersebut untuk memperkuat tekadnya.


Dengan tatapan tajam dan ekspresi yang penuh kebencian Diablo berkata, "AkuĀ  akan terus bertambah kuat, dan kekuatan ini akan menjadi alat balas dendamku. Tidak ada yang bisa menghentikanku!"


Waktu terus berlalu di dalam ketiadaan. Puluhan Tahun telah berlalu...


Kekuatannya terus bertambah kuat, jiwanya mulai berubah melebur dengan seluruh kekuatan Primordial Demon God yang dia miliki. Akan tetapi tubuhnya perlahan-lahan melebur karena tabrakan dari kekuatan Primordial Demon God dan kekuatan dari ketiadaan

__ADS_1


Ratusan Tahun telah berlalu.....


Seluruh tubuhnya melebur di ketiadaan hingga tak dapat berregenerasi lagi sedikitpun namun kekuatan jiwanya terus bertambah kuat setiap saatnya karena terus menyerap kekuatan ketiadaan dan meleburkan kekuatan Primordial Demon God pada dirinya.


Ribuan Tahun telah berlalu.......


Jiwa Diablo sepenuhnya menjadi satu dengan kekuatan Demon God dan berubah menjadi Primordial Demon God itu sendiri. kekuatanya menjadi tak terbatas dan menyatu dengan ketiadaan.


Diablo sudah lupa berapa lama dia telah terperangkap di sana. Namun, jiwa Diablo tidak pernah menyerah untuk membalas dendam pada Lilith. Ia terus menyerap energi tak terbatas di ketiadaan, menjadikannya sebagai sumber kekuatan yang tanpa batas.


Dengan kegigihan dan tekad yang tak tergoyahkan berkata, "Aku akan menjadi lebih kuat, lebih kuat dari sebelumnya. Dan terus semakin kuat! Lilith, persiapkan lah akhir dari dirimu!"

__ADS_1


Suatu ketika di keheningan ketiadaan tanpa awal dan akhir tiba-tiba muncul sebuah retakan di dalam kegelapan ketiadaan. Diablo merasa guncangan dalam hati, melihat celah yang memancarkan cahaya itu. Dia mengarahkan langkahnya ke arah retakan tersebut, mengikuti cahaya yang memancar menyilaukan mata.


Dengan hati yang berdebar-debar dan kegembiraan yang tidak terbendung dia pergi ke arah retakan tersebut, "Inilah kesempatanku untuk keluar dari ketiadaan ini dan memulai balas dendamku! Aku akan menemukanmu dimanapun kau berada, Lilith!"


Diablo melangkah melalui retakan cahaya, meninggalkan kegelapan ketiadaan di belakangnya. Saat dia membuka matanya setelah melewati retakan cahaya tiba di lautan bintang yang yang membentang di segala arah, dunia-dunia yang tak terhitung jumlahnya terbentang di depannya. Diablo memandang dengan terpesona akan kebenaran yang baru ditemukannya.


Diablo, dengan tatapan penuh tekad dan keputusan berkata, "Aku telah kembali!, Kali ini adalah akhir riwayatmu. Aku akan memangsamu bahkan jika harus menentang takdir, Lilith!"


Jiwa Diablo melesat melintasi lautan bintang, menuju dunia tempat Lilith berada, dengan tekad yang kuat dan dendam yang tak terpadamkan. Dia siap memulai pertempuran yang akan mengguncangkan seluruh dunia.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2