THE DEVIL REVENGER

THE DEVIL REVENGER
Chapter 2: Lilith, Sang Penghianat


__ADS_3

Diablo merayap melalui hutan yang lebat, langkahnya terhenti sesekali karena luka-lukanya yang parah. Setiap napasnya terasa berat, dan kekuatannya semakin memudar. Namun, tekadnya yang kuat dan keinginan untuk membalas dendam terhadap Lilith dan pengkhianatannya terus membara di dalam dirinya. Kemudian tiba tiba kekuatan Primordial Demon God di dalam dirinya terbangkit sepenuhnya dan Diablo mendapatkan kekuatan baru. PrimordialGodBody, PrimordialGodSoul dan AbsoluteRegeneration.


Tubuh Diablo pun pulih sepenuhnya karena kekuatan regenerasi yang ia dapatkan. Mengetahui hal itu Diablo pun memutuskan menemui Lilith dan membalas dendam atas penghianatannya. Sambil mengepalkan tangannya ke arah dada dengan ekspresi penuh amarah Diablo berkata, "Aku bersumpah akan membunuhmu apapun yang terjadi, LILITHH!!!"


Diablo pun terus berjalan melewato hutan berhari hari lamanya. Saat dia mencapai tepi hutan, ia melihat sebuah desa terletak di kejauhan. Diablo tahu dia harus mencari petunjuk akan keberadaan Lilith sebelum melanjutkan perjalanannya balas dendamnya.


Diablo memasuki desa dengan hati-hati, menyelinap di antara para penduduk yang sibuk dengan rutinitas mereka. Dia merasa tatapan mereka yang penuh kecurigaan, tetapi mereka tidak menyadari keberadaannya yang sebenarnya. Setelah mencari beberapa saat, dia menemukan sebuah pondok terpencil yang cocok untuk beristirahat.


Setelah memastikan bahwa tidak ada yang mengamatinya, Diablo masuk ke dalam pondok dan mengunci pintunya. Dia merasa tenang sejenak, menenangkan dirinya sendiri. Ia merenung tentang teman-temannya yang telah berkhianat padanya. Lilith, kekasihnya yang dicintainya, telah mengkhianatinya dan temannya untuh melawan Diablo. Mereka berusaha menghancurkan Diablo dan merebut kekuatan DemonGod Authority yang di milikinya.


Mengingat apa yang telah Lilith lakukan padanya, Diablo menjadi penuh amarah. Diablo berkata di lama dirinya sambil meluapkan emosinya "Kau akan membayar atas penghianatanmu, Lilith!. Tidak ada yang bisa menghentikanku!"


Setelah beberapa hari berlalu, Diablo merasa cukup kuat untuk melanjutkan perjalanannya. Dia meninggalkan pondok dan memasuki desa, mencari informasi tentang keberadaan Lilith. Dia mendekati seorang penduduk setempat yang sedang duduk di depan toko. Diablo pun bertanya ke orang itu dengan menyamarkan suaranya dengan sedikit serak, "Maafkan mengganggu. Aku mencari informasi tentang sekelompok orang. Mereka dipimpin oleh Lilith, seorang wanita berambut hitam bermata merah dengan tatapan yang angkuh dan sinis."


Orang itu kaget setelah mendengar pertanyaan Diablo dan mulai memandang Diablo dengan tatapan curiga. "Apa urusanmu dengan mereka? Apakah kau sekutu mereka?". Dengan sepontan Diablo menjawab dengan nada penuh amarah, "Mereka adalah musuhku!."


Setelah mendengar jawaban Diablo yang meyakinkan, orang itu pun menceritakan tentang Lilith dan kelompoknya dengan ekspresi sedih dan penuh amarah, "Mereka telah menyerang setiap desa, kota dan negara yang mereka lewati. Mereka juga membunuh siapapun yang tidak mau tunduk pada mereka atau hanya karena mereka ingin, entah itu adalah wanita ataupun anak kecil".


Kemudian dia menghela nafas sambil menahan amarah dan melanjutkan perkataannya,"Aku tahu bahwa mereka pergi ke arah barat. Mereka menuju ke Gunung Fire Dragon, tempat yang dikatakan sebagai tempat tersembunyi mereka."

__ADS_1


Kemudian Diablo menganguk dan melanjutkan perjalanannya menuju Gunung Fire Dragon. Ia merasa semakin kuat saat dia mendekati tempat itu. Api yang menyala-nyala melingkupi gunung tersebut, mencerminkan kegelapan di dalam dirinya. Ketika dia tiba di pintu gerbang gunung, dia merasakan aura kegelapan yang kuat memancar dari dalamnya. Dia tahu bahwa pertempuran yang hebat menantinya di dalam,


Diablo melangkah dengan hati-hati melalui lorong-lorong gelap di dalam Gunung Naga yang Terbakar. Api melambung tinggi di sekitarnya, menghasilkan panas yang membara dan suara gemuruh yang menggema di seluruh tempat itu. Dia merasakan keberadaan Lilith dan pengkhianatannya semakin dekat.


Di tengah kegelapan, Diablo merasakan getaran kuat yang mengguncang dinding-dinding gunung. Dia mendekati suara tersebut dengan waspada, mengikuti jejak api yang menjalar di sepanjang jalan. Akhirnya, dia tiba di ujung lorong dan menemukan sebuah pintu raksasa sebuah ruang besar yang dipenuhi dengan sosok-sosok yang mengenakan pakaian gelap.


Ketika dia memasuki pintu gerbang, dia masuk kesebuah ruang besar yang dipenuhi dengan sosok-sosok yang mengenakan jubah gelap. Ia melihat dari kejauhan Lilith yang duduk di atas singgasana. Dengan amarah yang meledak ledak Diablo menghunuskan pedangnya dan berteriak ke arah Lilith, "Ini adalah akhir bagimu, Lilith! Kau akan mati di tanganku!".


Tiba-tiba pintu raksasa dari ruangan itu tertutup dengan sendirinya. Kemudian Lilith tersenyum sinis sambil berbicara, "Akhirnya kau datang, Diablo. Tak ku sangka kau akan semudah itu masuk ke jebakan yang ku persiapkan."


Mendengar perkataan Lilith, Diablo tertawa terbaha-bahak sambil kerkata, "Apakah hanya karena ini kau pikir dapat mengalahkanku". Kemudian Diablo mengambil ancang ancang dan melesat ke arah Lilith dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat oleh mata.


Mereka tidak seperti biasanya. Tatapan mereka kosong seperti terkena sihir pengendali pikiran. Kemudian Lilith tersenyum dengan sinis dan berkata, "Oh, Diablo, apa yang kau harapkan? Aku tidak pernah mencintaimu. Kekuatanmu lah satu-satunya yang aku cintai, dan aku tidak akan berhenti sampai aku mendapatkannya hanya untuk diriku seorang."


Diablo dengan wajah datar menjawab, "Hahh... Hanya dengan kekuatan seperti itu kamu ingin merebut kekuatanku? Sungguh Bodoh!"


Mereka berdua berhadapan dalam pertempuran yang mematikan. Diablo melepaskan kemarahan dan kekuatannya yang ia miliki, berusaha menghancurkan Lilith dengan serangan yang ganas. Namun, Lilith adalah musuh yang tangguh. Dia menghindari serangan Diablo dengan kecepatan yang luar biasa dan membalas dengan serangan mematikan menggunakan Dark Magic-nya.


Saat memiliki keempatan untuk menyerang Lilith menggunakan teman Diablo yang dia kendalikan, hingga terjadi pertempuran tanpa henti dari mereka menghandurkan tubuh Diablo dan Diablo terus kembali beregenerasi dengan kecepaatan yang instan hingga Lilith tidak sempat membalas dan terkena serangan Diablo dan terpental ke arah dinding.

__ADS_1


Sementara pertempuran itu berlangsung, Ravana diam membatu tidak ikut menyerang Diablo karena dia tidak sepenuhnya di kendalikan oleh Lilith karena memiliki daya tahan pikiran yang cukup kuat, Dia menyaksikan pertarungan dengan seksama, diam-diam mengamati situasi. Ravana merasa konflik batin, karena dia merasa terikat oleh sihir pengendali pikiran Lilith, Dia mulai menyadari kebenaran tentang penghianatan Diablo yang sebenarnya adalah tipudaya Lilith, dia mengetahui hal itu karena mendengarkan percakapan yang di katakan oleh Lilith saat melawan Diablo.


"Sialannnnn....! Bergeraklah tubuh Bangsatttt....!". Saat Lilith terkena serangan Diablo, sihir pikiran yang mengenai Ravana mulai melemah. Dengan penuh kekesalan dan amarah Ravana melepaskan sihir tersebut dengan kekuatan Authority of Wrath yang dia miliki.


Saat Lilith bangkit jatuh sebuah pedang dari langit, pedang itu memiliki wujud yang megah dan berwarna hitam pekat dengan motif tulisan kuno bertuliskan "Azrael" berwarna merah. Pedang itu memancarkan aura hitam yang membuat mengigil hanya karena melihatnya.


Dengan cepat Lilith menarik pedang tersebut dan mengangkatnya ke arah langit. Kemudian lilith meneriakkan tulisan kuno yang ada di pedang tersebut dengan nada yang sangat tinggi "Azrael!". Seketika langit berguncang dan muncul awan berwarna hitam pekat disertai petir berwarna hitam menyambar ke segala arah. Kemudian turun sambaran petih hitam yang sangat besar menghantam pedang yang Lilith pegang. Pedang tersebut kini memancarkan cahaya merah dara dan aura hitam yang sangat pekat


Dengan kecepatan kilat Lilith menebas dada Diablo sambil tertawa jahat dan berkata kepada Diablo, "Matilah kau Diablo! Dan akan ku kuasai kekuatanmu.". Diablo yang kaget karena terkena tebasan Lilith menggunakan pedang misterius Azrael dia memutuskan untuk mundur. Dia kaget ketika melihat dadanya yang tertebas oleh Lilith karena tidak dapat beregenerasi lagi dengan kekuatan Absolute Regeneration yang dia miliki.


Ravana yang baru terlepas sihir Lilith berlari ke arah Diablo dan mengatakan dengan nada tergesa gesa, "Kau tidak akan bisa melawannya Diablo. Aku akan menangani Lilith. Kau harus pergi dan memulihkan kekuatanmu. Larilah!"


Diablo tersenyum dengan tulus dan menganguk, "Terimakasih sahabatku. Aku akan kembali, kau jangan sampai mati!"


Dengan begitu cepatnya, Diablo menghancurkan pintu raksasa yang menghalangi jalannya dan melarikan diri dari tempat itu, meninggalkan Ravana dan Lilith di belakangnya. Ravana bersiap-siap untuk melanjutkan pertarungan dengan Lilith,


Ravana tersenyum lega karena dapat melindungi sahabat yang paling dia percaya. Kemudian dia berkata kepada Lilith dengan wajah fokus, "Rupanya aku harus menghentikanmu di sini Lilith, sudah cukup dengan tipu daya mu yang tak berguna itu"


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2