
Hay gaiss..maaf ya, update nya lama bangettt,soalnya aku nunggu mood bagus buat lanjut ceritanya. dan pliss buat pembaca ini..plis vote gais kalo kalian suka ceritanya,karna kalo kalian diem gini,aku jadi mikir kalian ga suka cerita ini.
~ Naisya POV
Hari yang indah..
Ya itu sebutan untuk hari ini mungkin?.
Seperti biasa tiada hari tanpa kesibukan...
Begitupun untuk hari ini yang sudah di penuhi oleh celotehan Naila tentang sekolahnya,katanya ia sedang didekati oleh laki laki, bercerita ini itu...hah ada ada aja.
"Namanya siapa?" Pertanyaan pertama yang terlontar dari Naura.
"Emmm...na-manyaa.."
"Jangan bilang kamu gak tau nama dia" kataku
"Eh gak lah..masa iya aku gak tau namanya"
"Ya udah makannya siapa namanya??"
" Namanyaa.......ke-poooo" Naila langsung berlari meraih tas sekolah dan pergi begitu saja.
aku hanya menatap kepergiannya dengan geleng geleng.
"Eh ***** tu anak" kata Naura.
Kita kembali menikmati sarapan,setelah itu pergi ke kampus dengan menggunakan ojek online.
Tiga puluh menit waktu yang di habiskan di jalan dan kini bangunan besar nan indah,berdiri tegak di tempatnya.ya..aku sudah sampai di kampus dan tengah berjalan ke kelas beacuse kelas nya bakal di mulai sekitar lima menit lagi.
Jam tanganku menunjukan angka dua belas lewat dua puluh menit yang berarti waktunya makan siang,keluar kelas hari ini,tujuan ku sekarang adalah kantin..
"Ca...kamu tau gak kemarin..." Naura memulai percakapan tapi belum selesai bercerita seseorang menghampiri kita lalu duduk di sampingku.aku lihat dia...Kaka senior yang pernah aku mintai tanda tangannya juga..
"Haii..." Sapanya..
"Emh..iy-a" jawabku,seperti biasa juga melirik Naura yang muka agak bt gitu,mungkin karna keganggu waktu cerita kali ya...
"Iya hai" sapa Naura membuka suara sambil tersenyum,aku tau dia maksain senyum,terlihat aja kaku waktu menarik sudut bibirnya.
"Eh iya,kenalin aku rayhan."
"Naura"
"Naisya"
"Emhh...seneng bisa kenalan kalian."
__ADS_1
"Iya."
"Bedain kalian itu caranya.."
"Bentuk mata kita beda kak."
"Iyahh.baru mau bilang itu"
Tak lama dari itu pesanan kita pun datang bersama juga dengan pesanan rayhan.lalu kita makan bersama,tak ada lagi percakapan setelahnya.
Dan sesekali aku melihat ke arah seniorku itu,dia seperti terus melirik ke arahku,tapi waktu aku lihat balik malah ngalihin pandangannya ke mangkuk.
~pov Rayhan
"Han urang kemarin udah kenalan sama si kembar looohh"kata Dimas menyombongkan diri.
"Gue Juga udah,malah gue yang pertama"kata fadli seakan membanggakan dirinya.
"Eh kalian kapan??eh kaya nya urang suka sama Naura deh...dia itu jutek jutek gemesin"kata Dimas lagi,
"Emmm..menurut urang ya Naisya yang paling euhh mah."kata Fadli.
"Iya sih,cuman muka nya suka pucet,aneh gue,"
Lama mendengar ocehan dua playboy tersebut,membuat Rayhan merasa penasaran kembali tentang si kembar itu,ah seperti nya aku juga harus coba kenalan dengan mereka,sebenernya aku tau nama si kembar karna waktu masa pengenalan itu mereka mengenalkan diri selain itu juga mereka terlihat lebih mencolok dari yang lain,bukan..bukan make up yang di aplikasi kan pada wajahnya bahkan kalo aku teliti pun mereka seperti tidak memakai make up,entah apa yang membuat mereka berdua terlihat sangat sangat berbeda dari yang lain.
Sampai di kantin,aku menyapukan pandanganku ke segala penjuru untuk mendapatkan tempat duduk,gak sengaja si aku liat si kembar lagi ngobrol dan pas banget di meja mereka ada satu kursi lagi yang kosong,
Dengan jalan pelan namun terlihat tegas,aku melangkah kan kaki ku ke arah mereka dan langsung duduk di salah satu kursi sambil menyapa mereka dan mencoba untuk kenalan.
Setelah itu berbincang ringan,makanan pesanankupun datang,kita semua makan dengan diam,sesekali aku merilik ke arah Naisya, satu kata untuknya dari ku
'cantik..' ya cantik memang cantik,walaupun kulitnya yang ku lihat seperti pucat,tapi tetep terlihat cantik sangat cantik.
Mataku terus melirik ke arahnya sesekali ke mangkuk ku saat dia menoleh,ya..sepertinya dia tau kalo aku sedang memperhatikannya dari samping.
Selesai makan,kita kembali berbincang,bertanya ini itu tak jelas,ya itu aku yang bertanya tanya tak jelas...hehe
"Oh ya,kalian blasteran apa?" Tanyaku
"Emhh...ga ada" jawab Naura.aku mengangguk lalu membuka suara lagi
"Kaliat kok bisa kuliah di Indonesia"
"Emmm..emangnya gak bisa ya kak." O o o u h h...siapa yang bicara?naisya...!!!!!! Suaranya lembut bangettt..duhh
"E-hh..em..engga magsudnya itu ko kalian milih kuliah di Indonesia dari pada di negri sendiri?kenapa?padahal Europa itu terkenal akan kualitas pendidikannya." Kataku,lumayan gugup,bukan gugup karna salah ato apa.tapi masalahnya itu yang tanya tadi naisya.jadi ya gak tau lah intinya nya gitu..dagdigdug aneh..
"Ouuuuhhh....kata siapa kualitas pendidikan di sana bagus?bagus si emang,tapii..gimanaa ya.." jawab Naura.
__ADS_1
"Emhh..kita suka Indonesia,Karna disini itu bagus pemandangannya,flora faunanya melimpah..pokoknya kita suka Indonesia jadi kita memilih untuk tinggal disini..jadi gitu." Kata Naisya mencoba menjelaskan.
Aku mengangguk lagi...setelah itu hening,kulihat Naisya meminum minumannya,Naura memakan stiknya..
"Kalian udah jalan jalan kemana aja di Indonesia?" Tanyaku
"Belum ada,kita ga sempet buat cari tempat wisata karna waktunya belum ada." Kata Naisya lagi.
"Ouhhh gitu..eh gimana tar libur semester,kota jalan jalan,gue tau tempat paling bagus disini"kataku.
"Ayooo..."kata Naura.
Aku melihat ke arah Naisya itu tersenyum senang,senyumnya manis bangett',gula juga kalah ini mah".kata ku dalam hati.
Lama memandangi senyum naisya,sampel tak sadar akan..
"Haii..kak..ka Rayhan? Kak"
"E--eh yaa.." aku sadar dari lamunanku saat sebuah tangan menepuk pundak ku... Tangan?...
Aku melirik ke arah pundah kiri ku sesaat..daannn ya tangan Naisya yang ada di pundaku...makin gugup Dongggg...udah ketauan mandangin wajahnya ditambah ini..ampunn..
"Ehh hann Lo disini? Gue cariiin dari tadi.." kata Fadli,baru datang diikuti oleh Dimas juga Angga.
"Ga ngajak lo ya.." kata Dimas.
"Eh Naura,Naisya..boleh ikut nimbrung di sini gak?"kata Fadli
"Boleh" kata naura.
Lalu mereka semua menarik kursi kosong yang ada di dekat meja kita.
"Eh ya..kenalin gue devangga,panggil aja Angga."
"Naura"
"Naisya"
"Salam kenal"
"Iya"
Tak butuh waktu lama dari perkenalan itu,kita semua sudah asik ngobrol ngalir ngidul,gak jelaslah ngomong apa.
Hingga bertukar nomer WhatsApp.iya..akhirnya dapet juga nomer langka,eh bukan nomernya yang langka tapi pemilik nomer nya yang langka...wkwkwk
-------------------------------------------------------
maaf ceritanya garing bangett... hehehe
__ADS_1