
"woy maju dongg" teriak seseorang dari arah belakangku,aku masih acuh sambil terus menscrol aplikasi Instagramku.
"Ih Lo conge ya?di bilang maju maju." Teriak orang itu lagi bahkan kali ini sambil mendorongku.
"Berisiklah,Lo gak liat antriannya?"kataku dengan
membalikan setengah bandanku untuk melihat ke arah belakang namun tiba tiba
Crotttttt.......
"Whattt!",geramku
Ya cewek yang tengah menyengir kuda sambil memegang botol minuman yang airnya bahkan telah membuat sebagian baju ku basah.aku memandang ke arahnya tajam.lalu dia membalikan badannya dan tiba tiba lari begitu saja dengan tiga orang yang aku tebak pasti adik ato kakanya. Aku mnggeram sambil menahan marah.
"Van?" Kata rayhan.
"**** van tu cewe gila apa?" Fadli ikut berbicara.
Karna tak mungkin untuk tetap mengantri tiket bioskop akhirnya aku pergi dari ruang antri itu, dengan langkah tegas,aku keluar yang di ikuti oleh teman temanku.
"Van, ka toko baju we,"kata Dimas
"Kalem"kataku
"Di Gucci we fan,meh bisa langsung ganti" ujar ray.
"Jauh atu tokona,kaburu era manten" kata Fadli
"Ges era gob*ok"kataku kesal.
"Hahaha,naha sia bisa di semprot kitu?"
"Teu eling an*ing"kata ku lagi.
"Hahahaha" tawa Ray yang langsung membuat kedua temanku juga tertawa.
Sambil terus berjalan melewati toko toko itu.
__ADS_1
"Eh van,itu cewek yang tadi!"
"Mana?"
"Kasih pelajaran van."
Aku melihat ke arah yang mereka tunjuk,dan mataku melihat perempuan yang juga sepertinya melihat ke arahku.
Lalu mataku beralih melihat dua perempuan yang sudah berlari sedangkan cewe yang sedang menatapku hanya diam.aku gunakan kesempatan itu untuk berjalan tanpa dia sadari dan saat dia hendak berlari juga aku langsung tarik tangannya yang membuat dia langsung berbalik badan dan menubruk dada bidangku.
"Aduhhh" katanya.
" mau lari kemana lagi kamu?"kataku sambil mencekal tangannya,takut takut dia akan lari lagi.
"Lepasin tangan aku"katanya.
"Gak"ujarku lagi.
"Lepasin Ade gue" kata kembaran cewe itu.
"Denger ya,gara gara lo,baju gue basah."kataku ke cewe yang tengah memberontak kecil itu.
"Hah!Lo udah salah,bukannya minta maaf!",kataku mulai geram,tapi tetap mempertahankan nada bicara agar tak berteriak.
Perempuan itu langsung diam,kehabisan kata,dan melirik ke arah kembarannya itu.
"Aduhhh.. tangan aku sakittt." Katanya lagi,hah dia pikir aku bodoh,bisa tertipu begitu saja.
"Udahlah van lepasin aja,karunya"
"Udah van lepaskeun,ajak kenalan we."
"Hahaha ....vann"
"Gandeng lah," kataku acuh.
"Lo mau tanggung jawab ga!?kalo lo masih mikir buat bohongin gue pake cara cara sampah lo,gue gak.."
__ADS_1
"Lo tuh cowok bukan sih?bisanya ngancem doang."
Aku menatap perempuan itu dengan menahan marah.seumur hidup gue, gak pernah ada yang berani nantang apa lagi meremehkan kejantanan gue,bahkan gak pernah ada yang berani mancing emosi gue apalagi cuman perempuan kecil kaya dia.
"****" kata Fadli,nadanya terdengar kaget.
"Lo nantang gue?!"kataku,sambil menguatkan cekalan tangannya
"Udah van,lepaskeun"kata rayhan mulai khawatir.
"Heuh van,karunya sia."kata Dimas.
"Gandeng" kataku dengan suara tegas.
"Oke oke aku minta maaf."katanya,aku mulai melonggarkan pegangan tanganku,namun tiba tiba perempuan yang sepertinya masih sekelas SD itu lewat depanku dan membuat cekalan tangannya terlepas dan mereka berlari.
"Yahhhh lari kann,belum kenalan lagi ah."kata Fadli memasang muka so sedihnya itu.
"Ah si Ifan mah lain tahan." Kata dimas ikut memasang muka so sedihnya juga.
"Urang tebak besok dia bakal ada di MDL."kata rayhan so tahu.
"Ha?masa?murid baru?maneh tau darimana?."pertanyaan pertanyaan gak penting itu keluar dari mulut dimas bahkan dengan muka antusias.
"Hahahaha,"aku tertawa melihat semangat kedua teman nya itu.
"Alah sok tau Lo mah han."kata fadli.
"Hahaha" Reyhan hanya menangapinya dengan tawa kecil.
Setelah selesai membeli dan mengganti bajuku,kita memilih untuk pergi dari mall itu,dan tujuan utama yaitu pergi ke tongkrongan anak anak.
• • • •
ini Alvian Dharmawan gais!
gimana?ganteng kan?wkwkwk
__ADS_1