
Di lab khusus para arkeolog, terdapat segrombolan anak muda yang sedang berdiskusi
"Shira... Kamu liat berita di doodle ga?" tanya Sheril sambil menoleh ke arah Shira
Shira menggeleng "belum, emang ada berita apa?"
"itu loh... Yang katanya ada bangunan tua tak berpenghuni" saut Zuko yang entah datang dari mana
"kamu ga ngagetin ga bisa ta?" sensi Azura, yang emang engga bisa di kagetin. "Maksimal kalo mau muncul itu bilang dulu. Ini malah langsung nongol"
"siap kanjeng ratu..." ledek Zuko dengan sikap hormat yang di buat buat
"Ellard sama Alfie kemana?" tanya Shira mencari keberada dua orang tersebut
"ga tau, mabar mungkin, emang nya mau ngapain cari mereka berdua?" balas Zuko sekaligus bertanya
"bahas bangunan tua ini loh... Siapa tau ada barang bersejarah" balas Shira menjelaskan alasannya
"coba kamu telfon dia Zuko" perintah sheril
"Hm..." balas Zuko dengan malas, ia pun akhirnya menelfon Ellard terlebih dahulu. Namun setelah ditunggu tunggu selama beberapa menit telfon itu tidak segera diangkat angkat, padahal tulisannya berdering
Akhirnya Zuko mematikan telfon, dan mulai menelfon Alfie, untungnya telfon Alfie langsung diangkat
Shira langsung manyahut telfon tersebut "heh! Kamu dimana? " tanya Shira dengan kesal
"Lagi didepan loby lab" jawab Alfie dengan jujur
"Ellard lagi sama kamu nggak?!"
"i, iya" jawab Alfie taku takut, pasalnya Leader mereka yaitu Shira, kalo lagi marah lebih menyeramkan dari singa kelaparan
"Kalo gitu kalian berdua, 5 menit harus sampai sini! Bilangin ke Ellard juga" tegas Shira kepada Alfie dan Ellard
"Si, siap bos" balas Alfie setengah ketakutan
......................
"El, ayok balik, bos udah marah lo" ujar Alfie memberitahu Ellard yang ada di sampingnya
"Hmm" balas Ellard singkat
...-Sesampainya di lab-...
"telat 2 menit kalian berdua" Sinis Shira menatap Alfie dan Ellard
"Ampun bos... 🙏🏻" balas Alfie ketakutan
"Sorry" balas Ellard dingin
__ADS_1
"Lain kali kalo dateng nya telat, aku hukum" ancam Shira dengan nada dingin
Shira menghela nafas. "Baiklah, kita mulai diskusinya" tutur Shira lembut, untuk memulai diskusi kelompok
"Jadi tadi, Sheril dan Zuko menemukan berita yang menarik, katanya ada bangunan tua yang tiba tiba nongol. Menurut kalian semua, berita ini kita selidiki atau engga?" Jelas Shira panjang lebar, sambil memegang meja hologram
...--Kira kira kek gitu mejanya--...
"Selidikin aja, kalo emang ngga ada apa-apa, paling engga kita dapet pengalaman" Ujar Azura berpendapat
"Bener tuh, seenggaknya kita dapet pengalaman" Saut Sheryl meng setujui pendapat Azura
Shira mengangguk "Ok, pendapat perempuan di terima. Yang laki laki gimana? Setuju atau engga?"
"Aku setuju, soalnya aku yang dapet berita. Hehe" Ujar Zuko dengan beecanda
"Heh, aku duluan yang ngasih tau Shira..." Ucap Sheryl tak terima
"Tapi kan aku duluan yang bilangin Shira😏" Jawab Zuko tak mau mengalah
Shira menghela nafas lagi
"Aku duluan yang lihat beritanya !" sentak Sheryl tak terima
"No, no, no. Aku duluan" balas Zuko dengan gaya sombongnya
"Emang bener yang dikatakan semua orang, Sheryl ma Zuko ngga bisa masuk dalam satu kelompok" Azura menggeleng geleng kepalanya, pingin heran tapi udah sering lihat
Alfie tertawa "Jodoh Mungkin"
"Ini diskusinya di lanjutin apa engga?❄️" tanya Shira dengan nada dingin
Semua orang di ruangan tersebut langsung tersadar dengan apa yang mereka lakukan. Ruangan yang awalnya riuh karena pedebatan Sheryl dan Zuko, kini ruangan tersebut menjadi damai dan tenang layaknya silent room.
Manusia manusia yang ada diruangan itu seketika membisu setelah mendengar enam kata dari Kapten mereka
'Mati aku, bos marah' Sesal Zuko didalam hatinya
'Waduh, nyawaku kerasa ga aman' Ucap Sheryl dalam hati sambil bergidik ngeri
"Gimana? Alfie, sama Ellard setuju ngga?❄️" tanya Shira tetap dengan nada dingin
"Setuju" Jawab Alfie sambil mengangguk
"Ngikut❄️❄️" Balas Ellard sangat dingin, seolah tidak mau kalah dari dinginnya pertanyaan Shira
"Dua orang ini kek lagi adu suhu dingin" Gumam Azura memperhatikan Shira dan Ellard secara bersamaan
__ADS_1
'Kenapa tangan ku juga ikut kedinginan' Heran Azura menatap kedua tangannya
"Ikut atau engga?! Jangan cuman bilang ngikut, tapi ujung ujungnya ngga niat! Ntar dibelakang ngomel ngomel ga jelas!" Ujar Shira menaikkan nada bicaranya
"Ikut" Balas Ellard mengalah
Ellard mengalah karena Ellard sudah tau bagaimana watak Shira. Ellard tau karena selama enam tahun mereka bersekolah di sekolah yang sama, dan parahnya, mereka selalu satu kelas
"Kalau begitu, semua sudah setuju untuk pergi menjelajah. Kita akan berangkat lima hari lagi, jadi tolong di siapkan keperluan kalian dengan benar, kalau perlu di list" Ujar Shira mengingatkan semua orang
Setelah itu Ia pergi mencari beberapa benda, dan kembali dengan membawa enam buah benda yang sama. Shira mulai menyeting benda tersebut ke lokasi yang benar
Saking penasarannya, Zuko terus memperhatikan benda yang masih berada di tangan Shira
"Boss..." Panggil Zuko
Shira yang merasa namanya dipanggil pun langsung mengalihkan pandangannya ke pemilik suara "Apa?"
"Apa itu? " Tanya Zuko sambil menunjuk benda yang berada di tangan Shira
"Ini hologram maps, jadi dengan benda ini kalian bisa melihat jarak kalian ke titik tujuan, maps ini ngga butuh internet ataupun sinyal, jadi kalo tersesat ngga bingung" Jelas Shira panjang lebar
All : "Oohh..."
...--Alatnya kek gini--...
Setelah Shira selesai meriset benda itu, Shira pun membagikannya kepada semua orang termasuk dirinya
"Jaga maps itu dengan benar, ada hilangnya kalian sendiri yang ngga bisa pulang" Tutur Shira mengingatkan rekannya
"Siap boss..." Balas semua orang diruangan itu, kecuali Ellard yang sedingin seribu kutub utara
"Baiklah kalian bisa kembali ke rumah kalian masing-masing, kalau ada informasi terbaru aku akan mengatakannya kepada kalian. Ingat! Jaga diri kalian baik-baik, jangan sampai sakit, karena kalau sakit kalian tidak akan ku biarkan mengikuti penjelajahan ini" Jelas Shira, dan sesekali mengancam
"Dengerin tuh... Ga bole sakit, harus strong sampai lima hari kedepan. Bukan! Sampai kembali kesini lagi" Ujar Sheril menimpali perkataan Shira
"Harus Strong lahir dan batin! 💪🏻" Ucap Zuko dengan penuh semangat
"Ayo pulang. Lima hari kedepan ga usah kesini lagi kalau aku engga suruh" Perintah Shira kepada rekan rekannya
Mereka pun pulang dengan raut wajah yang gembira. Siapa sih yang tidak menanti nantikan pertualangan di dunia luar?
Mereka semua berharap, lima hari kedepan berjalan dengan sangat cepat. Tentu juga berharap badan dan mentalnya tetap strong sampai kembali ke rumah yang paling mereka sayangi
...****************...
Makasih buat yang mau baca cerita tidak berfaedah ini...
__ADS_1
Kalo memang ada kesalahan kata dan nama, mohon dimaafkan🙏🏻
Sekian, thankyou....