
Akhirnya Shira and the gang telah turun dari pesawat.
Mereka segera pergi ke kantor cabang arkeolog daerah ******, untuk mengambil mobil yang disediakan oleh pusat di negara mereka.
"Ini ga si, mobilnya?" Zuko menunjuk mobil berwarna putih.
Reflek Sheril menampleng Zuko. "Di berkas, mombilnya warna hitam, terus style nya penjelajah. Ini mobil udah tua, style nya buat jalan-jalan. Emang bisa ni mobil di buat masuk hutan?"
"mobilnya itu bukan tua Sher🤦🏻♀️, cuman warna nya aja yang putih. Terus mana mungkin mobil kek gitu bisa buat masuk hutan???" Timpal Azura.
"Iya kan? Ada ada aja deh Zuko ini😏" Cibir Sheril.
"Kan aku cuman nebak..!" Ujar Zuko yang mulai kepancing emosi.
"Hah?! Ga usa-"
"Udah!!! Cuman mobil aja jadi ribut!" Lerai Shira dengan penuh penekanan.
Bukan hanya Azura, Sheril dan Zuko saja yang merasa merinding dengan aura penekanan Shira, namun Ellard dan Alfie juga merasa merinding.
Iya! Ellard merinding!
"Shira udah... Kasian pengunjung yang lain" Ujar Ellard mencoba meredakan aura penekanan Shira.
Benar saja! Apa yang dikatakan Ellard mampu meredakan aura Shira. Kini aura itu terganti dengan rasa penasaran.
Shira menaikkan satu alisnya. "Sejak kapan kamu jadi peduli sesama manusia? Kesambet jin apa tadi di pesawat?" Tanya nya penasaran.
"Ga kesambet❄️" Jawab Ellard kembali cool sambil memalingkan wajah.
Shira mendecih."Gagal cool ya gini nih"
"Pfft... Ngakak aku🤣" Ujar Zuko sambil ketawa.
Ellard menatap Zuko. "Ketawa lagi, aku lempar pisau kamu❄️"
Mendadak Zuko berhenti ketawa "Ampun lord cool" menyatukan kedua tangannya memohon ampun.
Tiba-tiba.
"Permisi... Ini tim arkeolog A dari pusat Negeri ********* ya?" Tanya sosok pak tua itu.
Shira berjalan mendekat ke Pak tua. "Benar pak, kita disini mau mengambil mobil yang telah di berikan oleh tim pusat." membungkuk hormat.
"Oh... Baiklah, atasan juga sudah menghubungi saya bahwa kalian semua akan datang untuk mengambil mobil. Boleh saya minta surat yang diberikan tim pusat?"
Shira mengangguk "Silahkan" memberikan surat yang diberikan tim pusat.
"Oke ikuti saya" perintah pak tua itu.
Shira and the gang pun mengikuti pak tua dari belakang.
...--Sesampainya--...
"Ini mobil yang di berikan oleh pusat" Ujar pak tua menunjuk mobil
"Wow!" Seru Alfie.
"Wanjai!" Zuko
"Omaygad!" Sheril dan Azura
Sementara Ellard dan Shira hanya tercengang
"Mahal ini, pasti" Yakin Zuko.
Azura menampleng Zuko. "Ya iyalah, mobil buat jalan-jalan aja mahal, apalagi mobil kayak gini"
"Jadi siapa yang nyetir? Yang nyetir kudu profesional. Kalo ga, takutnya mobilnya bakalan penyok sana sini" tanya Shira.
__ADS_1
"Ellard udah pro" Balas Alfie.
"Iya Ellard" Sheril.
"Ellard aja" Azura.
"Walaupun aku cemburu sama mu karena kau yang banyak dipilih, tapi daripada aku di marahin sama Kapten karena penyok sana sini, mending aku serahin tugas ini kepada mu wahai panipura cool ngalahin 1000 kutub utara, tuan baginda lord Ellard" Ucap Zuko mendramatis.
"Alay" saut Shira.
"Iya Alay" timpal Sheril.
"Bener tuh, kek cewek" timpal Azura.
"Jahat Woy!!" teriak Zuko.
"Kalau gitu kita permisi dulu ya pak..." Pamit Shira dengan sopan.
Ellard menghampiri Shira. "Gausah sopan sopan❄️"
Pak tua bilek. '😭, ini kah anak jaman sekarang?'
"Maafkan teman saya pak" Hormat Shira membungkukkan badan.
"Ngga papa, ngga papa. Yang penting kalian kembali dengan selamat" Ucap Pak tua tersebut memanjatkan doa.
"Ga sopan kamu El, Bundamu ga pernah ngajarin ga sopan kayak gitu" Marah Shira.
"Bunda di rumah, ga usah di ikutin❄️"
Shira menarik tangan Ellard. "Udah ayo, ntar keburu malam"
Ellard sedikit kaget, namun dapat mengendalikan ke kagetan nya, dan menjadi cool kembali. "Kamu mau nyetir?❄️"
Shira menoleh ke belakang, sambil mengangkat satu alisnya. "Kok aku? Kan kamu yang dipilih" Jawab nya.
"Itu kursi kemudi, Kursi penumpang di sebelah kiri❄️" Ujar Ellard, menunjuk secara bergantian.
"Oh.. Yaudah" Shira melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ellard, lalu menuju ke pintu mobil penumpang.
...--Se sampainya di Hotel--...
Ellard dan Shira : 😥
"Ini serius?" Tanya Shira tak percaya.
"Se enggaknya kasurnya ga jadi satu❄️" Balas Ellard.
"Iya bener😪"
Kamar hotel yang di sediakan oleh pusat hanyalah tiga kamar, jadi Shira and the gang harus memilih pasangan untuk tidur.
Sebelum panitia selesai menjelaskan, Sheril dan Azura langsung menjadi patner se kamar, begitu juga dengan Zuko dan Alfie. Tinggal tersisalah Ellard dan Shira yang lebih mendengarkan panitia terlebih dahulu.
"Mau ngapain?❄️" Tanya Ellard yang melihat Shira sedang meng otak-atik koper nya.
Shira melirik sebentar, lalu fokus meng otak atik kopernya lagi. "Mandi lah, masak mau ngapain lagi? Tadi juga udah makan"
Lalu Shira meninggalkan Ellard yang sedang menata kasur. Shira mandi menggunakan air dingin dari shower, menghilangkan segala kepenatan yang dia alami hari ini, baik itu fisik maupun jiwanya.
"El, mandi dulu sana" Perintah Shira yang baru keluar kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Shira : 😳
"Kamu ngapain beresin kasur ku juga?" Tanya Shira ke heranan.
Ellard berdiri dan mendekati Shira, tangannya Ia masukan saku. "Kamu katanya capek❄️"
Shira mendongak. Sekilas Ia terdiam, seling 5 detik Ia tersadar. "Oh, makasih" memberikan sentum tulus
Deg.
Shira melewati Ellard yang terdiam, dan pergi mengambil pengering rambut penemuannya. Hair dryer bisa menyerap energi matahari, kemudian menyimpannya dalam jangka waktu panjang.
__ADS_1
Setelah kering, Shira mengambil kotak susu yang Ia siapkan dan Hp nya, lalu ia duduk di sofa single.
Grup Tim Arkeolog A
Zuko : Kiw, kiw. Mama, Papa lagi berduaan.
Sheril : Iya nih Ma... Semangat ya...
Azura : Tatakae Ma, jangan terlalu canggung sama Papa...
Alfie : Ellard sama Shira berasa pasangan baru nikah.
[membalas Alfie]
Sheril : Bener kan...
[Membalas Alfie]
Azura : Vibes nya itu loh kerasa banget😍
[Membalas Azura]
Zuko : Vibes pengantin baru🤭
Shira : Siapa lagi yang mau nambahin?
: Besok balik sana ke rumah.
[Membalas Shira]
Azura : Jauh ma...
[Membalas Shira]
Sheril : Tega banget ma...
Jika Shira tak ingat besok akan menjelajah, sudah Ia banting Hp nya dari tadi.
Srut, srut.
Shira membanting kotak susu itu. "Ini susu juga cepet banget habisnya!💢"
Shira mengusap ngusap lengannya. 'Dingin banget'
Tiba tiba ada yang menyelimutinya
Reflek Shira menoleh ke belakang. "El?"
Karena wajah mereka yang berdekatan, membuat deru nafas mereka sama sama terasa di wajah mereka.
Setelah tersadar, Shira segera memalingkan wajahnya. "Ngapain kamu kasih aku selimut?"
"Katanya kamu kedinginan... Jadi aku kasih selimut. Jangan pernah buang sampah sembarangan" Tutur Ellard dengan nada yang sangat lembut, sambil mengambil kotak susu yang di banting Shira tadi
Shira tak percaya bahwa Ellard menggunakan nada yang paling lembut, tiba-tiba Shira menangkup pipi Ellard. "Ini beneran El yang aku kenal?"
Ellard terpaku sejenak, lalu melepaskan tangan Shira dari pipinya. "Kamu kira aku setan?"
"Habisnya nada mu berubah"
"Udah bubuk sana, udah malem, di marahin Mama mampus kamu" Ucap Ellard menyuruh Shira tidur.
Shira oun menuruti Ellard, lalu se menit kemudian, Ia terlelap dengan sejuta mimpinya.
...****************...
...--Bersambung--...
Makasih yang mau mampir.
Maaf bila ada salah kata atau salah nama karakter 🙏🏻
__ADS_1
Bye bye