The Five Stone

The Five Stone
Aktivitas lima hari


__ADS_3

Saat ini, Shira berjalan membelah jalanan dan ditemani oleh api kehidupan yang seolah ingin segera kembali ke sangkarnya. Shira berjalan sambil berpikir tentang benda apa yang akan Ia bawa dalam penjelajahan kali ini.


Shira terus berpikir hingga tanpa di sadari, Ia sudah sampai di depan rumahnya. Shira melepas sepatunya, lalu membuka pintu utama.


"Aku pulang...!" Itulah yang pertama kali Shira ucapkan saat mulai menginjak lantai rumah.


Ibunya pun keluar dari dapur "Wah... Kamu datang tepat waktu sayang, mama baru setengah masak untuk makan malam. Jadi kamu mandi dulu, baru nanti turun terus makan bersama" Perintah Clarita (Ibu Kandung Shira dan Kakanya) dengan lembut, sambil memeluk Shira yang baru pulang.


"Mama... Shira sudah besar" balas Shira sambil berusaha lepas dari pelukan Clarita.


Bukannya ingin melepaskan, Clarita justru mempererat pelukannya kepada Shira "Bagi mama, kamu itu tetap putri kecilnya mama"


Shira menghela nafas "Ma, nanti ikannya gosong loh"


Spontan Clarita menepuk pelan keningnya sambil berkata "O iya ikannya"


Dan akhirnya Shira terbebas dari pelukan erat sang mama.


Shira berjalan menuju tangga, lalu menaiki anak tangga secara satu per satu. Setelah sampai di lantai dua, Shira langsung berlari menuju kamar. Menaruh tas dan mengambil baju tidur.


Kemudian Shira pergi ke kamar mandi untuk membilas badannya yang lengket, menikmati air mancur yang keluar dari shower hingga terakhir berendam.


Shira selalu menyukai berendam menggunakan air hangat, dan disaat berendam, selalu menutup matanya. Tak jarang Shira di temukan dalam keadaan tertidur di kamar mandi.


Namun untuk kali ini, Ia tidak akan ketiduran lagi. Sebelum matanya tertutup rapat, Shira langsung keluar dari bathtup yang mewadahinya berendam.


Memakai bajunya dan keluar dari kamar mandi. Habis itu, Shira turun kelantai satu dan berjalan menuju dapur.


"Sudah mandi sayang?" Tanya Clarita dengan lembut.


"Sudah ma"


Shira melihat sekitarnya, dan ternyata ada dua sosok yang hilang dari pandangannya"Kakak sama Papa mana Ma?"


"Katanya, Kakak sama Papa masih ada urusan" Jawab Mama sambil membawa makanan ke meja makan, di bantu dengan pembantu.


Shira ber oh saja.


"Ma" Panggil Shira.


Clarita menoleh "Apa sayang?"


"lima hari lagi Shira sama rekan Shira mau pergi menjelajah Ma" Ujar Shira memberi tahu Clarita.


Sebelum berbicara, Clarita menghela nafas panjang terlebih dahulu. "Baiklah, lagian mama juga tidak bisa menghentikan ambisimu yang terlalu besar itu. Mama hanya bisa berdoa supaya kamu dan rekanmu bisa selamat sampai kembali kerumah"


Shira meng amin kan doa Clarita.


"Sudah kamu siapkan perlengkapan menjelajah mu?" Tanya Clarita dengan lembut.


Shira menggeleng. "Belum Ma. Rencananya habis makan malam ini packingnya"


"Yaudah, tapi nanti malam tidurnya jangan terlalu malam, kalau ada yang perlu di beli, beli besok paginya aja. Ingat, jaga kesehatan juga penting" Ujar Clarita mengingatkan putri kecilnya.


"Siap Ma..." Balas Shira dengan sikap hormat yang tepat.


Kemudian mereka makan dengan santai, terkadang kadang juga di selingi senda gurau yang membuat semua orang di sekitarnya ikut tertawa.

__ADS_1


......................


...--Kamar Shira--...


"Baju sudah, daleman sudah, charger udah, seperangkat alat mandi udah, obat-obatan udah, Earphone udah, uang sudah, Maps hologramnya udah. Tenda sama mesin cuci tarik ada di lab. Hmm... Tinggal snack doang sih" Gumam Shira yang sedang me list barang bawaannya.


"Besok aja deh belinya"


Shira merebahkan dirinya di kasur "Ngantuk bangett... Tinggal lima hari lagi ga bisa ketemu kasurrr..." Gumam nya kecil sebelum akhirnya tertidur.


......................


...--Pagi pun tiba🌄--...


Semenjak matahari terbit, Clarita dan Shira sudah sibuk bergelut di dapur. Clarita memasak makanan pokok, sementara Shira membuat kue.


Setelah semuanya selesai, keluarga kecil ini pun makan pagi bersama.


"Kakak dengar, kamu mau melakukan penjelajahan dalam waktu lima hari lagi ya?" tanya Aldric (kakak kandung Shira) di sela-sela makannya.


Shira mengangguk.


Aldric menghela nafas. "Baiklah, jaga dirimu baik-baik" Ucapnya lalu mengusap pucuk kepala Shira sebentar.


Bisa dikatakan, dalam keluarga kecil Shira, tak ada satu pun anggota keluarga yang bisa menentang keinginan Shira, bahkan Allen sang kepala keluarga pun tidak bisa menentang keinginan Shira. Hal itu dikarenakan, dari kecil Shira sudah mengetahui mana yang benar dan mana yang buruk, istilahnya itu, dewasa sebelum umurnya.


Dan alasan yang lain adalah, karakter Shira merupakan karakter yang keras kepala. Bagi Shira, selama itu benar, jangan pernah menentangku. Masa depan ku ada pada genggaman ku.


Shira menaruh sendok kembali ke piringnya. "Aku sudah selesai makan, aku izin keluar untuk membeli snack" Ucapnya dan langsung pergi dari Ruang makan.


Setelahnya, Shira mengambil uang lalu pergi keluar dari rumah.


......................


'Apa yang harus aku beli?' Ucap Shira dalam hatinya, Ia bingung ingin memilih makanan ringan yang mana. Sebab banyak sekali makanan ringan yang disajikan oleh pihak Supermarket.


'Huwaaaa.... Bingung mau pilih yang mana...'


Tiba tiba.


"Shira!!" Seseorang memeluk Shira.


Shira menoleh. "****! Kau mengejutkanku Ethan!"


"Ngapain kau ada disini?" Tanya Ethan.


"Tidak boleh kah aku disini? Lagian Supermarket ini bukan milik mu" Balas Shira dengan santai.


"Bukan milik ku, tapi milik om ku"


"Ck. Ya sudahlah aku pergi" Ujar Shira sambil meletakkan snack yang Ia pilih, lalu berjalan pergi meninggalkan Ethan.


"Hey...! Aku hanya bercanda Shira! Kau sensi sekali" Teriak Ethan sambil terus mengejar Shira.


Akhirnya Ethan dapat menjangkau tangan Shira. "Dapat!" Ucap Ethan dengan senang.


Baik pembeli maupun penjual, semua mengira bahwa ada masalah percintaan antara Shira dan Ethan.

__ADS_1


"Kurasa cowoknya ketahuan selingkuh, terus si ceweknya pergi karena kecewa. Lalu sekarang dia di tahan sama cowoknya"


"Kasian sekali si cewek"


"Ku harap si cewek kuat mentalnya"


"Cowok bajingan!"


...--Begitulah macam² gibahan tetangga😂--...


Shira menolehkan kepalanya ke Ethan. Terlihat di sana bahwa ekspresi Shira sedang meledek Ethan yang jadi bahan gibahan tetangga.


'Sialan kau Shira!' Seribu umpatan telah dilayangkan Ethan kepada Shira di dalam hatinya.


Mau tidak mau, Ethan harus melepaskan tangan Shira.


Setelah keluar dari Supermarket, Shira tertawa sekeras kerasnya. Ethan menyusulnya dari belakang.


"Sialan kau!" Jengkel Ethan.


Bukannya merespon omongan Ethan, Shira justru tetap tertawa, bahkan sampai mengeluarkan air mata😂.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Shira bisa mengendalikan tawanya.


"Itulah karma menjahili wanita" Ucap Shira dengan santai 😌.


Ethan hanya membalasnya dengan berdecih.


"Udah gih... Sekarang bantuin aku cari snack yang enak! Gara-gara kamu, aku harus keluar dari supermarketnya. Padahal aku kesana niatnya cuman beli snack doang" Perintah Shira sambil menepuk pundak Ethan.


"Emang ngapain kamu beli snack? Kan jarang loh kamu ngemil" Tanya Ethan penasaran.


"Lima hari lagi aku mau menjelajah, makanya sekarang beli snack yang banyak" Jawab Shira memberi tahu.


"Sama Ellard dong?" Tanya Ethan seperti tak suka.


Shira menaikkan satu alisnya. "Kenapa? Cemburu?"


"Dih... Siapa juga yang cemburu" Jawab Ethan sambil memalingkan wajahnya. Bisa dibilang, Ethan mode tsundere aktif.


"Kamu jaga diri baik-baik disana, aku ga mau kalo ketemu kamu tinggal tersisa tulang doang" Ujar Ethan mengalihkan pembicaraan.


Namun ternyata yang di dapatkan Ethan adalah sebuah tamplengan keras di kepalanya.


"Sakit Shira..." Ethan berkata sambil meringis kesakitan.


Shira bersedekap "Makanya... Kalo ngomong itu hati hati. Sebelum ngomong itu dipikir dulu, jangan asal ngomong. Untung kamu ngomongnya sama aku. Kalo sama yang lain, mungkin langsung di mutilasi kamunya"


Ethan pun membalasnya dengan nada memelas. "Iya deh, iya. Maaf salah ngomong..."


Setelahnya, mereka berdua melanjutkan perjalanan mencari snack untuk Shira


...****************...


Makasih buat yang mau mampir ke cerita tidak berfaedah ini❣️❣️


Maaf bila ada salah kata atau salah nama🙏🏻

__ADS_1


Sekian terimakasih❣️❣️🙏🏻


__ADS_2