
Hari silih berganti, kini tak terasa lima hari telah Shira lalui bersama rekannya. Hari ini mereka akan memulai penjelajahan menyelidiki bangunan tua tak berpenghuni. Semoga saja apa yang mereka inginkan terwujud menjadi kenyataan.
"Wadaw... Banyak sekali barang bawaannya prend" Oceh Zuko melihat barang bawaan rekan seperjuangan nya. "Kita ini mau menjelajah, bukan mau camping"
"Cuman Kapten sama Ellard doang yang bawaannya dikit" Timpal Alfie yang juga kaget dengan bawaan teman-teman nya.
"Berarti kalian semua juga ngaku kan kalo bawaan kalian banyak?!" Balas Azura dengan sewot. Dirinya paling tidak suka jika di omeli, kecuali di omeli Kapten Shira.
"Maps hologramnya kalian bawa?" Tanya Shira yang baru saja keluar dari Lab Arkeolog.
Semua mengangguk "Bawa boss" Jawab mereka serempak.
Shira melihat barang bawaan timnya, lalu menggeleng pelan. "Yang engga perlu keluarin! Kita mau menjelajah, bukan mau camping" Pinta Shira dan langsung di angguki oleh bawahannya
"Ngapain bawa microwave panel surya Ra?" Tanya Sheril penasaran.
"Emangnya kamu mau makan rumput kalo lagi ada di hutan?" Balas Shira dengan wajah datarnya.
Membayangkannya saja Sheril sudah bergidik ngeri, apalagi benar-benar terjadi. "Hehe, engga sih😅"
"Woy! Ngapain bawa make up Azuraa...?!" Tanya Zuko dengan heboh. Mengundang semua tatapan menuju ke dirinya dan Azura.
Azura berdecih. "Kan biar muka ku cantik"
"Astagaa...!" Tak habis pikir Zuko dengan jalan pikiran Azura.
Alfie refleks tertawa. "Paling kalau sudah di hutan Zura ga bakal mikir kecantikan lagi"
"Bener noh" Timpal Zuko menyetujui perkataan Alfie
"Iya, iya, aku ga bawa..." Ujar Azura dengan raut wajah cemberut.
"Pesawatnya terbang jam berapa?❄️" Tanya Ellard kepada Shira dengan nada dingin.
"Jam 1❄️❄️" Jawab Shira dengan nada yang tak kalah dingin dari Ellard.
"Jam 1 apa bos?" Tanya Zuko sambil memindahkan barang barang ke dalam mobil.
"1 subuh!" Saut Azura yang masih memiliki dendam dengan Zuko.
Sheril menggeleng pelan 🤦🏻♀️ "Subuh mana ada jam 1 Zuraa?!"
"Ada lah, kan aku yang nyiptain" Sewot Azura tak mau mengalah.
"Definisi kekurangan obat ya gini ni" Balas Zuko sambil memandang Azura dengan raut wajah malas.
"Diem kamu! Dari pada aku tabok pakai hp nokia!" Ancam Azura dengan mengeluarkan Hp Nokia yang sudah lama.
Sheril bertepuk tangan. "Woissh... Suhu emang beda, seperti yang di harapkan dari Baginda Lord Queen Azura"
"Ampun Suhu Azura... Saya hanyalah manusia yang tidak berdaya" Ucap Zuko dengan nada meledek.
Setelahnya, Sheril dan Zuko membungkuk kan badannya dihadapan semua orang, memberikan penghormatan kepada Baginda Lord Queen Azura-Sama.
"Gausah gitu dong... Malu kan aku jadinya..." Ucap Azura malu malu singa.
Semua anggota disana pun menggelengkan kepala melihat tingkah Azura yang seperti itu. Kecuali si langganan diem.
"Bos udah nih..." Ujar Zuko memberitahu Shira kalau semua barang sudah tersortir.
"Makan dulu apa langsung ke bandara?" Shira menanyakan pendapat rekan seperjuangan nya.
"Makan dulu aja..." Balas Azura.
__ADS_1
"Ke bandara aja, ntar kalau habis makan takutnya muntah" Jawab Sheril mengemukakan pendapat.
"Bener tuh" Timpal Zuko memberi jempol ke Sheril. "Tumben otak mu, kamu pakai?" Sambungnya.
Sheril menyengir. "Ga usah cari gara-gara ya Ko"
"Aku juga takutnya muntah" Jawab Alfie dengan jujur.
"Okeh, tiga diantara lima orang setuju langsung ke bandara"
"Kamu ga nanya pendapatku Ra?" Tanya Ellard yang merasa di acuh kan oleh Shira.
"Oh... Kamu mau ngasih pendapat? Kupikir kamu cuma tau caranya diem doang" Jengah Shira dengan Ellard. Dan perkataan itu membuat jantung Ellard tertusuk.
'Wow, menusuk sekali' Ucap Sheril dalam hati.
'Manteb banget bos' Zuko, sambil tersenyum kaget.
'Kasian banget Jantungnya Ellard' Prihatin Azura.
'Semoga Ellard ga ngambek' doa Alfie.
......................
...--Sesampainya di Bandara--...
"Masih lama ya bos?" Tanya Zuko yang tak bisa diam di tempat.
"Kamu nanya siapa?" Tanya Sheril yang tadi sedang melamun.
Zuko langsung menoleh. "Loh, mana Kapten?"
"Ke toilet tuh" Jawab Azura.
...--sementara di toilet--...
"Kamu ngapain disini El?" Tanya Shira yang terkejut kepada Ellard.
Ellard menoleh. "Kamu masih marah?" tanya nya dengan khawatir.
Bukannya menjawab, Shira malah tertawa. "Ngapain kamu nanya gitu? Biasanya kayak ga peduli?"
"Aku serius Ra..." Balas Ellard ber sungguh-sungguh.
Shira menatap manik Ellard, di maniknya hanya terdapat keseriusan. "Kalo tadi aku ga marah, lagian aku juga tau watak mu. Cuman kalau kamu kayak gitu terus, aku bakalan marah beneran" Ujar Shira memberi tahu dengan serius.
"Ekhem... Tes, tes"
Shira dan Ellard sama-sama terkejut.
"Permisi ya... Maaf menggangu moment Papa dan Mama sekalian, namun ada pemberitahuan bahwa pesawat kita sudah tiba. Jadi mohon, mohon sangat... Kemesraannya di tunda dulu yah Mama, Papa"
Ucap Zuko berlagak MC.
"Ternyata modus toh? Kalian didepan kita kayak ga kenal, saling dingin, saling cuek. Tapi ternyata di belakang mesra mesraan😪" Eluh Azura melihat kelakuan Shira dan Ellard.
"Wahh... Bakalan punya adik kitaa!!🤩" Celetuk Sheryl antusias.
"Kalian... Diem bisa nggak? Tiket kalian ada di aku loh..." Ujar Shira yang secara tidak langsung mengancam bawahannya.
"Sebagai ketua yang baik itu... Ketua tidak boleh pernah mengancam bawahannya yang baik hati" Balas Zuko dengan senyum yang sangat sangat ramah.
Shira mengangguk. "Benar. Tapi apakah kalian benar-benar baik hati? Ku rasa tidak" setelah itu Shira pergi menjauh.
__ADS_1
Zuko menghela nafas. "Emang Lord pertama dan selamanya adalah Shira"
Shira menoleh.
'Mati aku keceplosan' Takut Zuko.
"Kap-"
"Kalian ngapain masih bengong disitu? Kalau pesawatnya udah berangkat, aku suruh kalian belajar terbang"
Mereka semua pun langsung berlari menuju tempat masuk ke pesawat.
...--Di pesawat--...
"Nah gini kan hati sudah tenang" Oceh Zuko sambil menikmati AC pesawat.
"Jujur, aku agak malu temenan sama kamu Ko" Roasting Sheril.
Zuko mengedikkan bahu. "Kan kamu yang nganggep aku teman, bukan aku yang nganggep kamu teman"
Sheril mendelik. "Sialan kamu!"
"Tapi cobalah lihat Mama Papa kita yang duduk bersebelahan. Betapa romantisnya mereka yang selalu bermesraan di belakang kita 😌" Ujar Zuko menghayati kata katanya.
Namun yang terlihat, Ellard dan Shira sedang adu mulut. Ellard yang menimpali Shira secara kalem, dan Shira yang menimpali Ellard secara emosi meledak, layaknya gunung berapi yang mau meletus, ditambahkan dengan bumbu nuklir. Jadilah
...--Kek gitu, gambaran emosinya Shira--...
"Mesra dari mana nya? Worang lagi adu mulut noh" Balas Alfie yang biasanya kalem.
"Iya tuh, kapan mereka akur ya? Perasaan dari dulu mereka berantem mulu, padahal dari SD satu kelas mulu" Timpal Azura.
"Kelihatannya mereka emang paling sering berantem. Tapi diantara kita cuman Ellard yang paling ngerti perasaan Shira. Dan sebaliknya, Shira yang paling ngerti perasaan Ellard..." Ujar Sheril mencoba berkata dewasa.
Namun pada akhirnya. "Ouuhhh... So sweettt banget Mamah Papah kita😍"
"Aku tadi hampir percaya kalo kamu udah tumbuh dewasa lo Sher" Ucap Zuko yang masih tak percaya kenyataan di depannya.
Sheril melongos. "Salahmu gampang percaya!"
Zuko tertunduk.
Alfie mengelus pundak Zuko. "Tenang bro... Cowok emang selalu salah"
Zuko menoleh ke Alfie dengan tatapan yang percaya. "Kamu beneran Alfie? Mana Alfie kita woy! Kembaliin!" katanya sambil mengguncang guncang bahu Alfie.
"Ini beneran aku Ko..." Jawab Alfie sambil berusaha melepaskan guncangan Zuko di pundaknya.
"Ngga, ngg-"
"Dimohon untuk para penumpang, silahkan menduduki tempat duduk masing-masing, mohon tetap tenang hingga perjalanan ini sampai tujuan" Potong Pramugari, membatalkan Zuko mengheboh.
Zuko bersedekap. "Pramugari sialan!"
...****************...
Makasih banyak yang sudah mendukung😘
Maaf bila ada kesalahan kata dan penempatan karakter🙏🏻
Mohon saran nya ya....
__ADS_1
Lop yu semua❣️❣️
See you