The Kill

The Kill
Gadis Hujan


__ADS_3

Sore hari ditengah derasnya hujan mereka berkumpul di rumah Raka. Mereka duduk di sembarang tempat, mereka bingung di tengah guyuran air hujan kegiatan apa yang seru untuk mereka lakukan.


Clara :"Ini nggak ada niatan ngapain gitu kalian, gue bosen cuman rebahan di sofa!"


Raka :"Otak gue lagi buntu jadi jangan suruh gue buat mikir keras."


Clara :"Iya deh iya, ck."


Suasana kembali hening hanya ada suara hujan yang masih deras. Tidak ada yang membuka percakapan mereka, seolah-olah mereka enggan untuk berucap. Mereka hanya ingin mendengarkan gemercik air hujan. Karena merasa sunyi Rendra mulai membuka percakapan.


Rendra :"Heh kalian, daripada duduk nggak jelas mau ngapain mending sini deh gue mau cerita nih mumpung hujan kan pas sama suasananya."


Raka :"Mau cerita paan?" Jawab Raka sembari berjalan kearah Rendra.


Rendra :"Mmm, gue mau cerita tentang gadis hujan."


Nani :"Cerita romance?" Mulai berjalan mendekat ke Rendra.


Rendra :"Bukan, ini cerita serem."


Rendra :"Bentar, Ra lu gak ada niatan buat dengerin gue cerita gitu?"


Clara :"Iya... iya bentar ini juga lagi jalan."

__ADS_1


Rendra :"Can, Yas. Lu gak mau denger cerita gue apa?


Candra :"Males banget gue."


Rendra :"Dih, gitu amat! Kalau lu Yas mau dengerin cerita gue gak?"


Ilyas :"G!"


Rendra :"Sabar, sabar, sabar. Punya temen kek kulkas, dahlah!"


Hari mulai gelap tapi hujan diluar belum juga reda. Kilatan petir mengisi kekosongan hujan. Suasana semakin sunyi dan dingin, ditambah dengan suara alunan binatang-binatang kecil saat hujan.


"Ayah….ayah….!" Panggil anak perempuan.


"Ayah….ayah…! Yah jangan tinggalin Ila yah. Hiks….hiks…." Tangis anak perempuan.


"Ila gak akan nangis lagi hiks…, tapi ayah hiks….harus janji hiks...sama Ila hiks... ayah gak boleh tinggalin Ila sendiri hiks…" Ucap anak perempuan dengan sesegukan.


"Ila…, hey dengerin ayah ya, ayah gak akan ninggalin Ila." Ucapnya menenangkan.


"Ayah gak akan ninggalin Ila kan? Ayo kita pulang yah, nanti ayah sakit." Ucap lembut anak perempuan.


"Ila, ayah sehat, ayah kuat, ayah nggak akan sakit. Ayah nggak papa kok."

__ADS_1


"Ila dengerin ayah ya, tangan Ila mana coba ayah mau lihat sebentar!" Sambungnya.


Anak perempuan itu mengulurkan tangannya kepada ayahnya sambil menangis ditengah derasnya air hujan.


"Ila anak ayah yang cantik, ayah nggak akan pernah ninggalin Ila. Ayah akan selalu disininya Ila, menemani Ila biar Ila nggak kesepian." Ucapnya sembari meletakkan tangan anaknya di dada.


"Ayah nggak bohongin Ila kan?"


"Hey anak ayah bicara apa hm, memang ayah pernah bohong sama Ila?" Tanyanya.


Anak perempuan itu pun menggeleng dengan cepat dan berkata,


"Ayah nggak pernah bohong sama Ila, Ila percaya sama ayah."


Lelaki tua itu tersenyum mendengar ucapan dari anaknya.


"Ila, ayah seneng banget Ila mempercayai ayah."


"Ila, ayah lelah, ayah ingin tidur sebentar yah! Ayah akan selalu rindu kamu Ila sayang." Ucapnya semakin lirih.


Anak perempuan itu dengan polosnya menjawab,


"Ayah kalau capek pulang yuk, kita tidur bareng?"

__ADS_1


"Disinikan hujan nanti ayah sakit!" Ucap anak perempuan.


Lelaki tua itu hanya menjawab dengan senyuman, dan kemudian pandangannya mulai kabur tak terlihat lagi wajah sendu anaknya.


__ADS_2