
Suara tabrakan yang disusul dengan suara petir menggelegar. Gadis itu tertabrak oleh mobil Jeep hingga terpental, kemudian disusul dengan truk bermuatan barang yang melindas tubuh gadis itu hingga tak berbentuk. Tubuh gadis itu hancur terlindas, tangannya patah hingga tulang pada tangannya terlihat, beberapa organ tubuhnya keluar dan berceceran. Jalan yang semula dipenuhi dengan air hujan, kini dipenuhi dengan darah bercampur air hujan.
Beberapa bulan kemudian setelah kejadian kecelakaan itu, penduduk mulai gusar karena adanya terror seorang gadis yang mencari ayahnya. Penduduk setempat sangat ketakutan, apalagi jika hujan deras ketika malam hari. Gadis itu selalu mengetuk setiap pintu rumah yang ada, dengan pakaian yang basah kuyup, rambut yang basah dan berantakan, serta wajah sendu sang gadis. Para penduduk berasumsi jika terror arwah gadis itu akan datang ketika malam hari ditengah derasnya hujan. Karena ayah gadis itu meninggal di malam hari ditengah hujan dan juga meninggalnya gadis itu ketika ingin mencari ayahnya, dan di malam hari ditengah derasnya hujan.
Sampai saat ini penduduk mengenal gadis itu dengan sebutan gadis hujan dan sampai saat ini arwah gadis itu masih menjadi arwah penasaran.
'Tok... tok...tok'
Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar rumah. Mereka terkejut dan ketakutan, dan mereka memberanikan diri untuk melihat siapa yang mengetok pintu malam-malam seperti ini. Ketika akan sampai didepan pintu, tiba-tiba pintu terbuka dengan sendirinya.
'Krreekkkk…..'
Suara pintu itu terdengar mengerikan, bulu kuduk mereka berdiri. Ketika mata mereka terus memandang pintu itu, tiba-tiba terlihat bayangan sosok hitam berbadan tinggi besar yang membuat mereka semakin ngeri dan ketakutan. Ketika mereka mulai mendekati pintu itu, tiba-tiba…..
'Baaa…..'
"Aaaaaa, setan!!!!" Seru mereka serentak.
Tiba-tiba Candra muncul dari balik pintu itu dengan wajah tersenyum puas.
Candra :"Bwahahaahhh…., Aelah lu pada gitu aja takut!" Serunya.
__ADS_1
Clara :"Ah, setan lu. Gue kira tadi beneran setan g*bl*k!"
Clara :"Minta digeprek ni anak h?"
Raka :"Parah lu mah, gue hampir jantungan tau!" Serunya.
Candra :"Wah, gila ganteng, kece badai gini dibilang setan dong. Nggak like gue!!!"
Candra :"Alah…., Orang baru hampir doang belum benerankan berarti masih amanlah." Sambungnya dengan santai.
Raka :"Wah bener-bener ni anak, mau ngajak war h? Ayolah sini bye one!!"
Nani :"Alah dahlah pergi ae!!"
Candra :"Dih, napa tu bocah? Stress kali yh!"
Rendra :"Lagian lu habis pergi kemana hujan-hujan gini h?"
Candra :"Beli makanlah pake nanya lagi!"
Rendra :"Dih, gitu aja sensi pak. Ingat umur lho pak!"
__ADS_1
Candra :"Kepala kau pak, pak, pak-_-!!!"
Candra :"Itu mulutnya minta ditebas apa gimana nih?
Rendra :"Enak aja lu, mulut gue mahal ya!!"
Candra :"Halah palingan juga sepuluh ribu tigakan?"
Candra :"Itu aja yang biasa, coba kalau yang murah meriah palingan nggak sampai. Mentok-mentoknya palingan juga seribu tiga atau nggak lima ratusan!"
Candra :"True kan sama yang gue bilang? Oh tentu, siapa dulu coba-,-!"
Rendra :"Iyain aelah daripada ribut ntar kan nggak elit."
Candra :" Gini gini gue juga ganteng kali!"
Rendra :"Dih narsis bat lu."
Candra :"Bicit lu-_-."
Rendra :"Nyenyenye."
__ADS_1