
Di ruang berkumpul mereka semua sedang bersantai dan tengah sibuk dengan dunianya masing-masing. Meski masih satu ruangan namun tetap saja hening tidak satupun diantara mereka berbicara. Setelah satu jam berlalu dengan mereka yang sibuk dengan dunianya, akhirnya mereka merasa bosan dan sepi. Alih-alih mereka menatap satu sama lain namun tidak berbicara apapun, bukannya tidak ingin berbicara tetapi mereka tidak tahu ingin berbicara tentang apa. Candra yang sedari tadi menatap layar laptop entah apa yang sedang dia selancari, seketika mendongak dan menatap temannya dengan tatapan yang tidak dimengerti oleh lainnya.
Raka :"Lu tu kenapa dah natap kita kayak gitu?" ucapnya yang melihat tatapan Candra.
Candra :"Mmm….anu...itu…" ucapnya.
Raka :"Yang jelas napa sih-_-."
Candra :"Itu lho anu…" ucapnya kembali.
Raka :"Paan njir greget gua, dari tadi bilang ona anu aja." ucapnya gregetan.
Candra :"Itu lho…" ucapnya kembali.
Raka :"Cekik orang dosa nggak sih?" tanyanya pada yang lain.
Clara :"Kayaknya nih ya, kayaknya, inget kayaknya lho ya…" ucapnya menimpali.
Raka :"Nambah satu lagi, bikin greget gua." ucapnya sedikit emosi.
Clara :"Dih siapa lu? Sorry I don't know you understand!" ucapnya.
Raka :"Sok Inggris lu, giliran ada ulangan bilangnya gini, 'dihh gimini nih gui ulingin bihisi Inggris mini gui nggik bisi'." ucapnya menirukan suara Clara.
Clara :"Halah bicit lu."
__ADS_1
Nani :"Dah diem, tadi lu mau ngomong apa?" ucapnya pada Candra.
Candra :"Ini nih gua nemu tempat bagus bat dah buat liburan." ucapnya menjelaskan.
Ilyas :"Ck. Ttp." ucapnya yang tidak suka basa-basi.
Candra :"Hah?? Ngomong apa lu barusan kagak ngeh gua." ucapnya tak paham.
Rendra :"Maksud dia tuh, to the point gitu aja nggak ngerti." ucapnya mengejek.
Candra :"Lah mana gua tau kalau dia ngomong gitu, tau sendirikan gua orangnya nggak ngehan apa lagi ngomong disingkat-singkat." ucapnya menimpali.
Rendra :"Halah alesan lu nya aja yang bodoh bin lemot-,-." ucapnya mengejek.
Candra :"Dih, seenak jidat lu ngatain gua bodoh." bantahnya.
Candra :"Ck. Iya iya gua bodoh, bodoh banget malah. Dah ngalah aja daripada ribut terus." ucapnya mengalah.
Rendra :"Kalah juga lu."
Clara :"Dah jadi lu mau ngomong apa tadi?"
Candra :"Nungguin ya(人 •͈ᴗ•͈)" ucapnya.
Clara :"Sial*n lu." ucapnya melemparkan bantal sofa.
__ADS_1
Candra :"Adohhh sakit njir." ucapnya sembari mengusap wajahnya.
Ilyas :"Ekhem."
Setelah mendengar deheman dari temannya mereka menoleh ke arahnya dan kemudian dilanjutkan dengan saling pandang. Ilyas yang diperhatikan sejak tadi tidak memperdulikannya, dia memilih cuek dengan teman-temannya. Dia kembali melanjutkan aktivitasnya bermain ponsel tanpa menghiraukan tatapan teman-temannya.
Nani :"Gitu doang langsung pada diem lu."
Nani :"Ilyas mah terthe best." sambungnya sembari mengacungkan kedua jempolnya.
Ilyas yang mendengar itu hanya melirik sekilas dan melanjutkan aktivitasnya kembali. Tanpa berniat untuk menjawab ucapan Nani.
Rendra :"Eaaa, nggak direspon."
Candra :"Sakit sih tapi…." ucapnya terhenti.
Raka :"Tak berdarah. Sungguh…" ucapnya terpotong.
Clara :"Kasihan sekali kau dinda." sambungnya.
Nani :"Temen minus akhlak memang kalian semua-_-." ucapnya kesal.
ReKaCanRa :"Oh begitukah? Sungguh aku……" ucap mereka terhenti sejenak.
ReKaCanRa :"Tak peduli dan aku hanya ingin mengucapkan masa bodo!" ucap mereka serentak.
__ADS_1
Nani :"Memang temen nggak ada attitude sama sekali." ucapnya kesal.