The Kill

The Kill
Gadis Hujan #2


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian, didalam ruangan yang gelap dan hening terlihat seorang gadis terduduk meringkuk memeluk lututnya. Mata sayu tergambar jelas kesedihan dihatinya, rambut hitam panjangnya terurai hingga lantai.


Didalam dirinya seperti tidak ada semangat apapun, didalam pikirannya hanya ada laki-laki yang sangat ia sayangi yang telah meninggalkannya beberapa tahun lalu ditengah derasnya hujan terselip kesedihan dan air mata yang melengkapi dukanya.


Gemercik air hujan menghapus air matanya tapi tak pernah menghapus luka dan rasa sakitnya selama ini. Sunyi, sepi yang ia rasakan telah menjadi teman bersamanya.


"Ayah, Ila rindu ayah!"


"Ayah kapan pulang Ila kangen!"


"Ayah bohongin Ila, katanya ayah nggak akan ninggalin Ila, ayah udah janji kalau mau nemani Ila, tapi mana yah mana hiks...ayah bohong hiks...ayah Ila rindu ayah hiks...hiks...Ila kesepian!"


"AARRGGHHHH…..!!! Apa Ila yang harus jemput ayah biar ayah bisa pulang??"


"Ila rindu ayah." Ucapnya lirih dan tertidur dilantai.


Pagi hari cahaya mulai masuk kedalam cela-cela rumah, mengusik gadis yang tengah tertidur. Mengerjap-ngerjapkan mata, pandangan yang kabur berusaha ia perjelas. Terduduk di lantai kembali akan mengingat tentang suatu hal.

__ADS_1


"Pagi ayah…." Ucapnya lirih.


"Ayah tunggu Ila yh!" ….


"Ila akan mencari dan menjemput ayah." Sambungnya.


Gadis itu mulai beranjak dari duduknya, ia mulai berjalan perlahan menuju sebuah ruangan.


'Kreekkk…..'


Gadis itu mulai berjalan memasuki ruangan tersebut. Diamatinya setiap sudut-sudut yang ada, kembali mengingatkannya dengan kenang-kenangan yang mulai usang bersama dengan cerita-cerita yang indah di tahun-tahun yang lalu.


"Ayah, sebentar lagi Ila akan menjemput ayah!" Serunya kembali bergeming.


Gadis itu terduduk di kasur berwarna abu-abu, melihat dinding-dinding langit yang putih. Satu tetes air mulai kembali mengalir di pipinya mengingat masa-masa yang indah bersama ayahnya, yang sekarang tidak akan pernah bisa terjadi lagi.


"Ayah, Ila rindu semuanya. Kenapa semuanya tidak bisa dilakukan lagi?" Lirihnya dengan pipi yang basah.

__ADS_1


"Atau mungkin Ila harus jemput ayah? kalau Ila udah ketemu ayah, Ila bisa kembali mengulang semuanya yang pernah kita lalui bersama dengan bahagia." Sambungnya kembali.


Gadis itu kemudian bangkit dari duduknya, berjalan keluar kamar ayahnya. Ia berjalan menuju luar rumah dengan sayup. Beberapa saat kemudian, kini ia telah berada disebuah tempat dimana tempat tersebut adalah tempat terakhir kali ia melihat ayahnya.


"Ayah, sebentar lagi Ila akan menjemput ayah. Tunggu Ila yah!" Serunya.


Setelah beberapa saat kemudian rintik-rintik hujan mulai turun, perlahan mulai deras. Gadis itu hanya diam ditengah derasnya air hujan, seakan-akan ia kembali mengulang kejadian beberapa tahun yang lalu bersama ayahnya dan ditempat yang sama juga. Ia hanya berdiri mematung, entah apa yang akan ia lakukan ditengah derasnya hujan.


"Ayah, tunggu Ila menjemput!!!" Serunya.


Gadis itu berjalan kembali menuju jalan raya yang hanya ada beberapa kendaraan yang melintas di saat hujan.


Sebuah mobil Jeep melaju dengan kencang menerjang derasnya hujan. Gadis itu tak memperdulikan mobil yang melaju dengan kencang, ia tetap berjalan lurus tanpa ada rasa takut. Dari arah yang berlawanan sebuah truk dengan muatan barang juga melintas. Suara berbagai klakson berbunyi memberi isyarat gadis itu. Ila tetap terus berjalan tanpa menghiraukannya.


'Brakkkk….'


'Jedeeerrrrr ……'

__ADS_1


__ADS_2