The Power Of Armage

The Power Of Armage
DIMENSI LAIN


__ADS_3

      "Sepertinya kita sudah cukup jauh dari kakek itu mage...Ayo kita hentikan teleportasi ini!!.Kita juga hampir kehabisan tenaga karena terus-menerus melakukan teleportasi."Ucapku denga sedikit kelelahan.


      "Kau benar juga arma...Ayo kita berhenti dan beristirahat dulu disini."Ajak mage kepadaku.


      "Ide bagus mage..."Balasku.


      "Jadi bagaimana mage...apa rencana kita setelah ini??."Tanyaku pada mage.


      "Sekarang kita harus mencari pedang bangsa amerta arma..."


      "Kalau begitu tunggu apa lagi..kita tidak usah membuang waktu lagi disini.Sudah cukup istirahatnya."Ucapku bersemangat.


      "Tapi tidak ada yang tahu dimana bangsa amerta berada."Jelas mage sambil sedikit menundukkan kepalanya.


      "Tapi saat itu kamu pernah bilang bahwa pedang bangsa amerta terletak di kawah gunung di luar pulau ini."Ucapku mencoba mengingat perkataan mage saat itu.


      "Kau benar arma...pedang itu terletak di luar pulau ini.Tapi masalahnya sekarang...Tidak ada seorang pun yang tahu dimana ujung pulau ini."Ucap mage dengan sedikit kecewa.


      "Kita tidak boleh menyerah mage...kita harus terus menyusuri pulau ini dan menemukan ujung dari pulau ini."Ucapku dengan sangat bersemangat.


      "Kau benar juga arma....Kita harus tetap berjuang."Mage kembali terlihat bersemangat.


      "Kalau begitu tunggu apa lagi mage...ayo kita segera berangkat."Ajakku bersemangat.


      "Ayo arma...."Ucap mage sambil memamerkan senyum manisnya.


Aku dan mage terus menyusuri hutan dengan berjalan kaki.Tenaga kami tidak cukup kalau harus melakukan teleportasi.Teleportasi akan kami lakukan apabila ada keadaan darurat nantinya.Sejauh ini belum tampak tanda-tanda bahwa kami sudah sampai diujung pulau.Disekeliling kami pemandangan masih berupa pepohonan hutan yang lebat dan disertai semak belukar yang menjuntai di mana-mana.


      "Bagaiana ini mage...sudah cukup lama kita berjalan, tapi belum nampak tanda-tanda kita diujung pulau.Malahan sepertinya kita hanya berputar-putar dihutan ini."Ucapku sedikit patah semangat.

__ADS_1


      "Kau benar mage...menurut legenda, tidak ada seorang pun yang dapat keluar dari hutan ini, karena tidak ada yang pernah tahu jalan keluarnya."Ucap mage menjelaskan.


      "Sreetttt...."Suara dari balik semak itu mengagetkanku.


      "Suara apa itu mage...??."Tanyaku kaget.


      "Aku juga gak tau arma..."Jawab mage sambil terus waspada.


      "Sreet....sreett..."Suara itu semakin mendekat kearah kami.


      "Jdug...jdug..jdug..."Seekor hewen dengan cepat berlari dan menerjang kearah kami.Dengan sigap kami berdua melompat kesamping menghindari serangan hewan tadi.


Aku tidak tahu hewan apa itu.Badan hewan itu seperti badak.Tetapi dia memiliki belalai yang panjang, ditambah lagi dia memiliki dua tanduk tajam dikepalanya.


      "Jdug...jdug....jdug..."Hewan itu kembali berlari menerjang kami.


      "Kita tidak boleh diam terus mage...kita harus menyerang hewan itu."Ucapku kepada mage.


      "Kau benar arma....Ayo kita serang hewan itu."Ajak mage bersemangat.


Mage dengan cepat segera berlari kearah hewan itu.Aku mengikuti mage dan berlari tepat dibelakang mage.Hewan itu tidak mau kalah,dengan cepat juga dia berlari kearah kami dan bersiap-siap menanduk mage.Dengan cepat mage melakukan teleportasi dan berpindah tempat.Aku yang tadi berada dibelakang mage segera meninju hewan itu dengan sangat keras.Hewan itu pun terpental menumbur jauh pepohonan.


      "Kita berhasil mage..."Ucapku sangat senang kepada mage.


      "Iya arma...."Mage juga terlihat amat senang.


Tetapi entah kenapa, tanah disekitar kami mulai bergetar kencang.Ternyata hewan itu belum mati.Hewan itu kembali bangkit dan berubah menjadi sangat besar.Besar hewan itu sekarang melebihi seekor gajah.Dia kembali berlari dan menerjang kearahku.Saat dia berlari getaran gempa mulai timbul dimana-mana.Dengan cepat aku dan mage melakukan teleportasi.Aku mengarahkan teleportasiku tepat diatas hewan itu.Saat tepat diatas hewan itu, aku segera meninju punggung hewan itu dengan sangat kuat.Tapi percuma, hewan itu sama sekali tidak bergerak saat menerima pukulan dariku.Kekuatan hewan ini sudah bertambah berkali-kali lipat sekarang.Hewan itu terus berlari menyerang dengan menanduk dan ingin menginjak kami, untung saja semua serangan hewan itu dapat kami hindari.Aku dengan cepat berlari kedepan hewan itu dan ingin membalas serangannya.Aku melompat tinggi keatas dan berniat ingin meninju kepala hewan itu.Namun saat aku tepat di depan hewan itu dan bersiap ingin memukul, hewan itu mengeluarkan semburan berbentuk bola angin dari dalam belalainya.Semburan bola angin hewan itu tepat mengenai tubuhku,dan menyebabkan tubuhku terpental jauh kebelakang dan terjatuh.


      "Hewan itu cukup sulit dikalahkan mage."Ucapku sambil mulai kehabisan tenaga.

__ADS_1


      "Kau benar arma....Sekarang saatnya aku yang gantian menyerang hewan itu."Ucap mage seraya mengeluarkan pedang peraknya.


Mage dengan cepat berlari kearah hewan itu dan kemudian dengan cepat melakukan teleportasi keatas hewan itu.Sekarang mage sudah naik menunggangi hewan itu dan bersiap untuk menancapkan pedang peraknya ke tubuh hewan itu.


      "Tekkkk...."Tusukan pedang mage tidak mampu untuk menembus kulit hewan itu.Hewan itu pun segera menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan sangat kencang, sehingga mage terjatuh dari punggung hewan itu.Tubuh kecil mage jatuh menghantam tanah dengan keras.Dengan cepat hewan itu mengangkat kakinya dan bersiap ingin menginjak tubuh kecil mage.


      "Seettttt....."Dengan cepat aku melakukan teleportasi menuju kearah mage dan segera berteleportasi untuk  membawa mage pergi.


      "Untung saja...terima kasih arma."Ucap mage dengan sedikit khawatir.


      "Sama-sama mage..."Ucapku dengan sedikit tersenyum.


Kami kembali bersiap untuk melawan hewan besar itu, tapi entah kenapa tiba-tiba hewan itu mulai mengambil nafas panjang.Belalai hewan itu diarahkan pada kami.Tarikan nafasnya sangatlah kuat.Pohon-pohon disekitar hewan itu mulai tersedot masuk kedalam belalai panjangnya.Lama-kelamaan belalai itu mulai menyedot kami berdua.Sedotan itu semakin lama semakin kuat.Kami bersiap-siap melakukan teleportasi untuk segera berpindah tempat.Tapi entah kenapa saat dalam sedotannya kami tidak bisa melakukan teleportasi.Akhirnya kami dengan sekuat tenaga menahan sedotan hewan itu agar kami tidak tersedot masuk kedalam belalainya.Pertahanan kami semakin lama semakin melemah.Kami pun mulai terbang terbawa oleh sedotan hewan itu.


      "Sluupppp..."Kami berdua pun masuk kedalam belalai hewan itu.


Kami pun sudah pasrah dan hanya bisa menutup mata.


                         🔰🔰🔰


      Sekarang kami mungkin masuk kedalam perut hewan besar itu.Tapi alangkah kagetnya kami saat membuka mata kami.


      "DIMANA KITA MAGE?!!."Teriakku kaget.


Entah berada dimana kami sekarang.Aku kira kami akan masuk kedalam perut hewan itu.Tapi ini bukanlah perut hewan.Semua pemandangan disini hampa dan seperti tidak ada ujungnya, hanya menyisakan warna putih dimana-mana tanpa ada benda sama sekali disini.


      "Aku juga tidak tahu kita berada dimana sekarang arma....Tapi mungkin kita berada di dimensi lain."


                          🔰🔰🔰

__ADS_1


__ADS_2