The Power Of Armage

The Power Of Armage
SATU SYARAT


__ADS_3

      Ratusan ribu bangsa amerta itu dengan cepat menyerang kami berdua dengan serentak.Pinggiran laut saat ini menjadi sangat ramai karena serangan mereka.Aku dan mage berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi mereka semua.


     “Sleeppp..”Mage mulai mengeluarkan pedang peraknya dan melakukan teleportasi untuk kembali menyerang mereka semua.Aku pun tak mau kalah, aku pun segera dengan cepat menarik nafasku dalam-dalam dan menyemburkan seribu pisau air.Akibatnya puluhan dari mereka terluka dan jatuh tersungkur oleh seranganku.Begitu juga dengan mage, dia juga telah berhasil membunuh puluhan bangsa amerta itu dengan teleportasi dan tebasan pedangnya.Aku kemudian juga melakukan teleportasi dan menyerang mereka.


      “Seettttt.,.”Aku dengan cepat berteleportasi ketengah-tengah mereka dan meniupkan semburan badai.Mereka pun akhirnya luluh lantah oleh tiupan badaiku barusan.Aku dengan cepat kembali bertelaportasi dan menghantamkan tinjuan penghancur segala dengan bertubi-tubi.Akibatnya ratusan bangsa amerta kini sudah mati ditangan kami berdua.Memang jurus berteleportasi dan menyerang adalah hal yang paling ampuh untuk menghadapi mereka semua.Aku dan mage kemudian kembali berteleportasi bertemu disatu tempat.


      “Kita berhasil membunuh ratusan dari mereka mage.Tapi sepertinya ini akan membuang banyak tenaga.Mereka seakan tidak ada habisnya.”Ucapku mulai kehabisan tenaga.


      “Kau benar arma...kita hanya buang-buang tenaga disini.Ayo kita berteleportasi masuk langsung kedalam.”Ajak mage kepadaku.


      “Ide bagus mage.....ayo...!!.”Ucapku semangat.


Dengan cepat kami berpegangan tangan dan melakukan teleportasi masuk kedalam daerah mereka.


      “Sleepp..”Kami pun tiba tepat dipusat daerah kekuasaan mereka.


      “Seettttt....”Ribuan busur panah dari atas bangunan didepan kami kini sudah tepat mengarah kepada aku dan mage.Aku tidak menyangka akan disambut dengan anak panah disini.


      “Berani-beraninya kau masuk kekawasan kami....!!!.”Teriak seseorang yang kemudian loncat dari atas bangunan itu dan membawa sebuah pedang.Tubuhnya dua kali lebih besar dari pada tubuhku dan terlihat sangat berotot.


      “Ternyata benar....bangsa amerta juga berwujud seperti manusia.”Gumamku lirih.


      “Kau harus menerima akibatnya....!!!!.”Teriak orang itu marah.


Belum sempat kami menjawab, dia dengan cepat menyerang kearah kami.Walaupun tubuh dia besar, tetapi serangan dia sangat cepat,sekejap dia pun sudah berada di depanku dan menebaskan pedangnya kearah kami.


      “Ctinnggg....”Mage melompat dan kemudian menahan serangan pedang orang itu.Ternyata tenaga mage tidak cukup kuat untuk menahan serangan itu, mage pun terpental jauh kebelakang.Mage terlihat terjatuh dan tidak sadarkan diri.Dengan cepat orang itu kembali mengayunkan pedangnya kearah ku.Dengan cepat aku segera melakukan teleportasi untuk menghindari serangan orang itu.


      “Ohhh....kekuatan teleportasi ya...”Ucap orang itu sambil tersenyum meremehkan.


      “Kau tidak akan mengalahkanku hanya dengan jurus teleportasi payahmu itu!!!Sepertinya aku tidak memerlukan pedang ini untuk mengalahkanmu....aku akan menggunakan tangan kosong.”Orang itu kembali tersenyum sombong.


Seakan tidak mendengar perkataannya, aku dengan cepat melakukan teleportasi tepat dibelakangnya, dan dengan cepat menyemburkan seribu pisau air.Akibatnya tubuh orang itu terkena dengan telak pisau airku.Tapi jurusku barusan sama sekali tidak mempan pada tubuhnya.


      “Hahaha.....rasanya geli...”Orang itu kembali tertawa sombong.


Aku tidak menyerah begitu saja,aku kembali berteleportasi mendekati tubuh orang itu dan meninjunya dengan sangat keras.Tapi itu juga percuma.Badannya tidak goyah sedikit pun.


      “Ternyata dia lebih kuat daripada kakek tua saat itu.”Gumamku lirih.


      “Sudah...???!!.Sudah puas kau menyerang..??!!.”Teriak orang itu keras.


      “Kalau begitu giliran aku yang menyerang.....!!!.”


      “Jduugggg.....”Tendangan orang itu tepat mengarah ditubuhku.Tubuhku pun terpental jauh kebelakang.Belum puas dengan tendangan barusan, dia dengan sangat cepat bergerak kembali kearahku dan meninjuku dengan sangat kuat kebawah yang menyebabkan menimbulkan lobong ditanah. Aku pun terkapar tak berdaya.

__ADS_1


      “Heyy kalian semua...bawa dua orang penyusup ini kehadapan ratu...!!!.”Teriak orang itu kepada pengawalnya.


Aku mulai terpejam tidak sadarkan diri.Tubuhku rasanya hancur lebur tak berdaya.Perlahan mataku pun mulai menutup.


                             🔰🔰🔰


      “Aku dimana...?.”Ucapku mulai sadar dan membuka mata.


Tubuhku dileletakkan begitu saja di tempat ini, serta tanganku dikat kebelakang dengan kuat, ditambah lagi ditanganku dipakaikan sebuah gelang.Aku tidak tahu untuk apa gelang itu.Sekarang aku sepertinya berada didalam kerajaan bangsa amerta.Tepat didepanku sekarang terdapat singgasana, mungkin itu singgasana ratu bangsa amerta.Aku juga telah dikelilingi oleh...entah siapa mereka, mungkin saja mereka para pembesar kerajaan.


      “Mage...!!!.Sadarlah mage!!!.”Teriakku keras saat menyadari mage masih terikat tidak sadarkan diri disampingku.Aku juga melihat gelang yang sama ditangan mage,seperti yang di pakaikan ditanganku.


      “Heyyy....!!!.Diam kau!!!.”Bentak orang yang mengalahkanku tadi.


      “Sebentar lagi ratu akan tiba disini!!.Dan bersiaplah mendapat keputusan hukuman dari ratu!!.”Ucap orang itu galak.


Benar saja, tidak berselang lama,seseorang berjalan kearah singgasana itu dengan ditemani dua pelayan wanita.


Aku kembali melihat kearah mage.Tampaknya mage sudah mulai terlihat sadarkan diri.


      “Arma...apa yang terjadi??.”Tanya mage bingung.


      “Kita berhasil ditangkap mage...”Jawabku singkat.


      “Hey cezar..!!!.Apakah ini dua orang yang kamu bilang penyusup??.”Tanya ratu kepada orang yang mengalahkanku tadi.


      “Ternyata nama orang yang menghajarku itu cezar.”Gumamku lirih.


      “Benar ratu...”Jawabnya sopan dan dengan sedikit tertunduk.


      “Dan itu makhluk kecil apa....!!.Menjijikkan sekali makhluk kecil itu...”Ucap ratu itu sambil menunjuk kearah mage.


      “Aku tak suka makhluk kecil.Singkirkan dia dari hadapanku sekarang..!!!.”Teriaknya kencang.


      “Baik ratu...”Jawab cezar ramah.


Dengan kasar,cezar menyeret tangan mage yang terikat.


      “Jangan kasar terhadap mage...!!!.”Teriakku kencang.


Seakan tidak mendengarkan omonganku,cezar tetap menyeret mage tanpa ampun.


      “Dan sekarang......hukuman untuk kalian berdua adalah.....MATI...”Ucap ratu itu kepadaku.


Aku terdiam membisu mendengar kata-kata ratu itu barusan.Aku tidak sanggup menjawab apa-apa.

__ADS_1


      “Pengawal...!!.Segera siapkan hukuman pancung untuk mereka...!!.”Teriak ratu itu kencang.


Aku kembali diseret oleh para pengawal ratu itu dan dibawa kesuatu tempat.Aku bersiap melakukan teleportasi ketempat mage dan berencana untuk melarikan diri.Tapi entah kenapa aku tidak bisa melakukan teleportasi.


      “Apa mungkin gara-gara gelang ini aku tidak bisa melakukan teleportasi?.”Gumamku lirih.


Aku pun kemudian berniat menyerang pengawal yang menyeretku tadi dengan semburan seribu pisau air.Aku pun menarik nafas dalam, dan kemudian menyemburkannya.Tapi entah kenapa, aku juga tidak bisa memakai jurus itu.Mungkin.... Gelang ini adalah gelang untuk membatasi segala jenis jurus.


      Aku pun sekarang sepertinya sudah sampai ditempat yang mereka tuju.Sebuah tempat yang mengerikan dengan beberapa alat pemenggal kepala.Alangkah kagetnya aku saat melihat mage sudah berada disana dan siap untuk dipenggal.


      “Mage......!!!.”Teriakku histeris.


      “Arma....tolong aku.”Teriak mage ketakutan.


      “Percuma kau minta tolong dengan laki-laki..dia juga akan dipenggal disini!!.”Sentak cezar kencang kepada mage.


      “Bagaimana cezar??.Apakah sudah siap??.”Ucap ratu yang baru datang ketempat ini.


      “Sudah ratu...”Jawab cezar sopan.


      “Kalau begitu tunggu apa lagi...segera bawa laki-laki ini ke alat pemenggal itu.Dan penggal kepala mereka semua.”Perintah ratu itu.


Aku pun kembali diseret kearah alat pemenggal itu.


      “Tapi tunggu dulu....lebih baik kita penggal dulu kepala makhluk kecil menjijikan itu.”Tunjuk ratu itu kepada mage.


      “Baik ratu....”Jawab cezar singkat.


      “Jangan ratu.....aku mohon bebaskan kami.Tujuan kami kemari hanya hendak mencari pedang bangsa amerta.”Ucapku memohon.


      “Apa...??Pedang???.”Tanya ratu itu heran.


      “Iya ratu....maafkan hamba...”Ucapku memohon.


      “Ada bahaya di negeri kami, sehingga kami membutuhkan pedang itu.”Jelasku kepada ratu.


      “Baiklah kalau begitu....kau boleh mendapatkan pedang itu dan kalian akan aku bebaskan, tapi dengan satu syarat.”Ucap ratu itu.


      “Apa syaratnya ratu??Pasti akan aku lakukan.”Ucapku yakin.


      “Syaratnya...kamu harus menikah denganku!!.”


      “Apaaaa...??!!.”Aku berteriak kaget.


                              🔰🔰🔰

__ADS_1


__ADS_2