
Aku pulang dengan perasaan sangat kesal,karena kejadian disekolah tadi.Tapi disisi lain aku senang karena aku bisa bertemu dengan Mage.Entah kenapa aku merasa bahagia kalau melihat kurcaci putih kecil itu.Tapi ada satu hal lagi yang masih menjadi pertanyaan.Siapa sebenarnya aku....apa mungkin ini berkaitan dengan kematian ayahku dulu.Berarti kalau gitu, ibu masih menyembunyikan sesuatu tentang ayah.Aku harus bertanya lagi kepada ibu.
Aku berlari kencang menuju rumah dengan menyimpan seribu tanda tanya.Dari kejauhan aku sudah bisa melihat rumahku.Aku segera mempercepat lariku.
“Bu....ibu.....!!.”Aku berteriak kencang saat baru memasuki pagar rumahku.
“Ada apa arma...??kenapa kamu teriak-teriak begitu??.”Ibuku terlihat sangat kaget melihat tingkahku barusan.
“Bu....tolong ceritakan dengan lengkap semua tentang ayah!!.”
Muka ibu seketika menjadi pucat karena pertanyaanku barusan.
“Se....sebenarnya ibu juga tidak tahu siapa ayah sebenarnya.Tapi.........”Suara ibu terhenti.
“Tapi apa bu??!!.”Aku semakin tidak sabar mendengar semua penjelasan ibu.
“Tunggu sebentar disini arma..!”Ibu segera masuk kerumah dan meninggalkan aku sendiri di teras ini.
Tidak beberapa lama ibupun keluar dari rumah dan membawa sebuah kotak kuno yang kecil.
“Ambil ini...!!”Ibu menyodorkan kotak kuno itu.
Aku membuka kotak kuno itu.Sebuah kotak kecil yang terbuat dari kayu dan terdapat ukiran-ukiran kuno diatasnya.
“Kalung??!!”Teriakku kaget.
“Iya arma...kalung itu diberikan ayahmu tepat sebelum kamu lahir.Kata ayah kalung itu lah yang nantinya akan menjagamu.”Jelas ibu kepadaku.
__ADS_1
“Saat umur kamu baru satu bulan,Ibu merasa kalau kamu gak butuh sama kalung itu.Ibu berpikir bahwa ibu juga bisa menjagamu.Akhirnya Ibu buang kalung itu kesungai.Tetapi keesokan harinya kalung itu sudah kembali berada di kamar ibu.”Jelas ibu.
Aku kembali memandangi kalung itu.Sebuah kalung permata dengan bandul berbentuk bintang. Sisi depan kalung itu tertulis huruf A, dan sisi belakang tertulis huruf M.Serta disalah satu ujung bintang itu terdapat sebuah lubang kecil.Aku tidak tahu untuk apa itu.Tapi mungkin aja itu peluit.Aku yakin ini adalah kalung yang pernah disebut oleh mage saat itu.
“Bu....aku harus pergi sekarang.Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.”Aku segera berlari keluar tanpa terlebih dulu mendengar jawaban ibu sambil terus menggenggam kalung itu.Saking semangatnya,aku tidak memerhatikan sekeliling.
“Jederrrrr......”Tubuhku terpental kesamping tertabrak oleh mobil.Mobil itu segera ngebut meninggalkan aku.
“Armaaaa......!!!”Suara ibu masih terdengar jelas di telingaku, tetapi perlahan mulai menghilang.Penglihatanku juga perlahan mulai gelap.Mataku terpejam.PINGSAN.
🔰🔰🔰
“Mage...???”Aku terkejut melihat siapa yang dihadapanku sekarang.
“Maaf pangeran.....Ada bahaya disini.Makannya aku segera membawa pangeran kesini.”Ucapnya dengan sangat cemas.
“Tetapi tubuhku masih ada diduniaku sekarang.Berarti disana tubuhku tanpa raga?.”Aku sangat cemas memikirkan keadaan tubuhku disana.Pasti nanti ibuku mengira bahwa aku sudah mati.
Aku sedikit lega mendengar penjelasan mage barusan.
“Tapi tunggu dulu....Kalung!!!!Kalungku hilang...!!!.”Aku berteriak kaget saat menyadari kalung yang aku genggam tadi sudah tidak ada ditangan.
“Pasti kalung itu terjatuh saat aku kecelakaan tadi.Akhhhh.....dasar bodoh...kenapa aku tidak memakainya dulu tadi.”Teriakku kesal kepada diriku sendiri.
“Maksud pangeran kalung permata klan armage??!!.”Mage terlihat lebih kaget daripada aku.Pasti ada sesuatu yang gawat kalau kalung itu hilang.
“Aku tidak tahu nama kalung itu.Mungkin itu memang kalung yang kamu maksud.”Aku tertunduk lemas menyaksikan semua kecerobohan ini.
__ADS_1
“Tenanglah pangeran....aku akan membantu pangeran menemukan kembali kalung itu.”Ucap mage menghiburku.
“Baiklah mage....terima kasih.”
“Sama-sama pangeran.”Senyum kecil mage kembali mengambang di pipinya.
“Oh iya mage....tadi kamu bilang kalau disini sedang ada masalah besar.Apa itu??.”Tanyaku penasaran.
“Begini pangeran...sebelum aku menceritakan masalahku kepada pangeran,alangkah baiknya pangeran mengetahui tentang seluruh tempat ini,tentang para kurcaci,termasuk tentang siapa pangeran sebenarnya.”Mage menatapku dengan serius.
“Itu yang aku tunggu-tunggu.Ayo cepat ceritakan mage.”Desakku kepada mage penasaran.
“Tapi tunggu dulu pangeran.Kalau aku bercerita disini,rasanya agak kurang nyaman.Karena akan menghabiskan waktu yang panjang untuk menceritakannya.Sekarang aku akan membawa pangeran kesuatu tempat.”Mage tersenyum kecil kepadaku.
“Baiklah mage...tunggu apa lagi.Ayo kita kesana sekarang!.”Aku segera melangkahkan kakiku pergi dan mendahului mage.
“Tunggu pangeran!! Pangeran lupa kalau aku bisa teleportasi??.”
Aku sangat malu mendengar kata-kata mage barusan.Bagaimana mungkin aku bisa lupa.
“Hehehe....iya ya, aku lupa.”Ucapku sambil tersenyum malu kepada mage.
“Ayo pangeran...pegang tanganku!.”Mage kembali menjulurkan tangan kecilnya.
“Oke pangeran.....Satu ...dua...tiga....”
Sekejap kami pun menghilang.
__ADS_1
🔰🔰🔰