The Rose - Jung Jaehyun

The Rose - Jung Jaehyun
26. Break.


__ADS_3

...


Nara dan Jaehyun hanya saling memandang setelah sampai di apartement Nara.


Nara sempat merasa iba melihat Jaehyun yang awalnya ingin sekali mendapat persetujuan Ayahnya namun...


Pria Jung tersebut sudah jelas sekali menolak secara halus...


Nara berusaha menampilkan senyumannya pada Jaehyun.


" Kita masih punya banyak waktu Jae... "


Jaehyun hanya menundukkan kepalanya.


" itu karena kamu gak tahu rencana papah aku sebenarnya... makanya aku ingin mengenalkanmu padanya lebih cepat aebelum dia yang membawa perempuan lain untuk diperkenalkannya padaku... "


Jaehyun menghembuskan napasnya kasar terlihat sedih.



Dan hal itu benar-benar membuat Nara kasihan padanya, Nara mendekati Jaehyun lalu memeluknya.


" kamu bisa yakinin papah kamu pelan-pelan Jae... atau mungkin aku juga perlu memulai pendekatan dengan Ayahmu walau aku tak yakin itu akan berhasil "


Jaehyun menatap Nara " tunggu aku... " ujar Jaehyun yang membuat Nara mengerutkan keningnya.


" beri aku waktu biar Papah bisa percaya pada keputusanku... "


Nara mengangguk " it's okay lagian bener juga kata papah kamu, kita masih diumur yang sangat muda untuk ke jenjang yang lebih serius "


Nara juga heran dari kemarin Jaehyun kaya pengen cepet gitu itu ke jalan yang lebih serius padahal umur mereka aja masih remaja dan kuliah aja masih lama lulus.


Dan seperti biasa Jaehyun tak suka dengan kalimat Nara barusan.


" jangan pergi ninggalin aku... " Jaehyun menggenggam erat tangan Nara dan Nara mengangguk sambil mengusap kepala Jaehyun.


...


Nara mengecek emailnya sejak tadi ia menunggu siapa yang akan menjadi dosen pembimbingnya.

__ADS_1


Ia mengambil kimia dan ia harap dosen pembimbingnya tidak terlalu ekstrim.


Setelah membacanya Nara tersenyum.


Kim Minseok.


Dosen muda yang terkenal ramah.


" syukurlah... kalau kamu siapa ? " tanya Nara pada Jaehyun yang masih terlihat banyak pikiran.


" Jae ? Jaehyun!? " suara teriakan Nara membuat lamunan Jaehyun terganggu.


" hm ? "


" sebenarnya kamu ada masalah apa sih ? Sini cerita siapa tau aku bisa bantu "


Jaehyun menggelengkan kepalanya, ia melihat jam yang melingkar ditangannya.


" aku ke kantor papah aku bentar ada yan mau diomongin "


" Jae jangan maksain kalau papah kamu gak setuju... jangan sampai kalian bertengkar karena aku.. "


Saat memasuki area kantor sebagian pekerja yang mengenalnya langsung menundukkan kepalanya 90 derajat, menyapa Jaehyun dengan kalimat " selamat siang tuan Jung Jaehyun "


Tapi pria tersebut tak membalas seperti biasanya ia berjalan dengan cepat menuju lift dan menekan angka 23 khusus untuk CEO dengan kasar.


Setelah lift terbuka Jaehyun langsung membuka pintu kantor Papahnya namun sekertaris menghalanginya.


" Papah mu sedang ada tamu "


Tapi Jaehyun tak perduli ia langsung mendorong sekerteris yang ia kenal sejak kecil itu.


Lalu membuka pintu tersebut dan dapat ia lihat seorang wanita cantik yang sangat tidak asing baginya mungkin Jaehyun pernah melihatnya tapi tak tahu dimana.


Wanita tersebut sedang berbincang dengan Papahnya.


" ah kebetulan Jaehyun datang, biar Jaehyun yang mengantarkanmu kembali ke rumah sakit, sekalian dia bertemu dengan Ibumu nyonya Lee. Saya yakin nyonya Lee sangat senang melihat calon menantunya "


" siapa bilang aku mau mengantarnya ? Justru aku kesini ingin mempertegas segalanya pada dia " Jaehyun menatap wanita tersebut.

__ADS_1


" aku.. aku sudah punya pacar jadi aku tak bisa menerima pertunangan ini, pah kan aku sudah menjelaskan semuanya pada papah kemarin malam! " Bentak Jaehyun pada tuan Jung.


" aku mengenal baik pacarmu, namanya Kim Nara kan ? Aku tak apa-apa aku yakin kalau dia diberi penjelasan dia akan mengerti mengapa kita harus bertunangan, iyakan Om ? "


Dan tuan Jung hanya mengangguk pelan. " kau harus mengenalnya dulu baru menolak.. Papah yakin kau lebih suka anak nyonya Lee dari pada Nara "


" sudah aku jelaskan kemarin malam bahkan aku mengajak Nara untuk datang menemui Papah! Cuman Nara! Dan gak bakal ada yang lain! Apa lagi dia! "


" nak, lebih baik kau ke rumah sakit terlebih dahulu biar sekertarisku yang mengantarkanmu saya akan berbicara dengan Jaehyun sebentar "


Dan wanita tersebut hanya mengangguk lalu meninggalkan Ayah dan anak yang akan berdebat.


" Duduk biar kita bicarakan ini baik-baik Jaehyun... " Tuan Jung menyuruh anak satu-satunya itu untuk duduk dan Jaehyun menurut.


" nyonya lee sudah membantu kita sejak dulu, tanpa nyonya lee papah bukan apa-apa, dan karna nyonya lee kau bisa menikmati kekayaan sampai sekarang... mobil black card apartement yang kau beli secara diam-diam, villa yang kau beli tanpa sepengetahuan papah.. "


Dan Jaehyun hanya menelan ludahnya.


" bahkan uang yang kau pakai untuk membantu membiayai Nara secara diam-diam ... kau pikir papah tidak tahu apa-apa ? Papah tahu semuanya tapi, papah percaya padamu...  tanpa nyonya lee kau tidak bisa melakukan itu sekarang... "


" dan maksud papah, ini saatnya membalas budi pada nyonya lee dengan bertunangan sama anaknya tadi ? "


Tuan Jung mengangguk membuat Jaehyun tak percaya.


" tapi aku tidak mau.. "


" kau menolak terpaksa Papah akan menarik semua fasilitasmu "


" pah! "


" apa perlu papah juga bilang pada Nara kalau selama ini, beasiswa yang ia terima itu dari kamu ? Walau kamu yang meminta tolong pada tuan Jeon secara langsung ? "


" pah! "


" makanya turuti kemauan Papah sekali ini saja, lagian Nara tak punya apa-apa... kamu anak satu-satuku apa kata kolega lainnya kalau kamu menikah dengan Nara ? "


...


Hayuu tebak siapa Calonnya wkwkwk

__ADS_1



__ADS_2