The Secret Of The Forbidden Forest

The Secret Of The Forbidden Forest
CHAPTER 4 : ARIA'S BROTHER AND ABOUT CARLOS


__ADS_3

"Ka-Kak Dimana- Kamu...?"


"William...?"


"William! Kau Tidak Apa Apa?!?! Apakah Masih Sakit?! Mereka Apakan Kamu Sampai Sekarat?! William Kau Sudah Makan?? Kau Sudah Minum?? Kamu Sudah Bisa Cuci Baju Sendiri Kah? Apa Kau Masih Butuh Kakak?? William Jangan Tinggalkan Kakak!!!" Kata Aria Dengan Cepat Dan Wajah Super Cemas.


"Kak- Kau Berlebihan, Kan?" Kata William Dengan Wajah Agak Heran Dengan Reaksi Kakaknya. "Berlebihan Apanya?! Kau Adalah William Der Beschützer! Adikku! Umurmu 8 Tahun! Berat Badanmu 26kg! Tinggimu 128cm! Makanan Kesukaanmu Pie Labu! Hobimu Memasak! Kau Sangat Menyukai Bela Diri! Kau Anak Yang Baik Dan Sangat Rajin! Apa Yang Tidak Aku Ketahui Coba?!" "Kak...Kau Bermaksud Mempermalukanku  Dengan Membongkar Aibku?" Tanya William Dengan Wajah Agak Heran Dengan Kata Kata Aria. "Eh??".

__ADS_1


Aria Yang Mendengar William Mengatakan Itu Tiba Tiba Menjadi Suram, William Yang Agak Khawatir Dengan Kakaknya Pun Menghela Napas Dan Mengelus Kepala Kakaknya "Cup Cup... Anak Baik Nggak Boleh Nangis Loh, Kak" Kata William Untuk Membujuk Kakaknya. "Hei... William" "Kak?" "Apa Kakak Menyebalkan?" "Apa Yang Kakak Katakan-" "Kakak Menyebalkan, Kan?" "Tentu Saja Tidak, Kak!" Kata William Dengan Tegas. "Terima Kasih, William, Kakak Pikir Kau Akan Membenci Kakak Karena Kakak Telat Menjemputmu, Padahal Kau Sudah Sekarat, Tapi Aku Malah Telat Menjemputmu..." "Kak! Cukup! Kakak Tidak Boleh Menangis! Jika Kakak Menangis Mama Dan Papa Juga Akan Sedih!" Kata William Untuk Membujuk Aria.


"Omong Omong, Kita Mau Kemana Kak? Dan Siapa Kalian Berdua...?" "Ah! Mereka Adalah Teman Kakak, Mereka Yang Membantumu Tadi" Kata Aria. "Salam Kenal Namaku Sylvian Lorestia" "Salam Kenal Namaku-" "Ah..! Na-Namanya!" "Salam Kenal Namaku Hemlock Der Mörder" Hemlock Menyela Aria Dengan Menyebut Nama Aslinya. "Hemlock Der Mörder? Hemlock Yang Dijuluki Pembunuh Berhati Hitam Itu?" Tanya William. "Padahal Aku Tidak Membunuh Mereka, Toh Cuman Kubuat Pingsan Dua Minggu Kok" Gumam Hemlock. "Benarkan Kataku! Hemlock Itu Tidak Mungkin Membunuh Orang! Hanya Mereka Yang Berlebihan!" Kata William, Hemlock Yang Terkejut Mendengar Kalau William Mendengar Gumamnya Pun Bertanya "William, Kau-Mendengar Apa Yang Aku Gumamkan??" "Gumam Apanya? Suaranya Aja Sudah Sebesar Suara Orang Teriak".


"Wah Rupanya William Der Mörder Itu Suaranya Sekeras Speaker Ya..." Singgung Aria. "Speaker?" Tanya Hemlock Sambil Berpikir Keras "Eeee...Lupakan!" Jawab Aria. "Kak Aku Mau Ngobrol Dengan Sylvian Dan Hemlock Secara Pribadi, Apakah Boleh?" William Memohon Pada Kakaknya Dengan Membuat Wajah Seimut Mungkin "Boleh Kok, Siapa Yang Melarangmu, Kakak Tunggu Disini, Jangan Lama-Lama Ya!" "Iya Kak!".


Disisi Hemlock, Sylvian Dan William...

__ADS_1


Mereka Mencari Tempat Yang Agak Sepi Dan Berbicara Disana. "Terima Kasih Karena Telah Menolong Kakakku, Kak Sylvian Dan Kak Hemlock, Apa Yang Terjadi Sebenarnya?" Sylvian Dan Hemlock Yang Tak Punya Pilihan Lain Pun Menceritakan Yang Sebenarnya Terjadi, William Yang Mendengar Itu Kemudian Berkata "Apakah Kakakku...Baik-Baik Saja?" "Harusnya, Tapi Tadi Dia Sempat Dicekik Oleh Carlos Dan Seingatku Di Sarung Tangan Carlos Selalu Terdapat Racun Mematikan- Nona Aria Dalam Bahaya! Hemlock William Kita Harus Segera Menemui Kakakmu!" Teriak Sylvian Histeris Sambil Berlari Sekuat Tenaga Menuju Aria, Untungnya Aria Masih Berada Disana Dan Sedang Membawa Buah Untuk Dimakan.


"Oh! Kalian Sudah Kembali? Tadi Kalian Membicarakan Tentang Apa? Ah Kakak Lupa! Jangan Bicarakan Keburukan Kakak Dibelakang Kakak Ya,Wil-li-am!" Kata Aria Sambil Menyodorkan Buah Untuk William Hemlock Dan Sylvian. "Kak...Buah Ini, Nggak Beracun Kan? Bagaimana Kalau Aku Mati Karena Makan Buah Beracun?" Tanya William Dengan Tatapan Curiga Pada Aria Sambil Mencengkram Buah Tersebut. Aria Yang Sedang Makan Buah Acuh Tak Acuh Dengan Apa Yang Dikatakan William Dan Terus Melahap Buah Itu Hingga Habis.


"Apel Yang Dijual Di Freies Land Memang Enak..." Kata Aria Sambil Tersenyum Senang. William Yang Mendengar Aria Mengatakan Bahwa Dia Membeli Buah Apel Pun Bertanya Asal Uang Yang Digunakan Aria, "Uang Ini? Oh! Tadi Waktu Carlos Mencekikku Aku Mengorek Saku Celananya Dan Menemukan Uang Yang Lumayan Banyak!" Jawab Aria Sambil Menunjukkan Uang Tersebut. Hemlock Dan Sylvian Yang Mendengar Itu Pun Berkata "Bahkan Disaat Kritis Nona Bisa Mencuri Uang, Hebat Sekali, Apakah Nona Seorang Mantan Pencuri?" "Hei Nggak Sopan! Anak Baik Tak Boleh Mencuri!" Kata Aria Sambil Menunjuk Hemlock, Sylvian Dan William. "Bukannya Yang Mencuri Kamu Ya...".


"Ah Iya! Nona! Tentang Carlos Tadi-" Tiba Tiba Ekspresi Aria Berubah Menjadi Dingin Dan Dia Menyela Sylvian, "Aku Tau, Racun Tumbuhan Bukan? Walau Tidak Mengancam Nyawa Tapi Tumbuhan Itu Tetap Berbahaya, Tenang Saja, Aku Bisa Memperlambat Racunnya Menjalar Ditubuhku Walau Tidak Bisa Disembuhkan... Tapi Bagaimana Dia Bisa... Padahal Tanaman Itu Sangat Beracun..." Kata Aria Terheran-heran Dan Mulai Berpikir Lagi "Nona, Racun Tumbuhan Itu...Berasal Dari Sarung Tangannya" "Tunggu, Apa?!"

__ADS_1


~BERSAMBUNG~


__ADS_2