
Anak Itu Pun Berbalik Dan Membungkuk Sambil Memperkenalkan Diri Nya "Namaku Liana Florestia De Gardenia, Kakak Dan Aku Adalah Saudara Beda Ibu" "Aria Florestia, Salam Kenal, Liana" "Ngomong Ngomong ... Kenapa ... Sepertinya Disini Meriah Sekali Ya?"
Sylvian tersentak dan langsung meminta maaf pada Aria "Ah, maafkan ketidaksopanan saya karena tidak menjelaskannya ke nona Aria. Saya akan menjelaskannya sebisa saya." Jadi, menurut penjelasan Sylvian, hari ini mereka sedang bersiap siap untuk merayakan festival "heilige Blume blüht". Jika diartikan, itu adalah festival untuk merayakan mekarnya bunga suci, bunga Cardelia. Mengenai nama bunga tersebut, nama bunga itu diambil dari nama leluhurku, Cardelia Edelweiss De Gardenia. Cardelia adalah ratu pertama yang memimpin para "rahasia dunia". Dialah orang pertama yang bisa menaklukkan seluruh tempat yang menyembunyikan "rahasia dunia" tersebut. Dulu, Cardelia pernah berkata pada seluruh rakyat di dunia ini: "Aku Cardelia Edelweiss De Gardenia tidak akan mati! selama kalian tetap mengenangku dalam jiwa dan hati kalian, aku akan dapat terus hidup!". Namun, setelah kematian Cardelia, rupanya Cardelia telah menghancurkan seluruh barang miliknya, kecuali sebuah bunga kecil yang sudah hampir layu. Bunga tersebut memiliki aura yang unik dan warna yang amat indah layaknya warna galaksi. Karena peninggalan Cardelia hanya tersisa bunga itu, mereka pun mulai merawat bunga itu, dan tidak hanya itu. Tiap tahun, tiap hari kematian Cardelia, mereka merayakannya dengan menjadikan bunga itu sebagai syarat utama berjalannya festival in dengan lancar, seolah bunga itu adalah Cardelia.
Mendengar kisah Sylvian tentang asal usul festival "heilige Blume blüht", aku menjadi semakin tertarik untuk mengetahui seperti apa orang itu. Akupun bertanya pada Sylvian "Ratu Cardelia itu... orang yang seperti apa, Sylvian?". Sylvian sedikit tersenyum. Sambil tetap tersenyum ia menceritakan padaku tentang yang mulia Ratu Cardelia Edelweiss De Gardenia. "Beliau adalah orang yang dingin, tegas dan adil. Namun, dia juga adalah orang yang hangat, baik hati dan dermawan. Dia juga begitu menyayangi cicitnya, dia bahkan pernah bilang kalau dia tidak akan meninggal sebelum mendengar cicitnya memanggil namanya. Bahkan di detik detik terakhirnya, dia memberikan seluruh sisa kekuatannya pada cicitnya itu, dengan harapan cicitnya dapat menjadi seorang Ratu yang jauh lebih hebat dan baik darinya, dia juga berharap cicitnya bahagia selamanya." Sylvian secara tak sadar meneteskan sedikit air mata. "Siapa... siapa cicitnya itu, Sylvian?" Aku bertanya padanya. Sebenarnya aku berpikir bahwa mungkin saja Ibuku atau mungkin Sylvian lah cicitnya, namun aku ingin memastikannya, jadi aku bertanya pada Sylvian. Sylvian mengusap air matanya dan dengan suara lembut berkata "Cicitnya, ya? cicitnya adalah orang yang tak kalah sempurna darinya. Dia memiliki rambut pirang yang berkilauan layaknya emas ketika ter sinari cahaya matahari dan berkilau layaknya berlian ketika disinari cahaya bulan. mata hijau agak kebiruannya yang indah itu melambangkan bumi dan kehidupan kehidupan yang dikandungnya. Dia adalah gadis yang lemah lembut, namun juga tegas. Semua orang mengagumi dan menghormatinya. Namun sayangnya, sekarang dia telah hilang ingatan..." Aku terkejut mendengar ucapannya, aku tanpa sadar meneteskan air mata dan dengan suara bergetar aku bertanya lagi pada Sylvian. "Syl-Sylvian... Apa... orang yang kau maksud itu... aku?" mata Sylvian terbuka lebar dan sambil menahan tangis dia tersenyum dan mengatakan "iya, tentu anda lah orang itu..." padaku. Hemlock tiba tiba berdiri disampingku dan memberiku sesuatu. "Hemlock, Ini..." "Ya, seperti yang anda pikirkan, dia adalah Mendiang Ratu Cardelia Edelweiss De Gardenia ".
Entah mengapa setelah melihat foto itu, mungkin karena suatu alasan, kepalaku tiba tiba berdenyut, rasanya sakit sekali, seperti akan meledak dan hancur berkeping keping. Sylvian dan Hemlock yang melihatku hampir jatuh terbaring di tanah secara spontan menahan tubuhku. Sylvian menunjukkan wajah khawatir dan kemudian dengan suara panik dia berkata "Nona?! ada apa?! apa anda baik baik saja?!" aku mengerti mengapa Sylvian khawatir, akupun akan begitu jika terjadi hal yang sama pada orang yang berharga untukku. "Aku tidak apa apa kok, Sylvian. tenang saja, aku bukan wanita lemah yang akan mati hanya karena sakit kepala...". Hemlock pun terlihat khawatir setengah mati. Aku juga berusaha menenangkan mereka berdua, tapi tetap saja mereka memaksaku istirahat di rumah Liana, yang juga katanya adalah rumahku dan William. "Kak... kakak baik baik saja? Apa ada sesuatu yang ingin kakak minum atau kakak ingin makan sekarang?" Liana bertanya dengan nada khawatir padaku. "Nggak kok, nggak usah repot repot, Liana. Bukannya malah merepotkan kalau aku memintamu memasak buatku?" "Nggak kok, kak! Tenang saja, aku yang sekarang sudah profesional masaknya! Dulu memang kakak yang memasak makanan untuk aku dan kakak William, tapi sekarang aku sudah pandai memasak, jadi tenang saja!".
__ADS_1
Yah... mau dipikir atau dilihat bagaimanapun, sepertinya menghentikan Liana memang susah deh... Tapi... dia adalah gadis yang lugu, aku menyukai sisi itu dari dia. Eh...! Aku mikir apaan, sih! Aneh aneh saja pikiranku ini. Tak lama kemudian, Liana menghampiriku sambil membawa se piring dessert. "Kak, ini dulunya adalah dessert kesukaan kakak, Kue stroberi isi selai raspberry". Loh, loh? Katanya dia mau masak...? Ah, bodo amat lah! Yah... kalau dari kenampakannya sih, aku nggak akan komplain, toh ini cuma dessert biasa. Tapi... tidak ada yang tahu rasanya. Dengan tangan bergetar, aku memakan sesendok dari sepiring dessert itu dan siapa sangka... "Liana, ini... Enak banget!! kamu kok bisa bisanya ga di rekrut kerajaan manapun sih?! padahal dessert buatanmu ini lebih enak dari dessert kerajaan terbaik yang dirumorkan!!" Liana terkejut mendengar komentarku tentang dessert nya, dengan wajah ceria ia berkata "Terima kasih, kak! aku senang kakak menikmatinya!".
Setelah menghabiskan dessertku, aku meminta Liana membawaku pada William. Rupa rupanya saat aku berencana keluar, William malah masuk ke rumah Liana. Tanpa pikir panjang aku pun meminta Liana membawaku ke kamar yang dulu pernah aku tempati dan aku pun menggandeng tangan William sambil menuju ke kamar lamaku. "William, apa kau punya ingatan tentang tempat ini?" Aku bertanya padanya. "Tidak... tapi aku mengingat beberapa hal saja sih, kak." " apa yang kau ingat, William?! ceritakan semuanya secara rinci dengan kakak!!" aku dengan tegas berkata seperti itu sambil memegang kedua bahu William. "Mungkin agak sulit menjelaskannya, kak. Semua ingatanku tidak seperti saling terhubung sama lain, dan lebih seperti hanya keping kepingan atau pecahan ingatan." "tidak apa apa, William. Ceritakan saja, kakak pasti paham, karena kakakmu ini bukan orang bodoh. Kau sendiri pun tahu tentang itu, kan?" William mengangguk kemudian melihat kearah lantai dan dia pun mulai bercerita sambil menundukkan kepalanya.
Salah satu ingatan itu adalah dimana Aria dan William pergi dari hutan Celandine. Aria saat itu berjanji akan kembali hidup hidup dan membawa kabar baik untuk mereka semua di hutan Celandine. Sepertinya saat itu Aku dan William berpencar, entah bagaimana kami bisa bersama hingga saat ini. "sayang sekali kak, hanya satu ingatan itu saja yang bisa kuingat. Saat aku ingin mengingat kepingan ingatan lain, kepalaku tiba tiba berdenyut seolah olah akan pecah.". Hah...? bukankah itu juga kualami tadi? entah kenapa ada yang terasa janggal... "William, kakak sudah memutuskannya, mari kita temui Hemlock dan Sylvian. Aku ingin sedikit berdiskusi dengan mereka."
...********************************...
Hai~hai~hai~!! Apa kabar temen temen semua? Semoga semuanya selalu baik baik dan sehat sehat saja ya! Maaf ya, Author baru upload hari ini T-T Sebenarnya kemarin udah selesai dan tinggal upload, Eh rupanya ga sengaja kehapus, nangis banget huhu :"(
__ADS_1
Pokoknya! Selama kalian enjoy cerita ini, author bakal terus update, jadi jangan takut aku berhenti setengah jalan ya!
Oh, iya! Kalau kamu suka dengan cerita Author yang satu ini (The Secret Of The Forbidden Forest), Mohon di Like, Subscribe atau Favorit kan dan Di Share ya! Author gak maksa kok! Tapi Author bakal seneng kalau kalian mau! Kalau kalian kasi Vote Author juga bakal lebih semangat ngerjainnya! hehee
Okee sapa jumpa di Chapter berikutnya, See You Later, I Hope You Enjoying This Novel!♡
Buh-Byee!
♤Anisah♤
__ADS_1