
Uwiiwwww uwwwiiwww uwwiiiwww....
Mobil pemadam kebakaran telah pergi meninggalkan lokasi, pertanda api sudah padam di titik tersebut, namun asap masih menutupi indah nya malam di lingkungan tersebut.
Terlihat lintang sedang duduk lemas, memeluk kedua kakinya, dengan menatap tajam ke arah rumahnya, yang kini hanya tersisa puing puing bekas kebakaran, sementara disampingnya, Debby masih terbaring di bahu Arga,
Arga menatapnya dengan penuh kesedihan, hingga meneteskan air mata, kemudian Debby mulai siuman dan berkata,
rumah rumah
Arga mengusap air mata yang terurai dipipinya, kemudian menjawab omongan Debby, Iyah debb rumahmu sudah tiada.
Debby takuasa menahan tangisnya, ia memeluk Arga dengan Isak tangis yang semakin kencang .
Arga berusaha menenangkannya, dengan mengusap kepalanya secara perlahan. lalu menyemangati Debby dengan ucapan nya .
*debby sudah jangan kamu berlarut larut dalam kesedihan , semua ini sudah menjadi jalan hidup kita.
kamu yang sabar yah, aku janji sebentar lagi kita akan menempati rumah yang baru*.
namun omongan Arga tak di dengarkan nya, ia tetap bersikukuh ingin rumah nya utuh kembali, karna itu adalah peninggalan orang tuanya satu satu nya.
Arga mengusap rambutnya, pertanda ia sudah bingung harus dengan cara apa lagi menenangkan Debby yang sedang dilanda duka.
iya pun bangun, dan menggeletakan Debby ditanah, Debby pun bangun dan menatap arga yang beranjak meninggalkannya,
Mau kemana kamu ga, ujar Debby yang masih berurai air mata, Arga tidak menggubrisnya ia tetap jalan menuju sebuah pohon, dan dibawah pohon tersebut tersimpan gitar Arga ,
kemudian ia mengambilnya dan memainkannya.
ia menatap tajam bekas kebakaran rumah sahabatnya tersebut, yang ia lihat hanya lah duka lara kesedihan .
ia mencoba membuat sebuah lagu, hingga Debby menghentikan air matanya, dan beranjak bangun dari tidurnya, ia berjalan perlahan dengan menatap tajam ke arah Arga .
kemudian duduk dihadapan Arga, dan mendengarkan Arga bernyanyi .
lirik lagunya sangat menyentuh hati Debby.
Arga terus focus menyanyikan lagu tersebut berulang ulang, hingga Debby memanggil lintang untung bergabung bersama mereka, dan meminta dia sebuah buku untuk menuliskan lirik yang dikeluarkan dari mulut Arga .
dan lagu tersebut diberi sebuah judul DUKA LARA
DUKA lara
Tak terasa kebahagiaan ini
__ADS_1
Begitu cepat berlalu
Meninggalkan duka dan lara
Tak terasa senyuman ini
Begitu cepat berlalu
Berganti air mata
Pelangi engkau datang disaat hujan mulai reda
Mentari engkau hadir disaat malam telah pergi
Kuingin engkau kembali
merajut kisah bersama
Melewati awan putih dilangit yang biru
Dan ku ingin kau bersinar selalu
Disaat malam gulita
Bahagia
suara dan permainan gitarmu memang sangatlah indah Arga, ucap Debby .
harusnya tempatmu bukanlah disini,
kau harus duduk di tempat yang paling tinggi, seperti apa yang selalu ibumu bilang ,
yaitu tempat dimana seorang bintang yang paling besar selalu bersinar .
Arga tersenyum mendengar ucapan Debby, kemudian ia membalas ucapannya,
ucapan ibu memang tak pernah salah debby, tapi untuk bisa duduk di kursi yang kau maksud itu, kita harus bisa menerima jalan yang dilaluinya.
dan yang aku alami saat ini adalah salah satu jalan untuk mencapai kursi tersebut, kau mengerti itu .
aku belum paham dengan maksudmu, Arga .
*jadi begini, untuk duduk di kursi seorang bintang, kita harus melewati dulu susah payah sedih senang duka lara dan lain sebagainya, tidak serta Merta kita bisa duduk begitu saja .
dan yang aku, kamu juga lintang alami saat ini, adalah salah satunya jalan tersebut, jadi kamu jangan terlalu bersedih, karna ini adalah jalan kita* menuju bintang besar yang bersinar .
kamu harus tetap semangat, dan jangan putus asa,
__ADS_1
iya, terimakasih arga, sejak kau hadir dalam kehidupanku, aku mulai mengerti tentang arti kehidupan, aku yang besar dijalanan bersama kakakku tidak pernah mendapatkan kata kata seindah yang kau ucapkan, aku selalu bertindak sesuka hatiku , tanpa memikirkan tujuan yang sesungguhnya. sekali lagi aku ucapkan terimakasih kau sudah mau menerima kami menjadi sahabatmu.ucap Debby .
Arga hanya tersenyum dan mengusap kepala debby, lintang pun juga sama mengucapkan terimakasih kepada Arga karena ia telah menerimanya sebagai sahabat tanpa memikirkan latar belakang mereka.
seperti biasa mereka melakukan salam kebahagian untuk menghapus duka dan lara yang mereka rasakan saat ini .
mereka memberikan ke 5 jari mereka kemudian mengangkatnya ke atas dan berkata
bintang besar telah bersinar ....
setelah itu Debby bertanya,
*kita tidur dimana malam ini ,
Arga :"Aku sudah bosan tidur dirumah, aku ingin menikmati malam bersama bintang*".
iapun berbaring di atas tanah sambil menatap ke atas langit .
lintang:"Kalau begitu aku juga sama, aku ingin menemani Arga menjadi bintang". ia pun berbaring bersebelahan dengan Arga.
Debby melamun sejenak memikirkan tingkah mereka, walau dalam keadaan dukapun mereka bisa bahagia, ia menjadi merasa malu karena sadar ia seorang wanita yang lemah yang hanya bisa mengandalkan mereka. pikirnya.
kemudian Debby pun berbaring, disamping lintang dan berkata,
" aku ingin menjadi malam, karena malam adalah tempat dimana para bintang tinggal ".
lintang pun bangun dan menatap Debby, karena ia belum mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Debby, ia menggelengkan kepalanya dan melanjutkan untuk tidur ...
***sekian dulu yahh untuk hari ini ....
besok dilanjut lagi ....
saran sedikit baca nya jangan setengah setengah agar paham dengan alur ceritanya ,
salam hormat saya kepada para readers, semoga terhibur
maaf bila masih banyak cara penulisan yang salah , dan bahasa yang kurang baku .
itu karena saya masih belajar.
tetap semangat,
dan
jangan pernah berhenti untuk terus berkarya.
bye bye***
__ADS_1