The Smoker

The Smoker
episode 15


__ADS_3

*KEDIAMAN IRNA


Semua orang sudah berkumpul menghadiri pesta ulang tahun Irna, dengan pakaian mereka yang sangat berkualitas, tentu harga nya pun sangat mahal, wajar saja karena Irna adalah salah satu anak dari pengusaha batu bara yang sangat terkenal di Indonesia.


tentu saja tamu yang hadir pun bukanlah orang orang yang sembarangan, mereka semua adalah orang orang yang memiliki keuangan diatas rata rata.


wahhh pesta ini sangat meriah sekali,ujar para tamu undangan yang hadir, sambil mencicipi hidangan yang sudah dipersiapkan disana.


terlihat kue ulang tahun yang sangat besar, membuat semua mata tertuju pada kue tersebut dan terkagum kagum melihatnya,


namun mereka masih mempertanyakan keberadaan Irna yang belum juga muncul di pesta ulang tahunnya itu.


Irna masih bersiap siap dikamarnya, ditemani oleh kedua orang sahabatnya yaitu raya dan Berliana, Irna memakai gaun warna putih, dengan memakai mahkota di kepalanya, yang membuat dirinya seperti seorang putri kerajaan.


wahhh kamu cantik sekali, ujar Berliana yang berada tepat disampingnya.


iya kamu seperti seorang putri, raya pun membalasnya.


sementara Irna yang duduk menghadap kaca, mengucapkan terimakasih atas pujian yang dilemparkan mereka, iya pun terkagum melihat wajahnya dari depan kaca.


tapi wajah Irna berubah cemas, dan bertanya kepada kedua sahabatnya itu tentang Arga .


menurut kalian apakah Arga akan hadir ?


Berliana :" Tentu saja, ia bukanlah tipikal lelaki yang suka mengingkari janji".


Irna:" so tahu, kenal juga baru kemarin ".


raya:" walau kita baru kenal sebentar, tapi kita percaya sama arga, wajah tampannya tidak menipu isi hatinya, cara dia memandang cara dia berbicara jauh dari kata pendusta.


Irna pun tersenyum mendengar perkataan mereka,kemudian memeluknya dan berkata kalian memang sahabatku yang luar biasa.

__ADS_1


lantas mereka pun turun dari kamarnya yang berada dilantai dua, berlina dan raya menuntutnya dengan perlahan seperti hal nya seorang pengantin yang mau berjalan menuju sebuah pelaminan.


semua mata tertuju pada kecantikan Irna, bahkan seorang lelaki yang sedang mencicipi hidangan sampai keselek karna saking terpesona nya melihat kecantikan yang dimiliki oleh Irna.


Irna turun dengan wajah yang berseri seri, dengan diberi sambutan oleh seorang host diacaranya, membuat semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah kepada Irna .


setelah sampai didepan kue ulang tahunnya, host itu pun menyuruh Irna untuk memotong kue nya, namun pandangan Irna terlihat sedang cemas, sepertinya dia sedang menunggu kehadiran seseorang, dan seseorang itu adalah Arga.


*restoran see food


waktu sudah menunjukan pukul 09.30 sementara Arga masih menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai seorang pekerja direstoran tersebut, hatinya sudah berada di pesta ulang tahun Irna, namun dia tetap sabar karena itu adalah tanggung jawabnya.


sementara Debby sedang bernyanyi namun tatapannya menuju ke arah Arga, karna melihat ada sesuatu yang berbeda dengan Arga, tidak seperti biasanya Arga bermain sambil melamun.


lintang mengangkat tangannya mengisyaratkan bahwa waktu pekerjaan sudah selesai, padahal masih cukup untuk 2 sampai 3 lagu lagi.


dia sudah meminta ijin pada managernya karna ada hal penting yang harus mereka kerjakan, makanya minta pulang cepat, manager itupun mengiyakan karna sudah mempercayai mereka.


mereka pun menyudahi pekerjaannya dan bergegas pergi menuju tempat Irna, ditengah jalan mereka berdebat karena apakah mereka pantas memasuki pesta Irna dengan memakai pakaian yang seperti ini.


Arga :" Tunggu dulu lintang, apakah kita pantas memakai baju seperti ini ke pestanya Irna?


lintang:" memang nya kenapa dengan baju kita? emang lu punya baju lain selain baju yang di pakai ini.


Arga :" enggak juga sih, cuman Irna kan anak orang kaya".


lintang:" alah lu jangan pikiran, jalani aja dulu sisanya tergantung ntar, kalah lu terus berpikir seperti itu kita keburu ketinggalan pestanya ".


mereka pun melanjutkan kembali perjalanan mereka, karna jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka, hanya menempuh jarak setengah jam, karna kendaraan umum sudah tidak ada yang beroperasi.


mereka sampai di depan pintu gerbang rumah Irna, dengan keadaan bercucur keringat, namun mereka terpaksa harus dihentikan karena tidak memiliki surat undangan, hanya orang 2 yang memiliki surat undangan yang bisa masuk ke dalam pesta tersebut.

__ADS_1


sial, kita cuma dipermainkan, ayo kita pulang. Debby yang dari awal sudah membenci Irna , melihat kejadian ini hatinya semakin kesal dan menyuruh kakanya untuk pulang, namun lintang tidak mau, karena iya bersikeras ingin masuk ke dalam pesta tersebut.


iapun kemudian melakukan aksi gilanya, dengan cara berteriak teriak dari luar memanggil nama Irna.


Irna , Irna ,Irna, kami sudah datang.


tapi kami gak diberi ijin untuk masuk.


suasana di dalam begitu ramai, suara lintang tak terdengar sekalipun oleh Irna, Irna yang masih berharap Arga bisa datang, terus menunggu nya, hingga para tamu undangan mulai bosan karena Irna masih belum meniup lilinnya.


host pun sudah memberi isyarat kepada Irna, pertanda jam sudah melewati pukul 10.00, namun Irna masih diam.


kemudian datang seorang laki laki menghampiri Irna yang bernama Zaki, ia memberikan semangat kepada Irna untuk segera memulai meniup lilinnya.


Zaki adalah salah satu anak dari seorang manager perusahaan rekaman terbesar di Jakarta ia sudah kenal Irna sangat lama bahkan dari sejak kecil, karna ayahnya teman dekat kedua orang tua Irna.


Zaki yang mulai tumbuh dewasa mulai memiliki benih benih cinta kepada Irna, namun Irna hanya menganggapnya seorang teman biasa.


Irna pun memberikan terimakasih kepada Zaki, kemudian ia bersiap untuk meniup lilinnya.


namun seseorang datang menghampiri Irna dan mengganggu Irna meniup lilinnya.


dia berkata bahwa diluar ada 3 orang yang memaksa masuk tanpa membawa kertas undangan.


Irna pun langsung lari menghampirinya, karna dipikirannya itu pasti Arga dan yang lainnya , semua orang pun lari mengejar Irna dan melihat ketiga orang tersebut .....


lepaskan mereka


ucap Irna kepada para penjaganya.


lintang dan Arga yang didesak oleh para penjaga kemudian dilepaskan, dan alangkah terpesona nya mereka melihat kecantikan Irna yang memakai gaun putih disertai oleh mahkota, yang menyerupai seorang putri kerajaan.

__ADS_1


mata lintang dan Arga tak berhenti untuk tidak berkedip, bahkan mulut lintang sampai terbuka.


__ADS_2