
Ia hanya seorang gadis bodoh yang tak berguna. Seorang anak yang bahkan kehadirannya tidak pernah diinginkan oleh orangtuanya.
Gadis itu lahir di keluarga bangsawan. Sang ayah menyandang gelar tinggi dalam negara. Seharusnya kehidupan sosialnya tidak akan mengalami kesulitan. Namun, ia tidak menerima kehormatan itu dan malah mendapat penghinaan karena ketidakmampuannya.
Ia bahkan tidak bisa bicara! Tubuhnya lemah bak seorang gadis berpenyakit, dungu dan tidak berguna. Bagaimana bisa menjadi seorang anak perempuan panglima yang terhormat!
Hari itu, ketika seorang yang telah melahirkannya ke dunia, memilih untuk mengakhiri hidup tepat di depan matanya, kehidupan gadis itu berputar seratus delapan puluh derajat.
Setelah itu, seseorang yang ia sebut sebagai adik, tidak menerima keberadaannya, meracuninya sehingga ia menjadi seorang yang tidak berguna!
Tidak ada yang namanya nasib baik dalam kehidupannya. Semua orang memperlakukan layaknya seorang budak. Memandangnya jijik bak kotoran.
Semua orang membencinya, tidak ada yang mengakui keberadaannya. Bahkan sebuah rumor yang beredar mengatakan bahwa ia hanya seorang anak pungut yang dibawa atas belas kasihan sang panglima, jauh lebih diakui daripada menerima fakta bahwa si gadis bodoh itu memang anak dari seorang panglima yang terhormat.
Lebih baik mati daripada mengakui si bodoh itu anakku!
__ADS_1
Dia hanya seorang gadis dengan tatapan kosong yang tidak pernah bicara, tidak pernah membantah, dan tidak pernah melawan semua cacian yang ia terima.
Bahkan kematian lebih baik untuknya.
Tapi ia lebih membenci orang-orang itu lebih dari siapapun!
Suatu ketika, sang panglima yang matanya sudah dibutakan oleh hasutan iblis, memutuskan untuk menyingkirkan gadis bodoh itu secara diam-diam. Tidak mengetahui bahwa ia telah membuat dirinya sendiri berada dalam penyesalan terbesarnya!
...***...
"Hei … Kakak. Kau itu tidak pernah dicintai oleh ayah, dan hidupmu itu tidak berguna. Asal kau tahu, aku sangat-sangat membencimu sampai tidak rela kau masih berada di dunia ini, melihatmu masih bernapas dengan tenang. Aku sangat muak, Kak! Jadi ku mohon matilah untukku. Akhiri hidup tidak berguna mu … jangan rebut lagi kebahagiaanku."
"M--Mia." Aku berusaha menggapai bayangannya yang berada sangat dekat tetapi begitu sulit ku gapai.
Tanganku terhenti di udara. Sosok anak kecil itu berjongkok di depanku, mengucapkan kata-kata yang tidak pernah terbayang akan diucapkan oleh anak-anak seumurannya.
__ADS_1
"Aku akan mengambil semua kebahagianku Kak, yang telah kau rebut."
Walaupun saat itu aku masih berumur sembilan tahun, aku langsung mengerti maksud ucapannya yang secara tidak langsung bermaksud mengambil kehidupanku.
Seumur hidup, aku tidak pernah menyangka jika adik kecil yang sangat ku sayangi itu menyimpan dendam dibalik senyum polos yang selalu ia tampilkan. Dan malam itu ia melampiaskan semuanya. Semua kemarahan dan dendam yang selalu ia pendam.
Ia mengatakan jika aku merebut kebahagiaannya. Selama ini kupikir telah mengalah untuknya dalam segala hal. Bahkan aku tahu jika ayah kami memang lebih menyayanginya dan sangat membenciku, aku selalu mengabaikan hal itu karena Mia selalu ada bersamaku, itu sudah cukup.
Rupanya aku salah besar.
Malam itu ia berniat membunuhku dengan menambahkan racun pada minuman yang ia berikan. Tentu saja aku tidak pernah curiga pada minuman itu, karena tidak mungkin seorang anak berusia tujuh tahun memiliki rencana jahat dan berniat membunuh.
Setelahnya seluruh tubuhku kesakitan. Rasa panas membakar, seolah seluruh tulangku meleleh. Darah keluar dari hidung, mulut dan telingaku. Bahkan aku tidak bisa menarik napas dengan benar, seperti ada sesuatu yang mencengkeram leherku dengan kuat.
Kupikir malam itu ajalku akan segera tiba, tanpa seorangpun mengetahui kematianku. Namun, entah apa yang direncanakan tuhan, ia masih membiarkanku hidup.
__ADS_1
Aku masih bertahan hidup, tetapi tanpa sedikitpun energi sihir yang tersisa dalam diriku.
Aku telah menjadi orang yang benar-benar tidak berguna.