
Kerajaan aksum adalah sebuah kecemburuan bagi kerajaan lainnya, selain kerajaan yang paling besar dan tanah yang subur orang yang tinggal disana hidup makmur mereka hidup rukun tak jarang masih ada penjahat atau perbudakan, kerajaan ini tempat strategis untuk perdagangan.
Seperti hari ini kerajaan ini sedang ramai sekali banyak yang hilir mudik untuk berbelanja, kepasar atau melakukan aktivitas.
Tapi sejak kejadiaan hewan suci milik kerajaan aksum mati tidak merubah suasana diibukota karena mereka yakin raja mereka bisa menang, berbeda dari sebelumnya ibukota sekarang ketat akan penjagaannya dan kerajaan aksum juga dikenal kekuatannya di kemiliterannya dan politik dibawah kepemimpinan ahli semua, maka dari itu kota kerajaan ini begitu makmur.
Mereka juga memiliki raja yang bijaksana, tegas, adil, selalu mementingkan rakyat dan memimpin kerajaan hingga makmur seperti ini.
Kerajaan mereka juga berbeda dengan kerajaan lain karena dikerajaan mereka raja, permaisuri serta selir dan keluarga kerajaan hidup makmur walaupun diluar banyak isu kalo kerajaan ini sedang terjadi perebutan tahta kerajaan, tapi itu hanya sekedar isu karena raja sendirilah yang menyebarkan isu tersebut.
Terlihat dari kejauhan 10 ekor kuda sedang memacu kudannya dengan santai, karena gerbang ibukota terlihat tidak jauh lagi.
"gege dan serta yang lain akan melepas topeng biar dipermudah masuk kedalamnya, kamu mau lepas topeng atau tidak?" ucap seorang pemuda tampan yang dianggukin semua kecuali gadis kecil yang berada di tengah mereka.
"aku pakai saja gege, aku muak liat tatapan para lelaki yang memandangku seolah aku ini makanan" ucap gadis kecil itu dingin.
__ADS_1
Dia adalah risa dan rombongannya yang tadi bertanya ialah putra mahkota xiao shing, mereka akhirnya menganggukin perkataan risa mereka tidak suka adik mereka dilihat seperti itu, ingin sekali mereka mencolok atau membunuh mereka yang melihat adiknya dengan tatapan lapar.
Risa akhirnya ditempatkan ditengah mereka, mereka semua sudah sampai gerbang ibukota.
Risa menatap takjub gerbang didepannya besar dan indah.
"ada keperluan apa anda datang ke ibukota kerajaan aksum" ucap prajurit belom mengenali rombongan risa dan yang lain, mereka melakukan pemeriksaan kepada siapapun untuk mengamankan kerajaan aksum.
Putra mahkota xiao shing dan rombongan xiao shing tersenyum karena mereka menjaga dengan baik, putra mahkota akhir mengeluarkan giok tanda keluarga kerajaan lebih tepatnya pewaris kerajaan.
"maaf yang mulia putra mahkota hambamu yang rendah ini tidak mengenali ada dan rombongan, silahkan masuk yang mulia putra mahkota dan tuan-tuan serta,,,nona" ucap prajurit itu sambil memberi hormat dan baru memperhatikan bahwa dirombongan putra mahkota ada seorang gadis kecil.
"hm kerja bagus" ucap putra mahkota.
Mereka memasukin kerajaan dengan memacu kuda pelan karena tidak mungkin memacu cepat, saat ini sedang ramai karena masih siang, masih banyak yang berjualan ada juga yang hiruk pikuk dijalan ibu kota, pokok ramai selalu ibukota kerajaan aksum.
__ADS_1
Risa dan rombongan menjadi pusat perhatian karena mereka tau bawa rombongan itu, rombongan putra mahkota dan yang lain, mereka minggir dan memberi hormat banyak tatapan kagum dari kaum perempuan terutama nona muda keluarga bangsawan.
Tapi rombongan itu tidak mempedulikan tatapan tersebut, mereka memasang wajah datar serta aura dingin membuat kaum lelaki mentap takjub, mereka semua baru menyadari jika ada seorang gadis kecil ditengah-tengah rombongan serta pria tampan di belakangnya yang baru mereka lihat.
Mereka menatap pria dibelakang gadis kecil seperti tatapan yang diberikan kepada putra mahkota dan yang lain.
Mereka menatap gadis kecil iri dan benci, beda halnya dengan tuan muda serta kaum lelaki mereka menatap dengan pandangan lapar karena mereka yakin jika gadis kecil itu cantik sekali.
Putra mahkota dan yang lainnya menatap tajam pada mereka yang menatap benci, iri serta pandangan lapar kepada adiknya.
"tidak usah dipedulikan gege ayo kita lanjut langsung ke istana, jika mereka berani mencari masalah denganku akan kupatahkan lehernya" ucap risa berusaha menenangkan kakaknya yang overproctetive.
Akhirnya mereka mengabaikan dan melanjutkannya penjalanan ke istana.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya semoga kalian suka novel buatan aku :))
__ADS_1