
sesampai kedua kakak beradik disana mereka duduk membelakangi mereka, sambil mendengar pembicaraan sepasang orang memuakan.
pembicara mereka
"sayang kapan si kamu putusin si j****g itu" ucap perempuan tersebut sambil cemberut kepada pria yg berada disampingnya
"sebentar lagi sayang kalo aku udah berhasil ngambil uang darinya aku akan putusin dia, aku jga ga sudi pacaran sama dia, mendingan sama kamu" ucap lelaki tersebut ialah devon tunangan risa,
"bagus deh aku jga males sandiwara terus didepan si ****** tersebut"ucap sinis perempuan tersebut ialah fani sahabat risa
"sabar sebentar lagi ya sayangku"ucap devon mesra membuat risa semakin murka dan emosi, risa berusaha menahannya agar ia ga langsung melabrak dan memilih untuk mendengar percakapan mereka.
"iya udah kamu hati² sama adik ****** itu si bella itu dia mulai curiga kayanya sama kita jangan sampe gagal kalo perlu kamu bunuh dia kalo ga apa gitu seterah kamu asal dia tutup mulut"ucap fani benci, risa yang mendengar bahwa mereka ingin membunuh adik tercinta sudah tak bisa membendung emosinya dilain sisi bella sama murkanya kepada mereka berdua. mereka berdua menyampari meja tersebut yang berisi pasangan menjijikkan dan langsung mengebrak mejanya.
BRAKK
meja tersebut patah menjadi dua dan mereka menjadi pusat perhatian.
"oh gini ya dibelakang gue lo selingkuh sama sahabat gue dan lo selingkuh sama tunangan gue ga nyangka gue" ucap risa sinis sambil menujuk mereka berdua menaha emosi yang sudah meluap dan menahan sakit yang teramat sakit, mereka berdua terkejut.
"r ri risa ko kamu bisa disini sayang" ucap devon gugup mengetahui tunangannya disini, semoga aja dia gatau rencana gue sama fani batin devon tapi devon bodoh karena risa bisa membaca batin sesorang dan risa langsung memasang smirik yang mengerikan yang membuat mereka, yang melihatnya gemetaran dengan aura pembunuh yang 20% membuat sebagian orng pingsan saking ga kuatnya
__ADS_1
"gue ga nyangka orang yang gue anggap sodara nikung tunangan gue bukan urusan lo mulai sekarang, gue ANINDIRA CLARISSA RAYMOD memutuskan pertunangan ini dan memutuskan persahabatan ini"ucap risa lantang karena ia malas meladenin mereka serta terlanjur kecewa dan sakit hati ingin sekali risa menagis kencang tapi ia tahan agar tidak dianggap lemah, lalu risa berbisik ke devon.
"jangan harap lo bisa sentuh keluarga gue, rasa sakit yang gue terima gue bakal balas berkali kali lipat INGAT ITU" ucap risa sambil berlalu pergi meninggalkan devon mematung ditempat. risa pergi sambil menarik tangan bella, bella yang melihat kakaknya digituin ia dari jauh berteriak.
"JANGAN HARAP BISA DEKETIN KA RISA LAGI DASAR BANJINGN, LO GA COCOK SAMA KA RISAA"ucap bella emosi
"sudah bell gpp kita mainkan trik saja"ucap gue smirik yang membuat bella senang bukan kepalang.
"baik ayo pulang ka jangan lama lama disini menjijikkan tau"ucap bella senang kalo kakaknya ga bersedih, risa mengambil hp dan menghubungi orang kepercayaannya.
"selidikin hubungan mantan tunangan saya dan mantan sahabt saya "ucap risa
"dan kirim pengawal pada setiap anggota keluarga saya perketat pengawal jarak jauh, saya ga mau keluarga saya kenapa kenapa"ucap risa sambil mematikan hp dan menyimpannya, mereka berjalan ke arah parkiran.
saat sesudah mereka meninggalkan kafe tersebut devon yang kesal pun langsung menelpon bawahannya untuk memutuskan rem mobil mantan tunangannya agar mereka kecelakaan.
"kalo rencana gue gagal gue bakal buat lo mati dengan adik lo tersebut"ucap devon sambil tersenyum puas dan mengajak fani pergi dari sana karena mereka sudah jadi pusat perhatian.
diparkiran risa memiliki firasat buruk filingnya ga pernah salah, tapi apa dia ga bisa tau kenapa batinnya ga bisa berfungsi, semoga ga terjadi sesuatu batin risa sambil menjalankan mobil. dipertengahan jalan saat ingin memelankan laju mobil tiba tiba rem tidak bisa berfungsi.
Risa vof
__ADS_1
shitt knp lagi ni mobil astaga kenapa remnya blong padahal tadi sehat walafiat.
"bella remnya blong"ucap gue ke adik gue dan dia langsung menoleh
" Kok bisa sih Kak Padahal kan tadi remnya baik-baik saja? terus gimana Kak kita bisa mebahayakan pejalan kaki Astaga kenapa remnya blong tiba-tiba sih gimana dong Kak Bella takut banget ka risa" ucap adik gue panik dan takut, gue berusaha menangkan.
" kamu tenang aja Kakak nggak kan biarkan Apapun terjadi padamu, nih pakai coba pakai ini, pakai di badan kamu cepat" ucap gue mengasih alat penyelamatan yang memang ada di mobil, sebuah pelindung badan.
" Terus Kakak gimana dong masa nggak pakai sih"ucap adik gue.
" kakak nggak papa Kamu pakai aja cepat nggak keburu ini buruan"ucap gue memaksa adik gue memakai gue ga mau adik gue kenapa napa, selesai memakai gue menyuruh adik gue untuk berpegangan tapi dari jalur lain terlihat truk yang menuju ke mobil gue, segera gue membuka pintu mobil dan mendorong adik gue keluar.
" Bella keluar bel peluk pengamannya cepat" ucap gue panik karena truk sudah berada tidak jauh dari mobil yang gue kendarain.
Risa vof and.
Bella yang melihat itu buru-buru memegang pengamannya dan berguling keluar dari mobil banyak yang menonton kejadian tersebut dan berteriak histeris sementara risa masih dimobil tersebut tabrakan pun tak bisa dihindarkan mobil yang Risa tumpangi tengguling dan mengenai pembatas jalan dan terseret hingga berapa meter, orang yang melihat itu langsung berteriak histeris apalagi Bella adik Risa yang selamat setelah didorong dari mobil oleh sang kakak.
"TIDAKKKK KAA RISAAAAA"
jangan lupa tinggalkan jejak ya semoga kalian suka novel buatan aku :))
__ADS_1