Thrown Into Another World

Thrown Into Another World
Penyusup


__ADS_3

Mereka semua berjalan menuju ruang makan, saat jendral salong ingin pamit pulang ia dicegah oleh risa.


"kau harus ikut makan dulu long gege baru kau boleh pulang" ucap xun'er memohon dengan puppy eyesnya.


Jendral muda itu tak tega dan lagi yang mulia permaisuri ikut meminta.


"benar kau ikut lah makan long baru Kau pulang xun'er juga masak banyak" ucap permaisuri fang yin, kalo tidak didepan umum permaisuri akan memanggil long.


"baik yang mulia permaisuri" ucap jendral muda akhirnya ikut makan bersama.


Ruang makan kerajaan


Mereka semua telah masuk ruangan ini mengambil posisi dengan raja diujung dengan disamping kanan permaisuri, selir agung, selir kehormatan dan sebalah kiri raja putra mahkota, xiao jianying, xiao jiazhen, xiao jingmi, jendral muda, dan jiang mo serta jiang meng, sedangkan risa disamping selir kehormatan disebelahnya jiang chen dan jiang hao.


Setelah mereka duduk makananpun disajikan diatas meja yang membuat siapapun melihatnya lapar.


Waktu makan mereka diselingin tawa dan candaan para pangeran, jendral muda, dan jiang bersaudara berebutan ingin mengambilin makan untuk adik tercinta mereka.


Raja dan para istrinya melihat suasana makan seperti ini benar benar bahagia sekali, mereka para orang tua bersyukur atas kehadiran risa karena membawa kebahagian buat semuanya.


Yang darinya anak mereka memasang wajah datar bak tembok rumah sekarang sejak kehadiran risa mereka memiliki beragam ekspresi darinya cemberut, kesal, marah, manja, merengek, tertawa, bahagia dan lain-lain risa membawa dampak besar bagi kerajaan ini.


Tiba-tiba risa berdiri dan berlari ke arah raja membuat yang berada disana binggung kecuali jiang bersaudara, saat didepan raja ia menangkap satu anak panah yang hampir mengenai raja.


Slapp


Slapp

__ADS_1


Slapp


Slapp


Empat anak panah lainnya melaju cepat ke arah permaisuri dan para selir mereka yang melihat itu terkejut.


Crass


Crass


Risa melempar belati ke arah atap yang lumayan gelap dan.


Brakk


Brakk


Risa maju dan mengeluarkan pedang merah darah dan memerintah jiang bersaudara untuk menjaga anggota kerajaan.


"mo ge, meng ge, hao ge, dan chen ge lindungi ayah, para ibunda, dan yang lainnya biar xun'er yang mengurus ikan teri ini" ucap risa dengan aura yang membikin siapapun takut.


"keluar sebelum saya yang menghampiri kesana" teriak risa lantang dengan aura pembunuh 50% yang membuat siapapun bergidik ngeri.


Munculah 51 orang berpakaian serba hitam mengelilingi mereka semua, para pangeran yang melihat itu bersiap siaga mengeluarkan pedang termasuk jiang bersaudara dan jendral muda mereka khawatir akan adik perempuannya, mereka semua meneriaki risa. Sedangkan para ibunda mereka hanya ketakutan dan panik karena putri mereka ada di depan.


"xun'er mundur nak biar gegemu saja yang urus" ucap fang yin khawatir


"benar xun'er mundur sayang berbahaya disitu" ucap kang jian yang dianggukin jia ying.

__ADS_1


Sedangkan raja masih mencerna apa yang terjadi saat para istrinya meneriakin putrinya akhirnya raja sadar bahwa ada penyusup.


Sedangkan risa sudah maju dan bertarung dengan para pembunuh mereka semua mati ditangan risa, menyisahkan 20 dari mereka melarikan diri ke atap risa mengejar mereka.


"jangan harap kalian bisa kabur brengsek" ucap risa saat sudah diatap menatap mereka dengan aura yang menyeramkan membuat para pembunuh bergidik, tapi mereka tetap bertarung karena ini sudah tugas mereka.


Pertarungan risa dan para pembunuh menarik perhatian para penjaga mereka semua segera berteriak dan berkumpul dibawah.


"ADA PENYUSUP" teriak salah satu prajurit lantang mereka semua berkumpul di bawah atap menyaksikan risa membunuh para pembunuh.


Sedangkan keluarga kerajaan dan yang lain ada diruang makan mereka keluar, padahal para pangeran dan jendral muda ingin menyusul tapi diberhentikan oleh jiang bersaura mereka bilng.


"xun'er bilang biar dia yang urus" ucap jiang chen.


Mereka yang dicegah jiang bersaudara frustrasi tapi mereka dan para orang tua hanya menyaksikan dari bawa, permaisuri beserta selir khawatir dan cemas akan putrinya termasuk raja.


Risa menebas dan membunuh tanpa ampun siapapun yang berusaha menyakitin keluarga dan orang yang ia sayangi.


Semua pembunuhan yang tersisa mati terbunuh oleh risa semua mayatnya ada yang jatuh kebawa ada juga berceceran diatas atap.


Risa turun kebawa dan mendarat dengan mulus menampilkan senyuman manis kepada mereka lalu jatuh pingsan.


Para gegenya yang melihat adiknya pingsan buru buru menghampirinya dan memeriksanya, syukur tidak ada yang terluka.


"panggil tabib cepat" teriak raja lantang kepada para prajuritnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya semoga kalian suka novel buatan aku :))

__ADS_1


__ADS_2