Thrown Isekai Rpg

Thrown Isekai Rpg
Rendang dari Bumi


__ADS_3

Bab 15: Rendang dari Bumi**


Ethan, Lina, dan Roland masih berada di puncak Pegunungan Mistral bersama Kebijaksanaan Elemental setelah menyelesaikan pelatihan mereka. Namun, kali ini, Ethan memiliki ide khusus untuk mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada mentor mereka.


Ethan: "Kebijaksanaan Elemental, kami ingin menunjukkan penghargaan mendalam kami atas bimbingan dan pelatihan yang telah Anda berikan kepada kami. Kami ingin membuat sesuatu yang istimewa sebagai tanda terima kasih kami."


Kebijaksanaan Elemental: "Terima kasih atas niat baik Anda. Apa yang Anda rencanakan?"


Ethan tersenyum, "Kami ingin memasak hidangan khusus dari dunia kami yang akan memberi Anda sedikit rasa dunia yang kami tinggalkan."


Kebijaksanaan Elemental: "Itu ide yang bagus. Saya akan senang melihat apa yang akan Anda ciptakan."


Mereka mulai mencari rempah-rempah dan bahan-bahan lain yang diperlukan untuk membuat rendang. Mereka menjelajahi hutan dan desa-desa terdekat untuk menemukan bahan-bahan tersebut. Lina menggunakan keterampilan manipulasi airnya untuk menangkap ikan air tawar segar dari sungai terdekat. Roland memanfaatkan kemampuan pengendalian api untuk memasak hidangan dengan sempurna.


Setelah mereka mengumpulkan semua bahan yang diperlukan, mereka mulai memasak rendang. Ethan menjelaskan langkah-langkahnya kepada Kebijaksanaan Elemental.


Ethan: "Langkah pertama dalam membuat rendang adalah menaruh campuran rempah-rempah ke dalam panci. Itu akan memberi daging rasa yang kaya."


Dia menjelaskan rempah-rempah yang perlu dimasukkan ke dalam panci, seperti sereh, daun jeruk purut, dan cengkeh. Roland dengan hati-hati menambahkan rempah-rempah tersebut, dan segera aroma harum memenuhi udara.


Ethan: "Langkah berikutnya adalah menambahkan daging dan santan. Daging yang sempurna untuk rendang adalah daging sapi."


Mereka meletakkan potongan-potongan daging sapi ke dalam panci bersama santan. Roland membiarkan campuran itu mendidih perlahan, dan aroma yang menggoda semakin kuat.


Lina: "Berapa lama kita harus memasak ini, Ethan?"


Ethan: "Rendang memerlukan waktu yang lama. Kami harus membiarkannya masak dengan api kecil selama beberapa jam agar dagingnya benar-benar empuk."


Selama proses memasak, mereka semua berpartisipasi. Lina memastikan api tetap stabil, Roland terus mengaduk campuran dengan lembut, dan Ethan menjaga semuanya dalam keseimbangan.


Akhirnya, setelah beberapa jam, rendang mereka sudah siap. Aroma yang kaya memenuhi udara, dan hidangan itu terlihat luar biasa.


Ethan: "Kebijaksanaan Elemental, ini rendang untuk Anda. Kami harap Anda menikmatinya."


Kebijaksanaan Elemental tersenyum, "Terima kasih, Ethan, Lina, dan Roland. Ini adalah tanda penghargaan yang indah, dan saya sangat menghargainya."


Mereka semua duduk bersama di luar dengan udara dingin malam dan hangatnya nasi dan rendang mereka  menikmati makan malam mereka. Rendang itu memang istimewa, dan Kebijaksanaan Elemental menikmatinya dengan sangat senang.


Ethan: "Bagaimana rasanya, teman-teman? Rendang ini rasanya seperti di rumah."

__ADS_1


Lina: "Ini luar biasa! Saya belum pernah mencicipi sesuatu yang selezat ini di dunia isekai."


Roland: "Ethan, Anda adalah koki yang hebat! Anda benar-benar membawa rasa Bumi ke dunia kita."


Kebijaksanaan Elemental: (Tersenyum) "Saya harus setuju. Ini adalah makanan yang luar biasa."


Ethan: (Merah padam) "Terima kasih, semuanya. Saya senang kalian suka. Ini hanya sedikit cara kami untuk mengucapkan terima kasih atas semua yang telah Anda ajarkan kepada kami."


Mereka tertawa bersama sambil menikmati hidangan itu, dan suasana hati mereka semakin cerah. Rasa persahabatan dan penghargaan mereka satu sama lain semakin mendalam.


Lina: "Siapa yang akan menduga bahwa kami akan memasak rendang di puncak Pegunungan Mistral?"


Roland: "Tidak ada yang seperti makanan yang dibuat dengan tangan sendiri, bukan?"


Ethan: "Itu benar. Ini adalah momen yang akan saya kenang selamanya."


Makan malam itu berlangsung dalam tawa dan cerita. Ini adalah saat-saat seperti ini yang membuat petualangan mereka semakin berarti. Dan dengan perut yang kenyang, mereka bersiap untuk tidur dengan rasa syukur yang mendalam atas semua yang telah mereka alami bersama.



🪿autor lagi gabut sekalian resepnya


**Bahan-bahan:**


- 500 gram daging sapi (potong sesuai selera\, biasanya menggunakan potongan daging seperti iris atau potongan dadu)


- 2 lembar daun jeruk purut (opsional)


- 2 batang serai\, memarkan


- 4 lembar daun salam


- 4 cm lengkuas\, memarkan


- 2 lembar daun kunyit (opsional)


- 400 ml santan kental


- 400 ml santan encer

__ADS_1


- Garam secukupnya


- Gula secukupnya


- Minyak goreng secukupnya


**Bumbu Halus:**


- 10 buah cabai merah (sesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan)


- 5 buah cabai keriting (sesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan)


- 6 siung bawang merah


- 4 siung bawang putih


- 4 butir kemiri\, sangrai


**Cara membuat:**


1. Panaskan sedikit minyak goreng di dalam wajan\, lalu tumis bumbu halus hingga harum dan berubah warna.


2. Masukkan potongan daging sapi ke dalam wajan dan tumis hingga daging berubah warna dan terbungkus oleh bumbu halus.


3. Masukkan daun jeruk purut\, serai\, daun salam\, lengkuas\, dan daun kunyit ke dalam wajan. Aduk rata.


4. Tuangkan santan encer ke dalam wajan dan biarkan mendidih sambil sesekali diaduk.


5. Setelah santan mendidih\, tambahkan santan kental. Aduk rata.


6. Biarkan rendang mendidih dengan api kecil hingga daging menjadi empuk dan bumbu meresap\, ini bisa memakan waktu sekitar 2-3 jam. Jangan lupa sesekali cicipi dan tambahkan garam serta gula sesuai dengan selera Anda.


7. Ketika daging sudah empuk dan rendang terasa kental\, matikan api.


8. Rendang siap disajikan! Anda bisa menikmatinya dengan nasi putih.


Selamat mencoba membuat rendang, hidangan lezat khas Indonesia ini! Jika Anda ingin menyesuaikan tingkat kepedasan, Anda dapat menambahkan atau mengurangi jumlah cabai sesuai dengan preferensi Anda.


🩵

__ADS_1


__ADS_2