
Ethan, Lina, dan Roland tiba di kaki Gunung Angin, siap untuk menemukan Kuil Angin yang terletak di puncaknya. Gunung ini dikenal dengan cuaca yang keras dan angin yang melanda dengan kekuatan luar biasa, namun mereka tidak goyah.
Ethan: "Kuil Angin adalah langkah berikutnya dalam perjalanan kita. Kita harus memperkuat Elemental udara agar kita siap menghadapi Malachar."
Lina: "Tapi mendaki Gunung Angin akan menjadi tantangan besar. Cuaca dan anginnya sangat tidak ramah."
Roland: "Kita harus bersatu dan bertahan. Ini adalah ujian yang akan menguji kesatuan tim kita."
Mereka mulai mendaki gunung yang curam dan berangin itu. Cuaca memburuk seiring dengan kenaikan ketinggian, tetapi tekad mereka untuk mencapai Kuil Angin tidak pernah luntur.
Setelah beberapa hari mendaki, mereka tiba di puncak Gunung Angin dan menemukan Kuil Angin yang kokoh. Kuil ini dibangun di atas tebing tinggi, dikelilingi oleh awan dan angin kencang. Pemandangan yang mengesankan ini adalah hadiah bagi mereka yang telah melewati ujian perjalanan.
Mereka memasuki Kuil Angin dengan penuh rasa hormat dan menemui seorang biksu tua yang duduk dalam meditasi.
__ADS_1
Biksu Angin: "Selamat datang di Kuil Angin. Aku tahu mengapa kalian datang."
Ethan: "Kami datang untuk memperkuat Elemental udara kami. Kami tahu bahwa Malachar semakin kuat, dan kami harus siap menghadapinya."
Biksu Angin: "Tetapi sebelum kalian mendapatkan kekuatan Elemental yang lebih besar, kalian harus memahami dan menghormati alam semesta. Elemental udara adalah tentang kebebasan, kedamaian, dan keseimbangan."
Mereka menjalani pelatihan di Kuil Angin yang berfokus pada meditasi, kebijaksanaan, dan keseimbangan. Mereka belajar untuk mendengarkan suara angin dan merasakan energi udara di sekitar mereka. Ini adalah pelajaran yang mendalam tentang mengendalikan Elemental udara.
Lina: "Pelajaran ini membuka mata saya. Saya merasa lebih terhubung dengan alam."
Ethan: "Kami siap untuk menerima kekuatan Elemental udara."
Akhirnya, setelah beberapa minggu di Kuil Angin, mereka dihadapkan pada ujian akhir. Mereka harus melalui rintangan berbahaya dan meditasi mendalam untuk membuktikan bahwa mereka telah memahami pelajaran yang mereka terima.
__ADS_1
Ujian akhir ini adalah ujian keberanian dan keseimbangan. Mereka berhasil melewatinya dengan sukses, dan sebagai hasilnya, mereka menerima kekuatan Elemental udara yang lebih besar. Ini adalah momen penting dalam perjalanan mereka untuk melindungi dunia isekai mereka.
Biksu Angin: "Kalian telah melewati ujian ini dengan baik. Elemental udara adalah keseimbangan dan kebebasan. Jika kalian menggunakan kekuatan ini dengan bijak, kalian akan menjadi pahlawan yang kuat."
Mereka meninggalkan Kuil Angin sebagai pemegang Elemental udara yang kuat, siap untuk melanjutkan perjalanan mereka. Mereka tahu bahwa pertempuran besar melawan Malachar semakin mendekat, dan waktu untuk bersiap-siap semakin berkurang.
Ethan: "Sekarang kita memiliki keempat Elemental. Kita hampir siap."
Lina: "Tapi kami juga harus waspada. Malachar pasti memiliki beberapa trik di lengan bajunya."
Roland: "Kita akan menghadapinya bersama-sama, seperti yang selalu kita lakukan."
Mereka kembali turun dari Gunung Angin dengan hati yang penuh semangat dan tekad yang lebih kuat. Pertempuran besar yang akan datang akan menjadi ujian terbesar bagi mereka, tetapi mereka siap untuk menghadapinya dengan kekuatan Elemental mereka yang semakin kuat.
__ADS_1
Elemental air dipakai Lina dan elemental api dipakai roland dan tanah oleh Ethan dulu kekuatan mereka hanya kuat pada masing-masing elemental mereka dapat menggunakan elemental lainnya karena ada efek sharing namun tak terlalu kuat namun setelah penemuan elemental yang sama peninggalan Pahlawan terdahulu pemakaian shering mereka semakin kuat dan stabil dan untuk sekarang elemental udara akan dipakai oleh Ethan dan untuk elemental sendiri waktu dulu hanya ada lima namun sekarang setelah mereka menemukan elemental udara mereka belum tahu pasti ada berapa elemental yang tersebar di dunia ini.