
Guru Samudera/Kebijaksanaan elemental mengangguk perlahan, mengingat kenangan masa lalu yang kelam.
Guru Samudera: "Dahulu kala, ada tiga pahlawan, seperti kalian. Seorang pahlawan laki-laki dan dua pahlawan perempuan, mereka adalah penjaga Elemental. Mereka adalah orang-orang yang hebat, berjuang untuk melindungi dunia ini dari kejahatan yang mengancam."
Ethan, Lina, dan Roland mendengarkan dengan serius, ingin tahu lebih banyak tentang pahlawan-pahlawan sebelum mereka.
Guru Samudera: "Mereka adalah pahlawan yang kuat, tetapi bahkan pahlawan bisa menghadapi kekalahan. Mereka berperang melawan kejahatan yang sangat kuat, sama seperti yang akan kalian hadapi. Sayangnya, mereka kalah dalam pertempuran itu dan menghilang tanpa jejak."
Ethan: "Apa yang terjadi pada mereka? Mengapa mereka menghilang?"
Guru Samudera: "Tidak ada yang tahu pasti. Beberapa orang berpendapat bahwa mereka mungkin tersesat di dimensi lain, sementara yang lain berpikir bahwa mereka telah menyerahkan Elemental mereka demi keamanan dunia. Itu adalah misteri yang tidak pernah terpecahkan."
Lina: "Kami ingin melanjutkan perjuangan mereka dan melindungi dunia ini. Apakah ada cara kita bisa menghubungi mereka atau mengikuti jejak mereka?"
Guru Samudera tersenyum dengan ramah.
__ADS_1
Guru Samudera: "Kalian berdua penuh semangat dan tekad yang luar biasa. Jika kalian berhasil menguasai kekuatan Elemental dengan bijak, mungkin saja kalian bisa mengungkap rahasia yang mengelilingi pahlawan-pahlawan sebelum kalian. Tetapi yang terpenting, kalian harus fokus pada tugas yang ada di depan. Sekarang, mari kita nikmati makanan ini bersama-sama, dan setelah itu, kita akan melanjutkan pelatihan kalian."
Mereka kembali tersenyum, merasa terinspirasi oleh cerita pahlawan sebelum mereka, dan menikmati makanan yang lezat bersama-sama. Makanan yang disiapkan oleh Ethan adalah simbol persahabatan dan tekad mereka untuk menjadi pahlawan dunia isekai ini.
Setelah makan malam yang penuh kebahagiaan dan cerita, Ethan, Lina, Roland, dan Guru Samudera duduk bersama di bawah bintang-bintang. Mereka menatap langit malam, merenungkan perjalanan mereka sejauh ini.
Guru Samudera: "Pahlawan sejati adalah mereka yang membawa cahaya ke dalam kegelapan, yang berdiri untuk kebenaran dalam menghadapi kejahatan. Kalian semua telah menunjukkan tanda-tanda pahlawan sejati."
Ethan: "Kami tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah. Tetapi kami berkomitmen untuk melindungi dunia ini dan menghentikan Malachar."
Roland: "Kami tahu takdir kami tidak akan mudah, tetapi kami siap menghadapi setiap rintangan."
Guru Samudera: "Takdir adalah sesuatu yang misterius. Tapi yang saya tahu adalah bahwa kalian memiliki potensi yang besar. Kalian telah mengatasi banyak ujian, dan sekarang, kalian telah menguasai Elemental dengan bijak. Tetapi ingatlah, pahlawan sejati juga memahami pentingnya kebaikan hati dan perdamaian."
Mereka berbicara tentang masa lalu, masa depan, dan semua yang mereka hadapi. Mereka merasa lebih dekat satu sama lain daripada sebelumnya.
__ADS_1
Ethan: "Terima kasih, Guru Samudera, atas semua yang Anda ajarkan pada kami."
Lina: "Kami sangat beruntung memiliki Anda sebagai guru."
Guru Samudera: "Kalian adalah siswa yang luar biasa. Tetapi ingatlah, perjalanan ini belum berakhir. Yang harus kalian hadapi di depan adalah misteri besar."
Malam itu, mereka tidur dengan damai, di bawah bintang-bintang yang bersinar terang. Mereka tahu bahwa esok adalah hari baru, hari yang membawa tantangan baru dan keajaiban baru dalam perjalanan mereka.
Esok pagi, mereka akan melanjutkan perjalanan mereka, bertekad untuk menghentikan Malachar dan mengungkap misteri pahlawan sebelum mereka. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi satu hal yang pasti: takdir mereka masih menunggu untuk ditulis, dan mereka siap menghadapinya.
Bagaimana perjalanan para pahlawan ini akan berlanjut? Apa yang menanti mereka di masa depan? Semua pertanyaan ini akan terjawab dalam bab-bab berikutnya dari perjalanan epik mereka.
Tutup buku untuk saat ini dan bersiaplah untuk bab berikutnya.
__ADS_1