Tidak Nyata

Tidak Nyata
4. Kotor


__ADS_3

Kemudian bos preman tersebut menaruh telapak tangannya di pundak Inggrid, Inggrid yg menahan amarahnya memegang tangan preman tersebut lalu.....


Krek! Krek! Krek!


" wah bos hebat banget mematahkan tulang pundak gadis itu, hahaha siapa suruh gadis itu cari masalah! " ujar para anak buah preman itu


Krek! Krek!


" inggrid !" teriak varrel mengkhawatirkan inggrid


Kemudian...


" ARGHHHH..... TANGAN KU... TANGAN KU... !!!" teriak preman tersebut kesakitan


" LEPASKAN TANGANMU DARI PUNDAK KU ! ATAU KU HANCURKAN SELURUH TUBUH MU! " teriak inggrid pada preman itu


" kabur! kabur! kabur! ujar anak buah preman itu


sementara bos preman itu masih berteriak kesakitan karena jari jari tangannya patah...


" ugh... kotor!" ujar inggrid menggerutu


" woww... tangan dia kamu patahkan semua!" tanya varrel sambil terkagum kagum


" ugh..." menggerutu sambil terus berjalan cepat dan tidak meladeni varrel


" hei tunggu aku sedang bicara dengan mu !" ujar varrel berusaha berbicara dengan inggrid


" argh... jangan banyak bacot deh..." jawab inggrid kesal sambil terus berjalan cepat menuju rumahnya

__ADS_1


" hei " ujar varrel sambil terus mengikuti inggrid


setelah sampai di rumah inggrid, varrel yg tidak di undang masuk pun ikut masuk ke dalam rumah inggrid


" tino! tino!" ucap inggrid memanggil adiknya dan segera melepas jaket yg ia pakai


" kenapa ?! loh dia siapa ?!" tanya tino pada inggrid


" argh... dia ga penting! yg penting cepat cuci jaket ini ! kalau itu bukan jaket dari ibu sudah aku buang jaket itu !" jawab inggrid kesal dan menggerutu lalu segera pergi ke kamar mandi


" hei... pake di bilang ga penting lagi " ucap varrel menggerutu


" ohh... iya, aku varrel teman inggrid " ucap varrel memperkenalkan dirinya pada tino


" ha?! ga salah ?! " tanya tino kebingungan


" dia moodnya ga bagus kenapa?!" tanya tino pada Varrel


" tadi ada preman memegang pundak dia" jawab varrel pada tino


" ohh... ya sudah, lebih baik kamu segera keluar atau dia akan mengamuk !" ujar tino pada varrel


" hmm... kenapa ?!" tanya varrel pada tino


" masuk ke dalam rumah tanpa izin, tidak melepas sepatumu yg banyak tanah itu, tidak mencuci tangan mu yg kotor, padahal semua sudah di sediakan di depan!" jawab tino pada varrel


" tapi dia tidak melakuakan itu tadi ! " tanya varrel pada tino


" dia melakukannya " jawab tino

__ADS_1


" ha?! maaf tadi aku tidak melihatnya... lalu tadi itu entah dia sangat beruntung atau apa tapi dia menyebrang jalan tanpa melihat kiri kanan dan tidak terjadi apa pun padahal sedang banyak kendaraan apa dia selalu seperti itu ?! " tanya varrel pada tino


" tidak, tapi dia bisa melakukan apapun saat dia marah!"jawab tino singkat


" entah kenapa aku merasa sifat kamu dan dia berbeda jauh?! " tanya varrel pada tino


" kamu tidak bisa tahu lebih banyak lagi tentang dia dan keluarga ku! lebih baik kamu segera keluar! " ujar


tino pada varrel


" kamu ingin tahu jawabannya, itu kerena dia menanggung beban yg berat selama 14 tahun " ucap tino dalam hati


" hei kamu sampah! cepat keluar! " teriak inggrid pada varrel


" aku tidak mau! tunggu aku segera melakukan apa yg kamu lakukan tadi " jawab varrel pada inggrid


setelah dia melakukan semua yg di lakukan inggrid... inggrid pun selesai mandi lalu...


" karena kamu tidak mau keluar, cepat bersihkan lantai yg kamu injak dengan sepatu kotor mu itu tadi!" ujar inggrid pada varrel


" inggrid, dia tamu loh..." ujar tino pada inggrid


" dia bukan tamu! kita kan tidak pernah mengundang dia! artinya dia sendiri yg mau menjadi pelayan di sini untuk malam ini, kamu tidak usah membersihkan rumah biar dia saja, nanti aku awasi, kamu cepat istirahat oh iya ambilkan : celemek, sarung tangan, penutup kepala, masker, sapu, kemoceng, dan kain lap ! " ujar inggrid pada tino


" baik... " jawab tino pada inggrid


" ha?! aku ini tamu loh masa di suruh bersih bersih! ayahku itu CEO konglomerat loh!" ujarnya pada inggrid dan tino


inggrid mulai kesal mendengar jawaban varrel seperti itu lalu...

__ADS_1


__ADS_2