
" ya sudah aku pulang dulu ya..." ucap varrel pada inggrid dan tino
" iya..." jawab inggrid dan tino singkat
varrel pun akhirnya pulang... setengah jam kemudian...
Prang!
" eh... kenapa tino?! tanya inggrid pada tino panik
" ga tau... piringnya tiba tiba jatuh!" jawab tino ikut panik
" ya udah aku beresin dulu kamu jangan pegang!" ujar inggrid pada tino sambil memungut pecahan piring
" inggrid! itu tangan kamu berdarah! kena pecahannya ! masa ga berasa! bengongin apa?!" tanya tino pada inggrid
" ohh... gapapa! ga sakit kok! " jawab inggrid tenang
" Perasaan aku kok ga enak ya... jangan jangan !" ujar inggrid dalam hati
" tino, aku pergi dulu... kamu jaga rumah kunci semua pintu dan jendela! siapapun ga boleh masuk ingat!" ujar inggrid panik sambil memakai jaket
" kenapa?! " tanya tino ikut panik
__ADS_1
" intinya ikutin aja yg aku suruh jangan lupa! kunci semua, terus masuk ke kamar jangan buka pintu! " ujar inggrid sambil jalan tergesa gesa
" kenapa sih sebenernya... udah lah ikutin aja! "ucap tino pada dirinya sendiri
inggrid terus berlari ke arah varrel sambil mencoba menghubunginya, sampai akhirnya bertemu dengan varrel lalu....
" varrel! " teriak inggrid pada varrel
" varrel kenapa bisa kaya gini?! tanya inggrid pada varrel panik sambil merobek ujung bajunya untuk megikat tangan varrel yg berdarah
" gapapa kok... mending kamu cepat pergi dari sini ini jebakan! " ujar varrel pada inggrid
" kenapa memang kalau jebakan! seberapa banyak mereka 100 orang 200 orang aku juga ga takut! kamu pegang sapu tangan ini!" ujar inggrid pada varrel
" huh... hanya 75 orang bukan masalah, jadi balas dendam nih!" jawab inggrid pada para preman itu
" maju! mau satu satu atau semua?!" tanya inggrid santai pada para preman itu
" HUH... GADIS GA TAHU DIRI!" ujar salah seorang preman itu pada inggrid
inggrid berhasil mengalahkan lebih dari 30 orang tanpa tersentuh sedikit pun sampai...
" ARGH... " teriak inggrid menahan amarah
__ADS_1
" oh... kamu lagi! apa kamu tahu! pisau mu itu kotor! apa belum puas ku patahkan jari jari mu tadi ! ujar inggrid pada preman tadi siang
" hahaha bisa apa kamu hah?! tanya preman itu pada inggrid
" VARREL! LEMPARKAN SAPU TANGAN KU ! ujar inggrid pada varrel sambil menangkap sapu tangan
di sisi lain...
bruk! bruk! ( suara orang menggedor gedor pintu rumah inggrid )
" BUKA! BUKA! WOI! " teriak para preman itu di rumah inggrid
" ohh jadi ini yg di maksud inggrid! untung sudah ku kunci semua pintu! sepertinya jumlah mereka banyak aku ga bakal menang jika jumlahnya lebih dari 50 orang, ya sudah lah tunggu aja! ujar varrel pada dirinya sendiri
brak! preman itu berhasil membuka pintu rumah inggrid dan menghancurkan barang² di rumah inggrid dan mendobrak semua kamar²
kembali ke sisi inggrid
" tangan ku terluka karena kamu! varrel terluka karena kamu! menyuruh sebagian dari anak buah mu kerumahku unyuk menghancurkan barang barang!sekarang kamu berani menyentuh ku dengan tangan busuk mu itu! apa belum cukup jari mu patah! jika begitu sekarang ku patahkan lehermu! " ujar inggrjd sambil menahan amarah dan mencekik preman itu
( sunyi semua preman yg ingin menyerang terdiam karena kaget melihat bosnya di cekik sampai tidak bisa melawan sama sekali ,kemudian...)
" TINO! " teriak varrel pada inggrid mengingatkan apa yg terjadi pada tino
__ADS_1