Tidak Nyata

Tidak Nyata
7. hawa pembunuh


__ADS_3

" stop! inggrid dia bisa mati, tino ! ingat tino ! "ujar varrel pada Inggrid


( semua anak buahnya kabur karena ketakutan ) Inggrid kembali tersadar dari kemarahannya dan segera membawa Varrel menuju rumahnya saat sampai di rumahnya, Tino masih di pukuli oleh preman² itu, Inggrid yg sudah mulai tenang kembali marah karena melihat Tino dipukuli oleh preman² itu, kemudian preman itu berhenti memukuli Tino kerena melihat Inggrid dan merasakan hawa pembunuh di sekitarnya kemudian...


" KALIAN! " teriak Inggrid pada preman² itu sambil berjalan ke arah mereka


" huh, ada seorang gadis kecil... apa kamu mau ikut bermain gadis manis?!" tanya salah seorang preman itu sambil membelai rambutnya Inggrid


Inggrid terdiam sesaat sambil memejamkan matanya, sambil menarik nafas panjang kemudian...


" apa belum cukup tangan bos kalian patah?!" tanya Inggrid pada preman itu dengan nada pelan


" aku tanya! APA BELUM CUKUP TANGAN BOS KALIAN PATAH?! HA?! " teriak Inggrid sambil memegang tangan preman yg membelai rambutnya itu


" APA HARUS KUPATAHKAN TANGAN KALIAN SEMUA!" teriak Inggrid sambil meremas jari jari preman yg membelainya tadi


Krek! krek! krek! ( suara patahan tangan preman yg membelai rambut inggrid tadi ) semua preman tersebut menatap ke inggrid


" Aah! " suara teriakan preman yg membelai rambut inggrid


" heh... beraninya kamu! minta dihajar ya!" ujar salah seorang preman tersebut

__ADS_1


" kalo iya kenapa! takut!" jawab Inggrid sambil memelototi preman² itu


" nantangin dia! maju! " ujar salah seorang preman tersebut


uhuk! uhuk! ( suara batuk Tino ) Inggrid yg termakan oleh emosinya mematahkan tangan beberapa preman itu kemudian mereka kabur sementara yg lainnya kabur sebelum Inggrid mematahkan tangan beberapa preman itu. tidak lama Inggrid berlari ke arah kamar dan segera mencari kotak P3K untuk membalut luka luka Tino sementara Varrel masih terdiam melihat Inggrid yg terbawa emosi tadi.


" hmmm... Varrel, Tino aku ini pembawa masalah untuk kalian... karena itu aku tidak ingin memiliki teman, aku takut ketika aku mulai terbiasa dengan adanya mereka, mereka pergi... selamanya dan tidak pernah kembali " ucap Inggrid dalam hati sambil mencari kotak P3K


setelah menemukan kotak P3K, Inggrid masih berusaha berlari ke arah Tino sambol terengah engah


" aku gapapa kok" ucap Tino pada Inggrid


" gapapa gimana?! lukanya sampai kaya gini! masih di bilang gapapa!" ucap Inggrid sambil membalut lukanya Tino


" ini juga cowok kok pada ga bisa jaga dirinya sendiri!" ujar Inggrid pada Varrel dan Tino sambil menjitak kepala mereka berdua


" aduh!" ucap Verrel dan Tino bersamaan


" iya, maaf! itukan kamunya aja yg terlalu kuat bukan kita yg ga bisa jaga diri! mana ada orang yg bisa kalahin preman segitu banyak!" ujar Varrel pada Inggrid


" haish!" ucap Inggrid sambil menarik nafas

__ADS_1


" kamu membalut luka kami tapi kamu tidak membalut luka kamu sendiri ! gimana sih ?! " ujar Varrel pada Inggrid


" iya, sini aku bantu luka kamu lumayan parah loh!" ujar Tino pada Inggrid


" eh... ga usah! ga sakit juga kok!" jawab Inggrid sambil menahan sakit


" ga sakit gimana?! jelas banget kamu nahan sakit!" ucap Varrel sambil berusaha memaksa membalut luka Inggrid


" ga usah! " jawab Inggrid


setelah beberapa lama akhirnya Varrel dan Tino berhasil membalut luka Inggrid


" aduh! kalian membalut lebih buruk dari pada anak TK tahu ga?!" ujar Inggrid pada Varrel dan Tino


" ohh iya, terus Varrel gimana ?! tanya Inggrid pada Tino dan Varrel


" maksudnya ?!" tanya Tino pada Inggrid


" aduh... punya otak ga sih, masa dia tinggal di sini malam ini !" jawab Inggrid kesal


" pedes amat" ucap Varrel pada Inggrid

__ADS_1


" iya juga ya... kan ga mungkin dia tinggal di sini semalam, kalau di suruh pulang pasti tuh preman cari masalah lagi, kalau ga pulang nanti keluarganya khawatir, terus gimana?! Tino bertanya balik pada Inggrid dan Varrel


__ADS_2