
"hehhh?,,,,"
"Kenapa kau terbingung seperti itu?"
"Yah,bagaimana ya,,,,,,"
Aku menyatakan cinta kepada gadis itu,bukankah itu aneh?diriku yang tidak pernah tertarik dengan lawan jenis,namun sekarang malah menyatakan cintanya kepada gadis itu,aku orang yang aneh,pada saat ini aku benar benar berfikir bahwa diriku aneh,namun aku merasa bahwa aku memang menyukainya,dan aku merasa bahwa hanya gadis itu yang bisa mengubah takdir ku
Ini adalah cerita seorang laki laki yang tidak tertarik oleh wanita,dia hanya suka bermain game di kamarnya ketimbang bermain bersama teman diluar rumah,namun di sekolah dia orang yang ceria,dekat dengan teman,namun susah untuk bergaul,orangnya sangat pemalu,dan tidak pandai berteman,dia akan berteman ketika seseorang mengajaknya berteman,dan tidak pernah memulai pertemanan
"Hei!!!Taka!!umpan bolanya pada ku!!" Alwin berteriak meminta umpan bola kepada Taka
"Baiklah Wi!!" Taka menyaut
"Taka awas jangan umpan dahulu,Alwin sedang dihadang!!" Gustiva melarang Taka untuk umpan Alwin karena Alwin sedang dihadang
"Kalau begitu ini Gus!"
"Hehhh!kenapa aku"
Taka mengumpan bolanya ke gustiva
"Gustiva shoot!!!!"
"Ini tendangan Gusnaldo, gustiva Ronaldo!!""
Gustiva menendang bolanya dan bola itu melesat jauh,laluuuu golll bola itu cepat sekali
"Apa itu namanya lucu sekali Gus,tapi itu gooollll!bagus Gustiva"
"Sialan aku dihadang sih tadi" Alwin sedang merasa kesal
"Hahah sudahlah Alwin tetap berjuang"
"Aku tau itu Taka"
(Ringgg) (Ringgg)
"Bell istirahat!!Gusti,Alwin,ayo kita istirahat,pergi ke kantin"
"Hahaha tentu,eitss mari kita Main bareng game kah? setelah selesai makan?" Alwin dengan bangga menanyakan itu,karena dia ingin memamerkan suatu
"Oh tentu,ya kan Taka?"
"Oh pasti dong,gass aja sih Main bareng game Monster killer"
"Iya,by the way gw udah level 67" Alwin dengan pamer mengatakan itu
"Lah???cepat banget lu,gw aja baru level 59 atau 58 dah" gustiva terkejut
"Haha baru level segitu kalian berdua?gw dong udah level 100,udah max coy" Taka lebih pamer ternyata
"Kau sudah main itu lebih lama Taka diam aja kau" Alwin dengan nada yang tinggi
"Lah berisik banget lu,lagi lemah banget hahaha"
"Aku sih nyimak aja,level rendah nyimak aja sih"
"Hahahah Gusti cuma bisa nyimak" Taka tertawa dengan lawakan Gusti
"Hahaha emang lawak dia mah" Alwin pun ikut tertawa
Mereka bertiga teman yang dekat,seorang yang selalu ada jika temen mengalami masalah,sebuah teman yang baik,dan mereka tidak sadar,bahwa mereka adalah sahabat
TaksJason adalah seorang laki-laki yang bahkan tidak tertarik berpacaran dengan siapapun itu,dia hanya tertarik dengan permainan game ketimbang hal hal yang merepotkan seperti belajar
Taka memiliki rambut hitam,tubuh yang seperti laki laki pada umumnya namun dia memiliki kecepatan yang lebih cepat dibandingkan manusia biasa,karena itu dia selalu terpilih menjadi pemain bola ketika ada pertandingan,tapi sebenarnya dia kurang suka dengan permainan bola,dan lebih menyukai bermain badminton atau bulu tangkis
Rachmad Alwin orang yang pendiam jika di sekolah,namun kelakuannya di luar sekolah berkebalikan dengan sifatnya di sekolah,berambut hitam,tubuh yang lumayan ketimbang laki laki biasa
Gustiva Nursi orang yang ceria juga hampir sama dengan Taka,badannya seperti laki laki pada umumnya,rambutnya hitam juga
Mereka bertiga penyuka game ketimbang belajar,namun gustiva memiliki pacar yang bernama sattela haru dia wanita yang cantik,mereka bertiga selalu bersama di sekolah,Alwin,gustiva,Taka adalah sahabat terbaik
"Aku pesan roti sandwich nya Bu!" Taka ingin membeli sandwich di kantin
"Beli berapa Taka?"
"Hmmmm 6 aja Bu"
"Banyak juga ya?"
"Iya aku membeli teman ku juga"
"Baiklah, jadinya 30.000"
"Okelah"
Satu roti sandwich yang berisi daging,sayur,dan telor memiliki harga 5000 untuk 1 nya
"Ini roti kalian berdua,dan mana 10.000 nya?"
"Ini Taka" Alwin memberikan 10.000 kepada Taka
Dan Gusti juga memberikan 10.000 pada Taka,mereka makan bersama di kantin,lalu bermain game Monster killer bersama,saat bermain tiba tiba ada pemberitahuan dari sekolah bahwa besok libur,karena ada perbaikan di sekolah,,murid murid pada kebingungan karena apa yang diperbaiki?namun mereka juga senang karena libur
"Hei Alwin,Gusti bagaimana kalian menginap di rumahku?"
"Owh ide bagus,baiklah"
Alwin dan Gusti setuju dengan itu,setelah beberapa jam mereka akhirnya pulang,pastinya pulang bersama,dan mengobrol di jalan
"Lelah juga ya sekolah hari ini karena bermain bola" Taka mengeluh akan hal itu
"Yah namanya juga sekolah dan olahraga hari ini"
"Iya sih Hadeh tapi lelah kau tau?" Taka mengeluh kembali
Mereka melewati gang saat ini,dan Taka menyenggol wanita yang lewat di gang,itu hal yang wajar karena gang itu lumayan sempit
"Ehh sorry sorry,kau tidak apa apa kan?" Taka meminta maaf dengan cepat
"Tidak ini bukan salah mu,mungkin ini salah ku karena tidak melihat jalan" wanita itu menjawab
"Heh!?Rikka?"
__ADS_1
"Hehhh,,,Taka ya"
Alwin dan gustiva,beserta teman Rikka terkejut bahwa Taka dan Rikka berkenalan
"Heh?kalian kenal?" Alwin bertanya kepada Taka dan Rikka
"Iyah kita tetangga" Taka menjawab pertanyaan Alwin
"Hehehe,iya kita tetangga"
"Owh begitu kah" ucap salah satu teman Rikka
Mereka melanjutkan jalannya kembali,dan berpisah
"Tidak kusangka itu wanita teman mu ya Taka" Gusti bertanya
"Iya" Taka dengan singkat menjawab pertanyaan nya
"Tapi wanita itu sangat cantik ya,rambutnya biru gelap,mata yang berwarna biru yang tercampur sedikit warna ungu,lalu pahanya yang beri-"
Taka memukul kepala Alwin dengan pelan
"Hadeh kau Alwin,bisa bisanya kau berfikir itu" ucap Taka setelah memukul kepala Alwin
"Iya iya maaf, tapi itu benar bukan?gustiva?"
"Ya,yang dikatakan Alwin benar"
"Kalian memang mesum yah"
"Apa kau tidak seperti itu?" Alwin bertanya dengan kepala yang dimiringkan
"Yah selama ini aku tidak terlalu tertarik dengan lawan jenis,maksudku aku tidak terlalu tertarik untuk pacaran,aku hanya fokus ke dunia game saja,sama seperti kalian"
"Hehhh!!kau memang aneh Taka" gustiva yang kebingungan dengan pernyataan Taka
"Ada apa memangnya?ada banyak orang juga yang seperti itu,,,,,, kayaknya"
"Itu sangat langka,bahkan hampir tidak ada,anehnya" gustiva benar benar kebingungan akan hal itu
"Alwin apa kau ingin memiliki pacar?"
"Aku sebagai laki laki iya"
Mereka mengobrol dengan asik,dan tidak sadar bahwa di depan ada rumah Taka
"Oh itu rumah ku,dah hati hati dijalan Gusti,dan Alwin"
"Oklah"
"Hahhh,,,aku sangat lelah Bu" Taka mengeluh akan sekolah hari ini
Ibunya mengheka nafas dan berkata
"Setiap hari Senin kau seperti itu ya"
"Yah pastinya,aku harus melakukan upacara pada pagi hari,lalu olahraga,dan belajar membuat otakku sangat panas"
"Kalau begitu makan lah ini,ibu menyiapkan makanan untuk mu"
"Okelah"
"Taka,hari ini Rikka ulang tahun pergilah kerumahnya"
"Hehhh!?Rikka ulang tahun?oh ya sekarang 26 Oktober"
"Iya kau pergilah kerumah Rikka untuk merayakannya?"
"Kalau ibu bagaimana?"
"Ayah akan menjemput ibu,ibu akan pergi ke luar negeri bersama ayah karena pekerjaan ayah kali ini ada di luar negeri,jadi kau akan di tinggal di rumah Rikka untuk sementara"
"Hehhh!!kenapa ibu tidak beritahu dari kemarin?!"
"Ibu lupa akan hal itu,jadi maafkan ibu yah"
"Yah kalau begitu tidak apa apa Bu"
Mereka ke depan rumah Rikka dan menekan bell rumahnya
"Iya ada apa?" Ibu rikka keluar dari rumah
"Hari ini Taka saja yang merayakan ulang tahun Rikka ya,karena hari ini saya akan pergi keluar negeri,jadi tolong jaga Taka "
"Owh begitu ya,kalau begitu tidak apa apa,saya akan jaga Taka"
"Ok terima kasih!"
"Iya sama sama"
Ibu Taka balik ke rumahnya dan bersiap siap untuk pergi,lalu diluar rumah ada sebuah mobil yang menjemput ibu
Taka masuk kedalam rumah Rikka,dan menunggu kepulangan Rikka
"Jadi ibu mu ingin pergi keluar negeri ya,,,"
"Iya"
"Jadi apa yang kau lakukan?"
"Aku akan mengajak teman ku menginap di rumahku,berhubung besok Selasa dan hari libur karena ada Perbaikan di sekolah jadi aku mengajak temanku untuk menginap
Dari dalam terdengar suara gerbang pintu terbuka,dan suara Rikka
"Ibu aku pulang"
Taka dan ibu Rikka akan mengejutkan Rikka
Rikka membuka pintu lalu Taka dan ibu Rikka mengucapkan selamat ulang tahun
"Selamat ulang tahun yang ke 14 Rikka!!" Ucap ibu dan Taka secara kompak
"Hehh?,,,(menghela nafas)aku sudah tau sih bahwa akan di kejutkan"
"Heh,,,,tidak seru jadinya kalau begitu Rikka"
__ADS_1
"Yahhh,,,, begitulah,heh?Taka?"
"Yo"
"Kau dengan teman teman mu ya Rikka?tapi mengapa aku tidak melihat teman mu?" Ibu bertanya dengan memiringkan kepalanya
"Mereka lagi mengarah kesini,mereka sedang menyiapkan diri tadinya"
"Owh begitu ya"
"Ehhhh,,,hai" ucap Taka
Taka tidak tau apa yang harus dia lakukan ketika teman sedang berulang tahun
"Selamat ulang tahun ya Rikka"
"Iya Taka"
"Hehh,,,apa kalian berpacaran?"
"Hehhh?tentu tidak ibu,,,(menghela nafasnya)ibu tidak bisa mengasumsikan tanpa bukti"
"Iya iya maaf,tapi kau tidak keberatan kan Taka?"
"Yah aku sih tidak terlalu kayaknya,soalnya aku tidak terlalu peduli dengan pacaran"
"Heh kau yakin,kau tidak peduli dengan pacaran?"
"Tentu Tante"
"Jarang sekali ya Taka,dan terima kasih sudah berkunjung ke rumah ku untuk merayakan ulang tahun ku Taka"
"Hehehe tentu saja,kita tetangga bukan"
"Duduklah,sambil menunggu teman Rikka datang"
Setelah ibu Rikka menyuruh Rikka dan Taka duduk,teman Rikka datang dan menekan bell rumah
"Heh itu dia temanmu Rikka"
"Mungkin saja Bu"
"Ibu akan mengundang nya masuk"
Dan teman teman rikka masuk,mereka berjumlah 3 orang,Tina,Talisa,dan Rina,mereka bertiga dekat dengan Rikka dari awal pertemuan mereka
(Ring) (Ring)
Suara berdering handphone Taka
"Oh ini teman ku,maaf menganggu"
"Owh tidak apa apa"
"Jadi ada apa Alwin?"
"Ini aku ingin membeli game terbaru yaitu Trick Hunter,game tentang pemburu yang hebat,jadi kau mau ikut ke mall?"
"Owh aku tidak bisa ikut,karena ada acara penting disini,jadi belikan saja punyaku,nanti ku bayar di rumahku,sekalian kita menginap"
"Oklah"
(Telpon dimatikan)
Mereka melanjutkan acara nya ,setelah jam 9 malam teman teman rikka pulang,dan Taka ingin balik kerumahnya,Ibu Rikka mengobrol berdua dengan Taka di ruang tamu,Rikka sedang mengobrol dengan temannya di luar rumah
"Hei Taka,kau yakin tidak ingin berpacaran dengan Rikka?"
"Yahhh aku tidak ingin,karena tidak tertarik"
"Ehhh,,, tapi yakin kah?aku tidak memperbolehkan Rikka berpacaran dengan orang lain,namun aku percaya Rikka kepada mu,jadi kalau kau menyukai Rikka bilang ya"
"Hehh???,,,,(Taka bingung) yah kalau begitu baiklah" Taka tidak tahu harus membalas apa
"Atau,,,,kau ingin diriku?"
"Hehhhhh!!jangan bercanda Tante,hahaha" Taka terkejut dengan kata kata tersebut
"Yah kau tau kan,aku sudah cerai dengan suamiku,jadi kau tidak ingin denganku?" Ibu Rikka menggoda Taka
"Yahh Tante bercanda kan?hahaha" Taka membalas
Dan Taka pulang kerumahnya,tidak lama bell rumah Taka berbunyi
"Oii Taka!!ini aku Alwin,bersama gustiva"
Taka melihat dari jendela kamar
"Baiklah sabar"
Saat ini mereka bertiga ada di ruang tamu dan mengobrol,lalu bermain game sambil makan cemilan yang ada di rumah Taka
"hei Taka itu musuhnya ada di depan ku,tolong bantu aku" Alwin meminta bantuan kepada Taka
"baiklah tunggu aku kesana,waduh aku di hadang oleh monster besar levelnya 20 itu tinggi untuk level kita yang sekarang mundur mundur"
"hahaha mundur saja mundur" ucap gustiva
mereka bertiga mati di gane itu,lalu Taka menyarankan untuk menonton film saja malam ini, yaitu film horor,di Rumah Taka banyak kaset kaset video horor,dan mereka menonton film itu
"moga aja seram ya,bagaimana kita buat tantangan,yang kalah harus mentraktir kita besok, tantangannya tidak boleh takut atau berteriak saat film dimulai sampai habis filmnya" Alwin menyarankan itu,karena dia suka dengan film horor,dan sudah terbiasa dengan film horor
gustiva dan Taka setuju dengan itu,lalu memulai filmnya
mereka berjuang keras agar tidak kalah
"aku tidak takut,santai aja" Ucap Taka padahal dia gemetar
"kau berkata itu sambil bergetar hah?" Alwin meledek Taka padahal dirinya sendiri juga sama
"sudahlah,kita bertiga gemetar kau tau itu"
dan gustiva kalah,lalu mereka ketiduran di sofa,bahkan ada yang ketiduran dilantai rumah,mereka tertidur pulas karena lelah akan sekolah dan lelah menahan rasa takut
gustiva pada akhirnya kalah,dan harus mentraktir Teman temannya,bisa dibilang sahabatnya di pagi hari nanti,Rikka juga sudah tertidur pulas,malam ini adalah malam yang menyenangkan
__ADS_1
Mereka bertiga benar benar orang yang lucu,akrab selalu mau dimanapun dan kapanpun selalu ada ketika teman kesulitan itulah mereka,