
(Taka menguap)
"Ini sudah pagi ternyata,Hadeh pinggang ku sangat pegal,tidur di lantai membuat pinggang ku sangat sakit" Taka mengeluh pada pagi hari ini
"Bisakah kau tidak terus menerus mengeluh Taka?masih untung aku tidur di sofa" Alwin menegur Taka
"Argh kalian enak,aku tidur dengan posisi yang tidak enak,kaki di atas sofa dan badan di lantai" Gusti mengeluh juga
Mereka mandi dengan bergilir atau bergantian, setelah mereka mandi dan mengganti baju mereka,mereka menuju tempat makan yang enak,kenapa?karena Gustiva akan mentraktir Alwin dan Taka,Gustiva berfikir lebih baik dia tidak setuju atau tidak ikut serta dalam kompetisi itu
"Sudahlah Gus jangan menyesal hahaha,kau sendiri kan yang mau ikut kompetisi,dan akhirnya kau kalah,jadi traktir kita ya" Taka menyemangati Gusti meskipun niatnya ingin di traktir
"Benar apa yang dikatakan Taka,Kau tidak boleh menyesal atas pilihan yang telah kau pilih"
Sampailah mereka di tempat makan enak Mr Fried chicken,tempat makan ayam terenak dan terkenal di Jepang,bahkan hampir di seluruh dunia,siapa yang GK kenal Mr Fried chicken
"Ehhh aku pesan paket ayam combo 2" Taka memesan ayam yang kelihatan enak menurutnya
Setelah itu giliran antrian Alwin,dan Alwin bingung ingin memilih yang mana,tapi dia suka dengan ayam dan kentang goreng karena itu dia memilih Chicken and Potatoes, untuk minum dia memilih jus jeruk dengan es
Sekarang giliran Gustiva dia memilih burger chicken,dan fried Potatoes,Dan minuman nya minuman soda
Mereka makan bersama di meja 3,sambil bercerita dan bermain game,karena mereka kemana mana selalu membawa game agar tidak bosan
Setelah mereka selesai,mereka memutuskan untuk jalan jalan ke tempat sekolah,untuk melihat apa yang diperbaiki,setelah mereka sampai di gerbang sekolah,mereka menyusup masuk ke dalam,dan melihat luar sekolah,namun tidak ada perubahan,karena mereka tidak mau terlibat masalah,mereka keluar lagi,dan di sebuah gang mereka melihat Rikka bersama satu cowok entah siapa namanya
"Oh,,,Rik-!!!" Taka ingin menyapa Rikka namun Alwin langsung menutup mulut Taka dengan tangannya,lalu bersembunyi
"Taka sssttt seperti itu cowok ingin menyatakan cintanya kepada Rikka" Alwin mengatakan itu ke Taka agar dia diam
Gustiva disini benar benar memperhatikan mereka berdua,dia ingin tau apakah laki laki itu diterima,namun gustiva merasa kasihan ke Taka,karena Gusti tau bahwa mungkin kedepannya Taka akan menyukai seseorang,dan salah satu kemungkinan itu adalah Taka akan menyukai Rikka,Meskipun Taka tidak terlalu tertarik namun pasti dia akan tertarik seiringnya waktu berjalan
"Entah kenapa mengapa aku merasakan hal yang aneh,,," Taka mengucapkan itu dengan muka yang murung
Alwin dan Gustiva terkejut akan hal itu
Dalam hati gustiva dan Alwin sama mereka berfikir bahwa Taka menyukai Rikka tanpa disadari,dan hal yang tadi dikatakan Taka adalah sebagai bukti bahwa dia merasakan hal yang aneh, namun tidak diketahui aneh kenapa,lalu Gustiva bertanya
"Apa yang aneh?"
"Hmmm entah kenapa hatiku merasa tidak nyaman saja"
Mereka berdua semakin terkejut dengan hal itu,berfikir bahwa Taka memang menyukai Rikka,tapi mereka tidak dapat menyimpulkan begitu saja,mereka harus memiliki bukti-bukti bahwa Taka menyukainya
Alwin berbisik ke Gustiva
"Mengapa kita begitu penasaran?"
"Aku tidak tau,mungkin karena Taka tidak tertarik pacaran,dan tidak pernah terlihat menyukai seseorang"
"Aku menyukai mu Rikka!!"
"Heh?!dia benar-benar menyatakan cintanya" Taka berkata itu dengan terkejut
"Hehhh?!?!apakah dia akan diterima?aku tidak tau sih" Alwin penasaran dengan kelanjutannya
"Ehhh,,,,maafkan aku,,,"
"Heh!?,,,,,,(apakah aku tidak cukup untuk dirimu Rikka?,sialan aku benar-benar ditolak oleh nya)ba-ba-baiklah,," Laki laki itu setelah berkata itu berlari keluar gang
Namun Taka memegang tangan laki laki itu,dan menariknya lalu berkata
"Kenapa kau lari" Taka berkata itu dengan menatap dingin laki laki itu
Laki laki itu tidak menjawab dan berusaha melepaskan tangannya
"Kenapa kau lari!!bukankah kau menyukainya!?!?lantas mengapa kau lari? berbicaralah padanya mengapa?dan janganlah lari seakan akan kau sudah tidak peduli lagi dengan dirimu,tanyakanlah mengapa lalu kau katakan juga mengapa kau menyukainya!!!" Taka berteriak itu ke Laki laki itu
"Heh?,,,,"
"Aku kesal dengan sifat seperti itu,kau laki, seharusnya kau bertahan dengan pahitnya itu,aku mempunyai sahabat yang menyukai teman sekelasnya dari kecil dan tertolak saat dia menyatakan cintanya pada SMP ,dia langsung berlari saat tertolak tanpa menanyakan apa apa,dan sangat putus asa lalu depresi,dia lari dari kenyataan nya!!!!tidak meminta saran,diriku bahkan tidak tau bahwa dia ditolak,dia menyendiri lalu diriku dapat kabar bahwa dia bunuh diri!!aku tidak ingin itu terjadi pada orang lain!!karena itu janganlah lari!!" Taka marah akan kelakuan laki laki itu,dan menangis karena mengingat temannya yang bunuh diri karena percintaan
__ADS_1
"Sudahlah Taka!!" Rikka berkata itu kepada Taka
"Tidak,aku tidak akan menghentikan ini"
"Biarkan dia,Taka saat ini benar-benar peduli dengan orang lain,dia menangis karena tidak ingin seseorang seperti sahabatnya itu,aku juga kenal siapa yang dikatakan Taka,dia adalah sahabat terbaik kita Nathan,kali ini Taka dalam emosional amarah,namun amarah itu bukan marah karena suatu hal,namun marah karena tidak ingin ada yang senasib dengan sahabat kita" Alwin juga meneteskan air matanya
Gustiva,Alwin,Taka mengingat masa lalu yang kelam itu
(Masa lalu yang kelam)
"Oii!!Taka!!Alwin!!Gustiva!!"
"Owh Nathan" mereka bertiga serentak memanggil nama Nathan
"Main kah?" Nathan bertanya kepada Taka,Alwin,dan Gustiva
"Pastilah,ceiling monster?" Taka bertanya
"Iya itu aja bagus tuh,lagi seru seru nya,mari ke tempat bermain kita,gudang Taka" Alwin dengan semangat mengajak mereka bermain di Gudang game Taka
Sampailah mereka di gudang game nya,dan bermain ceiling monster selama berjam jam,mereka memakan cemilan yang ada di rumah Taka sambil main game
"Hahaha aku yang menang aku memang hebat hahaha" Nathan dengan bangganya
"Argh lihat saja nanti" Gustiva merasa kesal karena kalah pertama
Dan bertanding ulang,di pertandingan itu Gustiva memenangkan pertandingan,lalu memenangkan pertandingan secara berturut-turut
"Hahh!!apa ini?" Alwin kecewa karena dia tidak menang sekalipun
"Haha kau harus tingkatkan kehebatan mu Alwin" Nathan menyarankan itu ke Alwin
Bermain terus menerus sampai malam hari
"Hehhh!!!?Sudah jam 8?ini waktunya balik" Nathan dengan panik berkata itu sambil memberitahu yang lain"
"Owh iya lupa waktu kita hahaha" Gustiva tertawa senang karena menang berturut-turut
"Hahaha sudah jangan kesal,latihan lagi aja" Nathan menenangkan Alwin
Mereka pulang ke rumah masing-masing
Pagi harinya mereka berlari karena sudah mau telat sekolah,meskipun telat mereka tetap saling menunggu teman, dan memutuskan telat bersama sama,jika ada yang tidak masuk mereka menjenguk nya,terkadang mereka bolos bersama untuk bermain game
Mereka berempat selalu bersenang senang setiap harinya,terkadang bertengkar karena suatu hal sepele,bercanda dan tertawa bersama
"Hei apa kalian ada orang yang disukai?" Gustiva bertanya
"Hmmm aku sih tidak tertarik dengan hal itu" Taka seperti biasanya dia tidak tertarik dengan pacaran
"Hehhh,,,langka ya,kalau kalian?Nathan?Alwin?"
"Aku ya hmmmm,ada sih seseorang yang kusukai dari SD dan aku sama dia selalu satu sekolah,itupun karena orang tua kita kenalan" Nathan menjawab pertanyaan itu
"Heh,,,begitu ya,kalau kau Alwin?"
"Ada sih cuma dia berbeda sekolah denganku,lebih tepatnya dia tetangga dengan ku"
"Waw siapa dia Nathan?Alwin?namanya?" Taka penasaran dengan cinta Alwin dan Nathan
"Hmmm namanya Iris" Nathan menjawab
"Kalau kau Alwin?"
"Rina,namanya Amelia Rina"
"Owj,kalau kau gustiva?"
"Aku udah punya pacar,yah kemarin aku menyatakan cintaku,dan diterima,namanya Renma"
"Kalian punya orang yang disukai ya,,mungkin nanti aku juga sama ya" Taka bingung kenapa mereka memiliki orang yang disukai padahal jika ditolak itu menyakitkan,dan belum tahu bahwa dia juga menyukai mu
__ADS_1
(Ring) (Ring)
Bell menandakan pelajaran akan dimulai setelah istirahat
"Heh,,,cepat sekali waktunya" Alwin mengeluh,mengapa waktu cepat sekali berlalu
Akhirnya pulang sekolah,mereka pulang bersama,namun Nathan tidak karena rumahnya berbeda jalan,jadi hanya Taka,Alwin dan Gusti yang pulang bersama
Setelah mereka pulang ke rumah masing-masing,mereka bertemu di tempat gudang game Taka,yah gudang itu ada di rumah Taka,bekas garasi mobil,karena mobilnya jarang sekali di rumah, jika ada di rumah, mobil itu diparkir di depan rumah,bukan di garasi,karena itu gudang itu dijadikan sebagai Gudang game
Namun Nathan tidak datang ke gudang game Taka,mereka terbingung,kenapa Nathan tidak datang?ada banyak hal yang mungkin terjadi pada Nathan,mungkin Nathan sedang ada urusan keluarga,atau mungkin dia terlambat,mungkin juga dia ada suatu masalah,Mereka ingin menjenguk Nathan cuma Alwin memberhentikannya
"Lebih baik kita tidak kesana ya"
"Heh?kenapa?" Taka bertanya
"Kau tahu dari awal Nathan ke sekolah,dia merasa sangat senang mungkin dia diterima?dan dia kesenangan?atau mungkin dia ingin menembak orang yang disukainya dan diterima,sampai sampai dia lupa dengan kita" Alwin dengan dewasa berasumsi seperti itu
"Bagaimana kau tahu?" Gustiva bertanya ke Alwin
"Yah,,,dia hampir GK pernah sesenang itu bukan?dia jarang menunjukkan ekspresi yang sangat senang,di pagi hari sifatnya sangat bahagia,jadi ada beberapa kemungkinan yaitu yang tadi,atau mungkin aja ada masalah,dan mungkin aja di pagi hari dia bahagia karena sesuatu seperti sarapan yang enak?atau orang yang dia jarang ketemu,malah ketemu,itu mungkin saja" pernyataan Alwin mungkin aja benar
"Kau berfikir dewasa sekalu ya Alwin" gustiva bangga dengan temannya
"Hahaha aku tidak tahu juga"
"Tidak tidak tidak,Kau sekarang terlihat seperti orang dewasa,padahal dirimu hanya anak SMP 2" Taka bangga dengan sifat Alwin
Mereka melanjutkan bermainnya
Di pagi hari mereka sekolah seperti biasanya,dan Nathan telat sekolah, lalu dia terkena hukuman oleh guru,nathan di hari ini terlihat aneh,yah senyuman Nathan terlihat seperti senyuman palsu,kita tidak tahu apa yang terjadi
Beberapa hari berlalu,dan Nathan seperti itu terus menerus
Setelah itu Sekolah mendapatkan kabar bahwa Nathan bunuh diri, kronologi nya adalah Nathan bunuh diri karena tertolak cintanya,dan orang tua yang jahat kepada Nathan
Orang tua Nathan bukanlah orang yang baik,mereka terus memaksa Nathan,dan memperilakukan Nathan dengan kejam,dan itu diperparah saat dia tertolak cintanya,dia benar-benar depresi,orang tua yang tidak pernah mendukungnya,Taka,Alwin, Gustiva baru tahu bahwa orang tua Nathan kejam terhadap Nathan,dan mereka menyesal tidak menjenguk Nathan
Mereka bertiga benar benar merasa bersalah,mereka terkejut Nathan bunuh diri,padahal dia selalu ceria,sekarang mereka tau bahwa selama ini Nathan menyembunyikan sesuatu dengan senyuman palsu nya,dan senyuman palsu itu sangat sempurna sampai sampai mereka bertiga tidak tahu,dan senyuman palsu itu semakin terlihat beberapa hari yang lalu
Teman dekat mereka sekarang meninggal dunia,seorang sahabat yang sangat dekat dan baik,tentu saja Taka,Alwin,Gustiva pergi ke pemakaman Nathan,disitu orang tua Nathan tidak terlihat
Taka,Alwin,Gustiva benci dengan orang tua seperti itu, anak kandungnya meninggal mereka tidak ikut serta dalam pemakaman, bukankah itu lebih buruk daripada sampah?Mereka hanya bisa memendam rasa kesal mereka,dan memilih jalan damai
Dan sampailah di hari ini,dimana Taka menceramahi laki laki yang menyatakan cintanya ke Rikka
"Yah itu tergantung dengan mental,dan takut saja mental mu lemah,karena kau hanya seorang cecunguk" Taka berkata seperti itu dengan muka yang kesal
"Ehhh,,,baiklah baiklah!!!karena itu diamlah" Laki laki itu sepertinya muak dengan ceramah Taka
Dan masalah pun terselesaikan,mereka berdua kembali damai,dan menjadi teman dekat saja,itu tidak menyakiti perasaan satu sama lain jadinya,itulah Taka saat berceramah,namun masalah terselesaikan tanpa menyakiti perasaan laki laki itu
Dan Taka mengajak semuanya ke kafe cofee,sambil bercerita dan mengobrol dengan santai
"jadi apakah kau sudah merasa lega?dan siapa namamu?" Taka bertanya dengan santai setelah menceramahi nya
"ehh,namaku Touchi,Touchi haka,dan terima kasih Taka!"
"hahaha itu tidak perlu berterima kasih,itu kehendak ku"
"tidak kusangka kau ada disana Taka" Rikka bersyukur bahwa ada Taka disana membuat suasananya tenang
""kebetulan saja,dan aku lupa tadi kita mau ngapain ya Alwin,Gusti?"
"ehhhhhhh,aku lupa hahaha" Gusti tertawa
"aku juga lupa dengan itu tapi tidak apa apa,itu bisa kita ingat nanti"
"daripada mengobrol hal hal yang berat,lebih baik kita bermain game saja,ya kan Taka?Gusti?Rikka?Touchi?"
"baiklah Alwin,hahaha aku juga ingin bermain setelah berceramah panjang,itu sangat melelahkan asal kau tahu" Taka sangat lelah dengan ceramah itu,dan bermain bersama mereka
__ADS_1