Tidak Tertarik Dengan Pacaran Namun Banyak Yang Suka Terhadapnya

Tidak Tertarik Dengan Pacaran Namun Banyak Yang Suka Terhadapnya
Taka mulai mendapatkan masalah,dan dia harus kerja paruh waktu


__ADS_3

Pada malam harinya,lebih tepatnya jam 11 malam Taka jalan jalan untuk menenangkan pikirannya,meskipun besok Taka harus masuk sekolah,namun dia tidak dapat tidur hari ini


"Eh?"


Taka melihat seorang gadis yang sedang yang sedang Duduk di samping tiang listrik,Taka menghampirinya,lalu menyapanya tapi gadis itu tidak menjawab sapaan Taka,karena Taka berfikir bahwa bahaya jika gadis sendirian di malam hari,jadi Taka bersandarkan dirinya ke tiang listrik itu sambil menunggu gadis itu


Apalagi gadis itu sangat cantik juga,Berambut hitam panjang yang membuatnya menjadi gadis terpesona,tubuhnya juga ideal bagi wanita wanita,dan juga yang paling membuat laki laki tertarik padanya adalah Dadanya yang lumayan besar untuk seukuran gadis SMA,Taka tau gadis itu SMA karena dia masih memakai baju sekolah


Akhirnya gadis itu terbangun dari tidurnya


"Oh sepertinya kau terbangun ya" Taka menyapanya


Taka saat ini sedang tidak dalam sifat cerianya,ada saatnya dia bersifat ceria,namun ada saatnya dia tidak bersifat ceria


"Ehhh siapa kau?" Gadis itu bertanya


"Hehhh,padahal kita sekelas namun kau tidak mengenal ku ya,nama ku Taka Jason,yah panggil aja Taka"


"Baiklah"


"Apa yang kau lakukan dimalam ini?pulanglah orang tuamu menunggu mu"


"Kenapa kau khawatir dengan ku?bukankah kau bukan siapa siapa diriku?"


"Aku tau itu,namun bukan berarti aku tidak punya hati nurani,aku khawatir karena aku masih ada hati nurani,pasti kau juga ada itu"


"Heh,nurani?aku pikir diriku tidak ada hal semacam itu"


"Tidak mungkin,kau pasti ada,hanya saja kau tidak menyadari hal itu"


"Lantas mengapa aku tidak sadar akan hal itu?bukankah itu kelakuanku sendiri?lalu mengapa aku tidak menyadari kelakuan diriku?jika aku ada nurani maka aku dapat menyadari itu,karena itu kelakuanku sendiri"


(Taka menghela nafasnya)


"Terserah dirimu kalau kau menganggap seperti itu,namun bukankah sudah saatnya kau pulang kerumah mu?ini sudah sangat malam untuk gadis seperti mu"


"Jika ini sudah terlalu malam, mengapa kau juga tidak pulang?"


(Taka merasa jengkel saat ini karena sifat gadis itu yang menjengkelkan)


"Bisakah kau berhenti menanyakan hal itu?aku akan pulang jika kau pulang"


"Kenapa kau bergantung padaku?jika kau ingin pulang maka pulanglah"


"Aku hanya ingin menenangkan pikiranku sejenak diluar,dan aku juga tidak dapat tidur"


"Itu sama denganku"


"Apanya yang sama?bukankah kau tadi tertidur?artinya kau mengantuk,dan menenangkan pikiran?kau sudah ingin tidur maka tidur saja,itu dapat menenangkan pikiran mu"


"Mengapa kau mengatur hidupku?"


"Sudah ku bilang aku hanya khawatir dengan mu,bisa saja ada sekelompok laki laki yang menculik mu,lalu memperkosa dirimu bukan?apa kau tidak takut akan itu?"


"Jika mereka memperkosa ku lalu kenapa?"


Taka terkejut akan jawaban gadis itu


"Heh?kau tidak peduli dengan tubuhmu itu?"


"Aku tidak terlalu peduli,mengapa memangnya?masalah kah dengan dirimu?"


"Tch,ini bukan masalah ku,namun bukankah sewajarnya kau menjaga tubuhmu?"


"Bukankah itu terserah diriku?"


"Aku hanya khawatir"


"Namun aku tidak khawatir,jadi apa alasanmu khawatir dengan dirimu?jika aku diperkosa aku tidak peduli,aku tidak khawatir"


Taka memegang tangan gadis itu,lalu menarik tangan gadis itu sampai dia berdiri,muka mereka saling berdekatan


"Mengapa kau tidak khawatir?kau gadis yang aneh kau tau itu?"


"Yah aku tau itu"


"Lalu mengapa kau tidak khawatir?mengapa kau tidak peduli dengan tubuhmu?"


"Sudah kubilang itu terserah diriku bukan?"


"Tidak!!aku tau itu terserah dirimu,namun bukankah orang tua mu akan khawatir jika kau diperkosa?"


"Apakah orang tuaku akan khawatir dengan ku?mereka tidak peduli dengan diriku"


"Jika mereka tidak peduli,maka aku peduli!!" Taka sedikit menaikkan suaranya


"Mengapa kau peduli?kau bukan temanku,bukan sahabatku,bukan pacar ku,kau bukan saudaraku,Kau bukan ayahku,kau bukan kak-"


Taka langsung menyelak perkataan gadis itu


"Aku memang bukan siapa-siapa dirimu,namun aku akan menjadi siapa siapa dirimu,aku akan menjadi temanmu!!jika begitu sekarang ada alasannya bukan kenapa aku khawatir?"


"Namun jika aku tidak menganggap mu teman bagaimana?"


"Tetap saja,aku menganggap mu teman,jadi aku khawatir jadi tidak salah bukan?"


"Terserah kau saja"


Percakapan berhenti sejenak lalu mulai kembali percakapannya


"Lalu mengapa orang tuamu tidak peduli dengan mu?"


"Apakah aku harus menjawab itu?"

__ADS_1


"Menurutku itu harus"


(Gadis itu menghela nafasnya)


"Mereka tidak pernah peduli denganku,mereka hanya peduli dengan adik ku,itu semua hanya karena aku tidak juara 1 di kelas,dan mereka ingin diriku juara 1 di kelas,padahal juara 3 dan 2 itu sudah sangat bagus, tapi mereka memaksakan kehendak ku,mereka juga tidak peduli saat aku dipukul dengan orang lain,mau itu aku dipukul oleh adikku sendiri dengan keras,atau dipukul dengan ayahku atau ibuku,mereka tidak pernah peduli denganku,seolah-olah aku adalah anak gagal,padahal diriku sudah berjuang untuk mendapatkan juara 1,namun itu tetap gagal,gagal dan gagal kembali,mereka tidak pernah memuji kepintaran ku maupun kehebatan ku sekali saja,mereka peduli dengan adik ku yang selalu juara 1 di kelasnya,dan tidak pernah juara di bawah juara 1,mereka bahkan jarang memberi makan diriku,mungkin hanya 1x makan dalam 1 hari,mereka tidak pernah memberi diriku uang,apakah itu baik perlakuan orang tua kepada anaknya?aku sudah muak akan hal itu,tidak ada yang peduli" Dia meneteskan air matanya


Taka merasa kasihan kepada gadis itu,meskipun dia tidak tau secara keseluruhan ceritanya,namun Taka tau seberapa sedihnya,Taka memeluk wanita itu,lalu mengelus Kepalanya


"Lalu aku akan peduli dengan mu!!jika tidak ada yang peduli,maka biarkan aku peduli dengan mu,aku akan mentraktir mu makan disekolah,jika kamu tidak diberi makan oleh orang tuamu,lalu kau lapar,mintalah kepada ku makanan,atau uang untuk membeli makan,bukankah itu sudah cukup?aku juga sadar bahwa kau tahun kemarin hanya juara 11 dari 25 murid saja,kau makin menurun,maka dari itu pulanglah kerumah mu"


"Kenapa kau peduli dengan ku?apa karena kau kasihan dengan ku?"


"Memang benar aku kasihan denganmu (Taka melepaskan pelukannya) namun apa salahnya membuat itu sebagai alasan membantu mu?dan aku juga temanmu,sebagai teman aku harus peduli bukan?"


"Aku tidak tau apa yang harus kulakukan sekarang,aku berada di luar karena aku tidak diijinkan untuk masuk kerumah,mereka seperti membuang ku dari rumah"


"Jika begitu tinggallah dirumah ku!masalah itu sudah selesai kan?"


"Hehhh!aku tidak ingin seperti itu,itu akan membebani mu bukan?"


Taka tersenyum


"Heh?mengapa kau tersenyum?"


"Bukankah kau khawatir itu membebaniku?itu adalah hati nurani mu bukan?sudah kuduga kau memang tidak sadar akan nurani mu sendiri,namun itu adalah hati nurani mu"


"Heh?"


Gadis itu terdiam sementara


"Sudahlah,mari kerumah ku untuk tidur"


"Lalu apakah kau ingin memperkosa diriku?"


"Hehh!!tentu saja tidak,aku tidak ingin memperkosa atau meniduri wanita,karena aku bukan orang brengsek seperti orang-orang yang memperkosa wanita"


"Baiklah,itu bagus"


"Sebelum itu siapa namamu?"


"Hehhhh bahkan kau tidak tahu juga?(menghela nafas)Namaku Yuki Kashiwagi,lebih baik panggil Yuki saja,aku tidak suka dipanggil dengan nama keluarga"


"Baiklah aku tau itu"


Mereka pergi ke rumah Taka,setelah sampai Yuki langsung bergegas mandi untuk membersihkan badannya,Taka hanya menonton televisi


"Oh kau sudah selesai mandi ya"


"Iya,kau masih belum tidur ya"


"Yah sekarang sudah jam 00:00 sih,namun aku belum ngantuk,mungkin kita mengobrol sebentar saja,lalu tidur,oh ya kau tidur di kamarku saja,aku akan tidur di tempat orang tuaku"


"Owh baiklah"


"Oh ya tas mu dimana?"


"Ohh,ada di rumahku,saat ku diusir tas ku di rumah"


"Bagaimana kau sekolah?baju pun kau tidak ada bukan?"


"Yah mungkin aku akan tidak masuk"


"Baiklah"


Mereka mengobrol sampai ngantuk,lalu tidur di kamar yang sudah ditentukan


Di pagi hari Taka terkejut,karena Yuki sudah menyiapkan sarapan dan bekal untuk Taka


"Heh?!kenapa kau membuatku bekal dan sarapan?"


"Aku tidak tau bagaimana ingin membalas kebaikan mu,maka dari itu aku berfikir untuk membuatkan mu makanan"


"Oh ya kau ingin sampai kapan dirumah ku?"


"Sampai orang tuaku mengizinkan ku masuk ke rumahnya"


"Lebih baik kau nanti ke rumah mu"


"Yah aku sudah berfikir seperti itu"


"Baguslah"


Taka makan dengan lahap,dan tak disangka makanan yang dibuat Yuki sangatlah enak,sampai sampai dia makan dengan lahap


"Kau lahap juga makannya"


"Yah,tidak kusangka makanan ini enak" Taka memberikan pujian


"Baguslah kalau kau menikmatinya" Yuki senang mendapatkan pujian dari Taka


"Kau tersenyum yah Yuki"


"Heh!!yahhhh hehe"


"Baguslah,tersenyum lah"


"Ah baiklah"


Taka menyelesaikan makannya,lalu pamit berangkat sekolah


"Bye aku akan berangkat sekolah Yuki"


"Iya!!"

__ADS_1


Taka pergi menuju sekolah,dan bertemu dengan Alwin,Gusti di jalan


"Haiii!!Gusti!!Alwin!!"


"Oh Taka!!" Gustiva menanggapi sapaan Taka


"Cepatlah sebentar lagi bell masuk!!" Alwin berlari meninggalkan Gustiva dan Taka


"Hehh!! Dasar kau meninggalkan kami,bagaimana kalau balapan lari?" Taka mengusulkan balap lari


"Seperti nya menarik" Gusti setuju


Dan pemenang balapan lari adalah Taka,yah wajar dia yang menang karena lari dia yang paling cepat dari yang lain,dan kedua adalah Alwin,tentu saja yang terakhir Gusti karena dia tidak terlalu hebat berlari


Mereka masih sempat ternyata,dan tidak terlambat


Alwin dan Gusti kelelahan,namun Taka tidak kelelahan karena dia sudah biasa berlari jauh,jarak rumah Taka dari sekolah bisa dibilang 5 kilometer,dan Taka dapat berlari sejauh itu tanpa lelah,dan yang paling hebat lagi dia dapat lari sejauh itu hanya dengan 5 menit saja,manusia yang hebat sekali,bukan hanya Taka yang hebat,namun Alwin juga hebat penglihatan dia sangat sangat hebat,pada tahun kemaren ada sebuah negara berhasil menciptakan pesawat jet yang kecepatannya 10x lebih cepat dari kecepatan suara,dan pesawat jet itu juga ditampilkan di negara ini,pesawat jet yang memiliki kecepatan itu saja dapat dilihat jelas oleh Alwin,yah penglihatannya benar benar tajam,bahkan penglihatannya lebih tajam dibandingkan kelinci


Untuk kelebihan Gustiva adalah dia orang yang suka dengan boxing,jadi gustiva sering berlatih meskipun tubuhnya seperti laki laki biasa,namun dia dapat menghancurkan 2 tembok sekaligus dalam sekali pukul,yah dia hebat dalam itu,dia juga suka dengan game action,karena itu dia suka game action,yah lebih tepatnya dia lebih suka game pertarungan


Setiap orang ada kelebihannya masing-masing,dan pasti ada kekurangannya


(Ring) (Ring)


Bell istirahat berbunyi,Alwin dan Gusti bergegas ke kantin,mengajak Taka untuk ikut


"Ayo Taka kita beli sandwich" Alwin mengajak Taka


"Eh nanti saja,aku membawa bekal hari ini" Taka menolak ajakan Alwin


"Heh?jarang sekali kau membawa Bekal,dan Gusti meninggalkan ku!!baiklah bye Taka,aku akan mengejar Gustiva"


"Ok"


Alwin dan Gusti membeli sandwich seperti biasa,namun mereka hanya membeli satu,karena sandwich nya sisa 2


"Aneh sekali ya,Taka membawa bekal hari ini!!"


"Heh?Taka bawa bekal?"


"Iya,dia selama bertahun-tahun tidak pernah membawa bekal,meskipun orang tuanya ada di rumah"


"Aku tidak tau juga,apakah ada sesuatu sampai sampai dia perlu membuat bekal?"


"Aku tidak tau"


Mereka mengobrol tentang Taka,dan setelah selesai makan mereka menuju meja Taka,dan bertanya kepada Taka,namun Taka hanya menjawab bahwa dia membuat bekal karena sedang ingin Irit duit,karena duit bulanan yang dikasih hanya 2 juta saja,dan itu mungkin saja masih kurang,karena Taka pastinya juga ke tempat kafe atau apapun itu,dan membeli bahan makanan untuk seminggu juga harus dibeli,jadi takut saja tidak cukup


Sekarang Taka harus mandiri,Taka sekarang ingin bekerja paruh untuk mendapatkan duit tambahan,yah untuk dia pergi pergi dengan teman atau apapun itu,seperti ada kegiatan sekolah


Mereka pun pulang,dan Taka hari ini tidak bisa bermain dengan yang lain,jadinya Alwin dan Gusti tidak dapat main di gudang gamenya,gustiva dan Alwin semakin bingung,namun dia tidak ingin ikut campur urusan orang lain


Sesampainya Taka dirumah,dia dapat telepon dari orang tuanya


"Ehhh Taka"


"Ada apa ayah?"


"Ayah tidak akan pulang selama 1 tahun Taka"


"Hehhh!!bukankah itu terlalu lama?"


"Ayah tau,tapi mau bagaimana lagi,seperti biasa ayah akan memberimu 2 juta setiap bulan,jika tidak cukup kau bekerja paruh saja,karena barang barang disini dan makanan disini sangat mahal,dan gaji ayah hanya 100,000 dolar,dan itu jika di Amerika serikat ini takut saja tidak cukup,karena keperluan untuk kerja dan lainnya mahal disini,jadi mohon maaf Taka"


"Owh okelah Ayah aku juga tidak ingin merepotkan ayah,aku akan bekerja paruh"


"Baiklah"


(Telepon dimatikan)


Beberapa menit berlalu,dan ada bunyi bell rumah,artinya ada seseorang diluar,Taka melihat jendela dan itu Yuki,Taka langsung saja membuka pintu dan membiarkan Yuki masuk


"Ehh,aku diabaikan,padahal sudah menekan bell rumah,di rumah itu Lampu menyala dan pendingin ruangan juga menyala,jadi pasti ada orang dirumah itu,namun aku diabaikan"


"Heh!!sepertinya kau masih belum diizinkan,namun apakah mereka tidak peduli ya"


"Bukankah aku sudah bilang,mereka tidak pernah peduli dengan diriku"


"Yah maksudnya apakah mereka tidak ada nurani sedikitpun? maksud ku setiap orang pasti ada hati nurani bukan?"


"Aku tahu itu"


"Baiklah lalu apa yang kau lakukan sekarang?"


"Mungkin 5 hari kemudian aku mencoba lagi pulang,dan jika masih tidak diperbolehkan atau di Abaikan,aku tidak tau lagi apa yang harus kulakukan"


"Kalau begitu,karena kau merasa dirimu beban disini,maka aku memiliki tugas untukmu,yaitu kau hanya perlu melakukan tugas rumah saja, seperti membersihkan rumah atau sebagainya,dan sebagai gantinya ku izinkan kau tinggal disini sampai kau diizinkan untuk pulang,oh ya kalau begitu aku akan membeli buku dan baju lagi untukmu bagaimana?"


"Heh?aku setuju,namun kau terlalu baik,sampai sampai membelikan ku baju dan peralatan sekolah lainnya,aku merasa itu saja tidak cukup bukan?"


"Tidak,itu saja sudah cukup,aku sangat malas membersihkan rumah hahaha,karena itu keberikan tugas padamu"


"Jadi kau tetap bisa sekolah,dan tidak ketinggalan pelajaran bukan?kalau begitu ini 500,000 cukup kah? seharusnya cukup,mungkin aku meminta uang 500,000 lagi ke orang tuaku"


"Maafkan aku jika merepotkan"


"Tidak apa apa"


Taka menelpon orang tuanya


Dan meminta 500,000 uang untuknya,dia Taka berbohong bahwa 500,000 ribu itu untuk membeli pakaian dan aksesoris untuk bekerja paruhnya,dan bohong bekerja di Mr Fried chicken,tentu saja orang tuanya memberinya uang lagi


Pada saat ini,kehidupan Taka akan semakin susah,dia harus membantu Yuki untuk sementara dan perlu bekerja paruh

__ADS_1


__ADS_2