
"cih kau menghalangiku Ryoin!!"
Alwin langsung mengumpan bolanya mengarah Taka
Taka menerima bolanya
"Yosh"
Taka berlari dengan cepat menerjang seluruhnya,dan melewati semua peserta,dan disinilah dia harus melawan penjaga gawang,Taka berhadapan dengan penjaga,dan Taka dengan gesit melewati penjaga tersebut
Penjaga tersebut terkejut dengan hal itu,karena dia sama sekali tidak menyadari bahwa Taka berada di belakangnya,dan tidak dapat dihindarkan lagi,bola tersebut masuk kedalam gawang
"Wow 1 poin yang didapat dari tendangan Taka!!!" Komentator berteriak
"Bagus Taka!!" Gustiva memberikan selamat kepada Taka
Gustiva melihat Taka lemas,lalu menanyakan keadaannya
"Ada apa Taka?" Sambil mumukul punggungnya beberapa kali
"Tidak,tidak apa apa"
"Benarkah?"
"Iya itu benar jadi santai saja,tidak perlu khawatir tentang hal itu"
"Ada apa Gustiva,Taka?" Ueda menghampiri Taka dan gustiva yang sedang berbicara di lapangan
"Tidak perlu dipikirkan,lebih baik kita lanjutkan" Taka berbicara itu sambil memukul punggu Ueda
Alwin menghampiri gustiva lalu bertanya apa yang terjadi,tetapi gustiva menjawab pertanyaan Alwin bahwa tidak ada yang terjadi,mendengar hal itu Alwin kembali ke posisinya
Kali ini permainan dimulai oleh tim Ryoin karena tim Alwin sudah mencetak Goal
Ryoin mengumpan bola ke temannya,dan mereka berlari menuju depan,teman Ryoin mengumpan bola ke belakang karena di depannya ada yang menghadang Yaitu Gustiva,karena Gustiva memiliki kekuatan yang tidak sepenuhnya orang biasa,dia dijadikan sebagai pemain bertahan atau bisa dibilang bek
Setelah itu tim Ryoin saling mengumpan satu sama lain,dengan bertujuan agar Tin Alwin kelelahan mengejar bola
Setelah itu bola diumpan mengarah Ryoin,Ryoin berlari sangat cepat,dan Bola yang itu terambil oleh Taka dengan cepat,lalu Taka berlari menuju lini depan,dan mengumpan mengarah Saipul yang dimana dia salah satu orang yang Kemampuan berlarinya juga cepat,dan Saipul menggocek para para pemain lawan,dan menendang bolanya,sayangnya bola itu ditahan oleh Penjaga gawang,lalu penjaga gawang melempar bolanya ke arah Tendi yaitu pemain musuh,Tendi berlari dan berlari,dia berhadapan dengan Gustiva tapi Tendi sangat lincah sehingga dia melewati Gustiva,lalu Tendi menendang bola itu
"Goal!!!Tendangan yang sangat kuat dari Tendi yang membuat Sira tidak dapat menepis tendangan tersebut"
Seiringnya waktu berjalan Poin kedua tim masih 1:1,dan waktu berakhir,dikarenakan poinnya sama untuk menentukan siapa pemenangnya yaitu dengan Penalty,5 orang setiap Tim menendang bola mengarah gawang musuh yang dijaga Oleh kiper
Penendang pertama dari Sekolah Taka,yaitu Alwin
Alwin sangat gugup karena takut saja tendangan dia ditahan,namun dia menghilangkan pikirannya lalu menendang bola itu
"Goal!!!!Tendangan yang kuat dan cepat"
Penendang dari tim Ryoin adalah Ryoin itu sendiri
Ryoin memiliki niat menendang bola ke ujung gawang sehingga kiper tidak dapat menggapainya,dan Ryoin menendang, sayangnya meleset,karena dia menendang tepat di ujung kemungkinan meleset lebih besar, dan Takdir tidak memilih dia untuk mencetak Poin
Saatnya giliran Tomo menendang
Tanpa pikir panjang Tomo langsung menendang,dengan hasil Tendangannya Tertahan
Selanjutnya giliran musuh,kendang bola dengan kuat dan mencetak poin
"Goal pada pihak lawan!!!"
Kini poin sama pada Penalty yaitu 1:1
Lalu pemain berikutnya Ueda,dia melihat sekitar Gawang musuh,untuk melihat celah yang susah digapai,lalu menendang bola,sayang sekali tendangan dia tertahan
"Ini benar-benar pertandingan yang menegangkan" komentator sangat suka pertandingan yang menegangkan
Lalu giliran Tim Ryoin,dan penendang nya adalah orang dengan tendangan super kuat, karena itu Tim Ryoin mencetak Goal lagi
"Goal goal goal!!!Poin sekarang 2:1kini Tersisa 2 penendang dari kedua belah pihak"
"Aku harus memenangkan ini,jika aku goal kemungkinan kita menang semakin tinggi" Saipul berharap dia akan mencetak Goal
Dia menendang mengarah ujung gawang,namun bola tersebut mengenai tiang gawang sehingga tidak goal
Lalu kini pihak lawan menendang
(Jika dia mencetak Goal maka kita akan kalah) Mirai dalam hatinya
Dan dia mencetak Goal
Kini poin nya adalah 3:1
"Goall!!!ini kemenangan bagi Tim Ryoin,benar benar hal yang tak terduga dengan poin 3:1"
Sekolah Taka kalah dalam permainan bola,padahal mereka berharap untuk menang,dengan membuat sekolah bangga akan prestasi muridnya,namun pertandingan bola kalah
Sekarang hari ini dilanjutkan pertandingan bulutangkis tangkis
(Lorong sekolah)
"Kau kalah ya,,"
"Iya,kau benar Rikka,padahal diriku sudah semangat karena kau menyemangati ku,,"
"Apa kau merasa kesal?"
"Yah tentu saja,kekalahan itu membuat mu kesal,dan membuatmu semakin berkembang dengan mempelajari kesalahan mu, aku ingin menang demi teman temanku,ingin menang demi sekolahku,itu harapan ku"
"Begitu ya,,sekarang giliran pertandingan ku,menurutmu apakah aku akan menang melawan Yuki?"
"Tidak tau,,kuharap kau menang,tapi aku juga berharap Yuki menang,ini tebakan yang sangat sulit bagiku,aku mendukung kalian karena itu semangat Rikka!!"
"Baiklah,terima kasih telah menyemangati ku(meskipun aku tidak tau untuk apa perasaan ku saat aku kalah atau menang)"
"Menangkanlah Rikka!"
"Yah"
Mereka lanjut berjalan ke arah yang berbeda,Taka melihat pertandingan antara Yuki,Tada melawan Rikka dan satu orang lagi
"Sekarang pertandingan bulu tangkis!!Team 1 pesertanya adalah Yuki dan Tada,lalu Team 2 Rikka dan Roki,siapakah yang akan menang?"
(Pertandingan dimulai)
Pada awal-awal mereka bermain santai,dan mulai menaikkan kekuatannya perlahan-lahan, pertandingan berlanjut hanya 40 menit
Dan ini kekalahan Bagi Sekolah Taka,lagi dan lagi Sekolah Taka kalah,meskipun Juara 3 lomba lari
"Tidak mungkin,,,aku kalah?"
"Taka melihat Yuki yang hancur harapannya untuk memenangkan pertandingan ini"
Yuki dan Taka berpapasan di lorong sekolah,di saat itu Taka menyemangati Yuki
"Kau tidak apa apa Yuki?"
"Mungkin,,"
"Don't mind,kekalahan juga dapat terjadi loh,tidak hanya kemenangan saja yang terjadi,tapi kekalahan,buatlah kekalahan ini sebagai pelajaran untuk berkembang lebih lanjut "
"Terima kasih Taka,kau selalu membantuku,aku tidak tau harus bilang apa kepadamu"
"Kau tidak perlu bilang apa apa,kau tersenyum saja sudah cukup bagiku"
Taka melambaikan tangannya,lalu pergi
(Rikka,,,menang ya,,)
"Terima kasih atas dukungan mu"
"Oh Rikka,iya tidak apa apa,kau sekarang menang,itu bagus,tapi ingat ada 3 sekolah yang harus kau kalahkan"
"Oh ya bagaimana cara kerja pertandingan ini?bukankah sekolahnya ada ganjil?"
"Awal-awal 1 melawan 1,dan 1 melawan 1,jadinya sudah ada 4 sekolah,sisa 1 sekolah,dan 1 sekolah itu akan melawan sekolah yang sudah kalah, jika dia kalah,maka sekolah dia dan sekolah yang menang melawan dia tetep akan kalah,jadi sekolah yang kalah di awal-awal akan membawa sekolah lainnya untuk kalah,tetapi jika menang dia lolos ke pertandingan selanjutnya,lalu 1 sekolah melawan 1 sekolah yang tadi menang,dan yang menang akan melawan 1 sekolah yang menang melawan sekolah yang kalah tadi"
"Jadi begitu baiklah"
__ADS_1
"Jadinya sekolahku akan melawan sekolah lain untuk membawanya kalah"
Mereka pergi
Cara kerja pertandingan ini gampang seperti yang dibilang Taka
Pertandingan 1: 1 vs 1
Pertandingan 2: 1 vs 1
Pertandingan itu dilakukan secara bersamaan,dan yang kalah pertama akan melawan sisa sekolah yang belum bertanding,dan jika sisa sekolah itu menang maka akan menunggu pertandingan 2 sekolah,dan salah satu yang menang akan melawan sisa sekolah itu
(1 hari kemudian)
Pertandingan kini sudah selesai sekolah Taka sama sekali tidak ada yang menang,selain lomba lari juara 3,dan besoknya mereka menerima medalinya
"Selamat Rikka,,kau memenangkan juara 1 Bulu tangkis,aku apresiasi hal itu"
"Terima kasih Taka"
Murid di sekolah Taka merasa sangat kecewa,karena kalah di seluruh pertandingan,kecuali Lomba lari
Taka menuju aula dimana peserta sekolah Taka semuanya berkumpul
Para peserta menangis,karena kekalahan telak mereka,meskipun hanya pertandingan bulanan tapi tetep saja ini menyakitkan,suatu hal yang tidak diketahui siapa-siapa selain para peserta
Aku terdiam di depan pintu sambil memandangi mereka menangis,jujur saja aku ingin menangis,tetapi aku tidak ingin menangis,aku menahan air mata ku,mungkin mataku berkaca-kaca karena itu,aku menghampiri Gustiva dan Alwin
"Kita sudah berjuang,hidup pasti ada kalah dan menang, tidak semuanya akan selalu menang, jadikanlah ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih maju, bukan untuk mundur karena kekecewaan kita terhadap kekalahan itu,jika kita terjatuh dalam keputusasaan kita akan mundur,melangkah mundur dan jarak kita dengan impian kita semakin jauh dan jauh,karena itu jangan menyerah"
"Yah kau benar Taka,kau memang sahabat terbaik" Gustiva benar benar bersyukur memiliki teman seperti Taka
Alwin memeluk Taka,dan menangis di pundak Taka
"Yah,kita akan menang selanjutnya,aku yakin akan hal itu!!"
Taka pergi dan menuju taman,karena dia tau ada Yuki disana
"Yo Yuki,,"
"Yah"
"Kau baik baik saja kan?aku khawatir dengan mu,kau benar-benar kalah telak,jangan menyerah Yuki"
"Tetep saja,," Yuki menggenggam tangannya,dan air mata keluar dari matanya
Taka mendekati Yuki dan memeluknya
"Santai saja,relax,hidup ada yang namanya kalah,dan menang,ini adalah takdir kita untuk kalah"
"Tetep saja,ini,ini begitu mengesalkan,aku kalah dengan wanita itu,Rikka!!"
"Seperti nya kau bersaing dengannya, majulah Yuki kau bisa jangan mundur tetapi melangkah maju meskipun itu perlahan-lahan karena tidak ada yang instant di dunia ini selain itu kecepatan tak terbatas itupun kalau ada kecepatannya seperti itu" Taka menepuk punggungnya
Lalu Taka pergi dia ingin pulang karena lelah,dan tidak bersama Yuki karena Yuki membutuhkan waktu
Di jalan Taka bertemu dengan Rikka
"Ternyata kau baru pulang sekarang"
"Iya tadi sempat bersenang-senang dengan teman setelah kemenangan,kau sendiri?"
"Yah ada beberapa masalah di sekolah"
"Lalu apa kau merasa kesal?"
"Yah,,tentu saja itu hal yang tidak bisa dipungkiri,jika aku mengatakan tidak,maka aku berbohong"
"Kau jujur juga"
"Ingin bermain Video game?sudah lama kita tidak bermain game"
"Oh,baiklah sekali-kali perlu bersenang-senang"
Mereka menuju Garasi game Taka untuk bermain,yah nolstagia sekali bermain bersama Rikka
Mereka menghabiskan beberapa jam lalu selesai,Taka mendengar suara bell rumah,dan melihat siapa yang menekan bell tersebut,dan seperti yang di duga Taka,dia adalah Yuki
"Tidak tidak perlu beli, aku akan memasak Untuk kita"
Aku tidak bertanya apa yang terjadi,yang pasti aku tidak ingin dia merasakan hal itu lagi
Mereka makan bersama seperti biasanya,besoknya adalah hari Sabtu dan itu hari libur kerja paruhnya,yah akan digunakan untuk bersantai setelah latihan dan pertandingan yang menegangkan itu, meskipun kalah
Di pagi hari Taka mendapatkan SMS dari ibu Rikka,dia mengundang Taka kerumahnya
Yah Taka tidak dapat menolak ajakan tersebut,jadi dia menuju rumah Rikka,lalu menekan Bell
Ibu Rikka membukakan pintu untuk Taka,dan Taka memasuki rumahnya
"Oh silahkan duduk"
"Ok ok(Taka duduk)jadi kenapa kau memanggilku?"
"Sebenarnya aku masak terlalu banyak sekali jadinya aku memberi masakan itu kepada seluruh tetangga dan dimulai dari kau"
"Owh semoga aja enak"
"Pasti enak(dia memiringkan kepalanya lalu berkata dengan pelan)kayaknya,,,"
"Aku bisa mendengar itu"
"Hehe"
"Baiklah mana makanannya?"
"Sebentar aku ambil terlebih dahulu"
Taka melihat sekelilingnya,benar benar sepi
"Oh ya Rikka ada dimana?"
"Owh,,kau bertanya tentangnya"
"Tidak seperti yang kau pikirkan, ini sepi"
"Yah karena dia sedang pergi"
"Begitu ya"
"Ini dia makanannya"
"Owh iya terima kasih Tante"
"Iya sama sama,bagi bagi juga dengan Yuki ya"
"Iya itu memang rencanaku"
Ini sepi,sangat jarang Rikka pergi pagi-pagi,yah sudah aku ingin bermain dengan temanku
Taka keluar rumah Rikka,dan di depan dia bertemu dengan laki-laki yang tidak asing
"Oh ternyata kau ya Taka,apa yang kau lakukan?"
"Bukankah aku yang harusnya mengatakan itu"
"Haha,apa kau melakukan hal itu kepada dia? maksudnya apa kau melakukan hal itu dengan mantan istriku?"
"Bisakah kau menjauh?"
"Kau mengusir ku?bukankah tidak apa apa jika menemui mantan istri?"
"Aku tau itu tidak apa apa,namun apakah kau memikirkan perasaannya?"
"Hei hei,kau belum menjawab pertanyaan ku tadi"
"Aku tidak melakukan apa apa,kau lihat yang kubawa?dia memberiku makanan"
"Owh aku tidak yakin,tapi apa boleh buat"
__ADS_1
"Lalu bagaimana jawabanmu tentang pertanyaan ku tadi?"
"Kenapa aku harus memikirkan perasaannya?"
"Kau benar-benar lelaki yang sangat berengsek,yah aku tidak ingin ikut campur dengan hal ini,jadi bisakah kau minggir kau menghalangi pagar rumah"
"Apa hal itu sopan?"
"Lantas apa yang kau lakukan?"
"Hanya memberi pelajaran bagi anak yang tidak sopan"
"Orang berengsek seperti mu mengajari diriku?heh kau bermimpi di bawah jembatan seperti nya"
"Kau diajarkan oleh orang tua mu tentang sopan santun?"
"Aku tidak diajarkan untuk sopan kepada orang berengsek"
"Kau tau aku juga memiliki batas sabar "
"Kau tau?aku juga memiliki keterbatasan untuk sopan,dan aku tidak akan sopan kepada orang brengsek yang menghamili 2 orang wanita,padahal sudah memiliki istri"
"Kau benar-benar anak yang kurang ajar"
"Aku memang seperti itu"
"Seperti nya aku membencimu Taka"
"Aku juga"
"Aku masih sabar saat ini"
"Yah aku juga sabar menunggu kau minggir"
"Kau ingin lewat bukan?kenapa kau tidak meminta minggir dengan sopan?"
"Apa kewajiban bagiku untuk sopan kepada orang yang sangat berengsek?"
"Kau ingin kupukuli Taka?"
"Oh tentu tidak,siapa yang ingin dipukuli oleh orang berengsek?"
"Kau,,"
"Oh raut wajahmu sepertinya sedang marah hahaha"
Laki laki itu,mengepal tangannya lalu memukul pipi Taka dengan kencang
Taka terjatuh setelah menerimanya pukulan itu
"Kau tau tentang undang-undang?yah bisa saja kau ditangkap karena melakukan pemukulan terhadap remaja,kecuali diriku memulai perkelahian Fisik"
"Kau sialan"
"Aku memang sialan!" Taka memukul laki laki itu dengan upper cul
Tetapi ditahan dengan mudah oleh laki-laki itu
"Serangan yang lemah"
"Iyakah?" Taka menendang ******** Laki-laki itu
Dan dia kesakitan sangat kesakitan,dia memegangi *********** dan berteriak kesakitan,serentak Ibu Rikka terkejut dan melihat apa yang terjadi
Setelah Ibu Rikka membuka pintu rumahnya,dia melihat Taka berdiri di hadapan laki-laki yang sedang tersungkur memegangi kembali
"Apa yang terjadi!?Taka!?dan,,,kau?"
Raut wajah Ibu Rikka berubah setelah mengetahui siapa laki-laki tersebut
"Oh mantan sayangku,,Ilina"
"Bisakah kau jangan menyebutku sayang?aku jijik dengan perkataan itu yang keluar dari mulutmu aku selalu berharap kau menghilang dari dunia"
"Oh jahat sekali, padahal kita pernah melakukan hal itu bukan?"
Raut wajah ibu Rikka berubah lagi,dia kesal sangat kesal terhadap Laki laki itu
"Bisakah kau menghilang?aku benci kau ada disini"
"Apakah aku boleh pergi?aku merasa tidak enak berada disini"
"Tidak,,,kau bisa menjadi saksi apa yang terjadi disini Taka"
"Baiklah Tante"
"Jadi kau membenciku sayang? padahal itu salah mu sendiri yang tidak ingin menghabiskan waktu denganku lebih lama"
Taka melihat laki laki itu dengan sinis dan jijik
"Kau benar-benar laki laki berengsek yang tidak memikirkan perasaan wanita ya hanya dengan melihat mu aku merasa mual" Taka berkata itu dengan nada yang rendah
"Tidak sopan,padahal itu terserah diriku bukan?sudah kewajiban seorang wanita untuk membuat suaminya puas bukan?"
"Tetapi kenapa kau tidak memikirkan perasaan wanita?kau egois,aku merasa ingin menginjak kepala mu itu"
"Kalian benar-benar tidak ada sopan" laki laki itu berdiri dan pergi tanpa ucapan apa apa
"Terima kasih Taka "
"Tentu saja,aku tetangga mu jadi wajar aku membantu"
Aku melihat Tante,dia gemetar aku tidak tau apa yang terjadi,aku tidak menanyakan hal itu,aku mendekatinya,menepuk punggungnya dengan pelan
"Kau tidak perlu takut lagi, aku tidak tau kau gemetar karena apa,namun aku merasa kau ketakutan"
"Terima kasih Taka,hanya kau satu-satunya yang membantuku"
"Tidak masalah"
"Aku tidak tau harus membayar apa"
"Hanya dengan kau senyum itu sudah cukup Tante,aku hanya ingin melihat mu senyum,itu saja"
"Bukankah itu mudah?" Ibu Rikka memaksakan diri nya untuk senyum dihadapan Taka
"Aku tidak ingin melihat orang yang memaksakan senyumannya,jadi tersenyumlah nanti,bukan karena terpaksa tapi karena kau sedang bahagia"
"Kau benar-benar tau apa yang kupikirkan "
"Yah tentu,aku melihat gerak gerikmu,dan raut wajahmu,dengan itu aku tau apa yang kau pikirkan "
"Kau benar-benar teliti ya"
"Tentu, jika ada masalah beritahu aku,aku ingin pulang dan makan bersama"
"Baiklah terima kasih"
Taka pergi dan pulang kerumahnya
"Aku pulang Yuki"
"Oh Taka"
"Aku membawa makanan untuk makan bersama"
"Oh iyakah?mari makan bersama,aku akan menyiapkan piring dan sendok untuk itu"
Dia benar-benar orang yang rajin,tapi apakah Tante akan baik baik saja?nanti aku akan menghampirinya,yang pasti hidupku saat ini semakin susah,susah sekali,dari masalah Yuki,dan masalah Ibu Rikka
"Oh ya Yuki,bagaimana dengan orang tuamu?"
Yuki nadanya berubah tiba tiba "Oh aku menghampiri mereka saat kau tidur tadi,yah aku pagi pagi sekali pergi,dan mereka hanya berkata "kenapa kau ada di hadapan ku lagi?dasar anak gagal" i-itu saja"
"Apakah kau baik-baik saja?Yuki?Yuki?Yuki!!"
Taka berlari menuju dapur
Taka melihat Yuki yang sedang duduk bersender ke tembok,sambil menangis
__ADS_1
"Taka,, apa yang harus kulakukan"
Keadaan makin rumit,tidak kusangka orang tua Yuki berkata bahwa Yuki anak yang gagal,mereka benar-benar orang tuanya sangat jahat,aku tidak bisa biarkan itu,tapi apa yang harus kulakukan?ini semakin sulit apakah aku bisa melaluinya?