Tika Untuk Dika

Tika Untuk Dika
Siapa siska?


__ADS_3

"ada apa mamah manggil dika pagi-pagi begini si mah?." tanya dika penasaran.


"nanti juga kamu tau, tuh temuin papah mu ada di ruang tamu lagi nunggu kamu."


dika dan mamah nya pun berjalan menuju ruang tamu, terlihat disana sosok pria yang terlihat sudah tua sekitar 50 tahunan sedang duduk menunggu anak nya.


"ada apa pah? ada yang mau dibicarakan sama dika? nampak sangat serius sekali rupa nya yak." gurau Dika membuyar kan suasana.


"papah mau menjodohkan kamu sama anak teman papah nama nya siska." ucap papah nya dika to the poin.


"lho pah kenapa tiba-tiba begini sih? aku belum siap buat nikah pah, aku masih pengen bekerja." tolak dika.


"cukup dika untuk perjodohan kali ini kamu jangan pernah menolak lagi, lagian setelah menikah juga kamu masih bisa tetap bekerja, jangan mengelak dengan alasan pekerjaan dika." tegas anwar yang tak lain adalah papah nya dika.


"tapi pah.." belum juga sempat berbicara papah nya dika sudah memotong perkataan putra sulung nya itu.


"gak ada tapi-tapian lagi dika, lihat umurmu itu sudah mau kepala tiga tapi belum juga menikah, apa kamu mau jadi bujangan tua hah?" yak sekarang umur dika sudah tidak muda lagi, umurnya sekarang sudah 28 tahun hampir menginjak 30 tahun.


"gapapa aku jadi bujangan tua pah dari pada aku salah dalam memilih pasangan hidup ku pah." tanpa disadari dika, karena perkataan itu, seolah-olah telah menyalahkan papah nya, bahwa pilihan papah nya itu tidak baik buat dia.


"maksud kamu apa dika?." emosi anwar mulai terpancing.


"maksud kamu pilihan papah enggak baik buat kamu? begitu maksud kamu hah? JAWAB DIKA." suara anwar menggelar di ruangan itu, sontak para pelayan pun terkejut dan takut, karena baru kali ini melihat tuan nya semarah itu.


"mas sabar jangan mudah terpancing emosi begitu." ucap sania menenangkan suami nya.


"bukan begitu maksud ku pah.." ucap dika merasa bersalah..


"papah gak mau tau, pokok nya kamu harus menerima perjodohan ini dika." anwar pun berlalu pergi meninggalkan mereka menuju ke ruang kerja nya yang ada di lantai atas.


"mah... dika belum siap buat nikah mah, tolong bujuk papah." rengek dika ke mamah nya. yak walaupun umur dika sudah dewasa, dia masih tetap manja sama mamah nya. (kalau di rumah)


"maaf sayang untuk kali ini mamah juga gak bisa bujuk papah mu buat membatalkan perjodohan ini dika, mamah minta maaf yak." cup.. setelah mengecup kening putra nya Sania ikut menyusul anwar ke ruang kerja nya, hanya tinggal dika seorang di ruangan itu.


"mas.. apa sebaik nya kita kasih waktu dulu buat mereka saling kenal, mungkin kalo dika sudah mengenal siska dia bakalan mau dan menerima perjodohan ini." walaupun sania berkata tidak bisa pada dika tapi dia tetap berusaha membujuk suami nya agar memberikan waktu buat dika dan siska untuk mengenal satu sama lain.


"hm... baiklah terserah mamah saja." jawab papah nya dika, anwar akan menuruti semua keinginan sania kalau keinginan itu masih di batas wajar.


sedangkan di sisi lain, tika yang sedang bersemangat mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba saja ada yang dengan sengaja menyenggol tubuh nya, alhasil makanan yang ada di tangan tika pun jatuh dan tidak sengaja mengenai sepatu salah satu pelanggan wanita di sana..


"aduhh sepatu mahal gue... lo bisa kerja gak si? lo tau sepatu gue berapa harganya hah? di bayar sama gaji lo 1 tahun pun gak bakalan cukup." teriak wanita tersebut.


"maafkan saya mbak, s-sya tidak sengaja mbak, benar-benar enggak sengaja." ucap tika tulus meminta maaf masih sambil menundukkan kepalanya.


"alahhh bohong dia kak, aku lihat tadi dia sengaja pura-pura jatuh terus numpahin makanan itu ke sepatu kakak." timpal salah satu wanita yang berada di samping wanita yang sepatu nya terkena tumpahan makanan tadi.

__ADS_1


suara itu? apa jangan-jangan itu...? batin tika.


Tika mengangkat kepala nya untuk melihat siapa yang bicara, yang menurut nya suara nya itu terdengar familiar di kuping nya.


"Amelia?.." gumamnya hampir tidak terdengar siapapun.


benar saja ternyata suara yang terdengar familiar itu adalah teman yang dulu pernah membuly tika di masa SMA dulu namanya Amelia.


"dasar wanita kurang ajar." PLAK..


degg.


Suara itu.. tamparan itu.. terdengar sangat keras dan jelas, tika pun hanya bisa merintih dan menahan sesak di dada nya dia berusaha untuk tetap kuat sambil memegangi pipi kanan nya yang merah.


Tak lama manajer restoran itu pun datang, palayan yang lain membereskan pelanggan yang lain yang mulai ricuh, sementara mereka bertiga di ajak ke ruangan manajer untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.


"ada apa ini sebenarnya tika?." tanya manajer tika yang tak lain adalah bos nya.


"m-maafkan saya pak saya tidak sengaja menumpahkan makanan ke sepatu mbak itu." ucap tika merasa bersalah.


"nona tolong maaf kan kelalaian karyawan saya, saya yakin dia pasti enggak sengaja melakukan itu." ucap manajer tika meminta maaf.


"gue gak mau tau yak pokoknya lo harus ganti rugi sekarang juga, kalo enggak gue akan bawa masalah ini ke jalur hukum.. atau nggk gini aja gue bisa maafin karyawan lo yang gak becus ini dengan satu syarat, lo pecat dia sekarang juga." ancam wanita itu.


pak manajer masih bingung, tika adalah anak yang baik juga pekerja keras dia juga tau bahwa ibu nya tika baru saja meninggal kemarin. Tapi bagaimana pun juga dia harus memenuhi keinginan wanita itu biar permasalahan ini tidak terlalu panjang, lalu dengan berat hati manajer itu memilih untuk memecat tika mulai detik itu juga.


Kedua wanita itu pun keluar dari ruangan tersebut setelah memastikan bahwa tika benar-benar sudah di pecat dari pekerjaan nya, lalu mereka pun keluar restoran pergi menuju ke parkiran, dan masuk ke dalam mobil berwarna merah kemudian mulai pergi meninggalkan restoran tersebut.


"hahhha akting kakak memang hebat aku salut sama kakak."


"hahha siapa dulu dong siska andara gitu lho."


kedua perempuan itu tertawa terbahak-bahak di atas penderitaan orang lain. yak kakak nya amelia adalah siska nama lengkap nya yaitu SISKA ANDARA dan adik nya AMELIA ANDRA PUTRI. Mereka memang suka menindas yang lemah, apalagi dengan statusnya mereka sekarang malah semakin melangit sifat nya itu.


"maaf tika, bapak tidak bisa memperkerjakan kamu lagi." sesal pak manajer tika.


"gapapa pak ini bukan salah bapak, ini jelas adalah kesalahan tika yang lalai menjalankan tugas, tika ikhlas kok, makasih sudah mau menerima tika bekerja disini, bekerja di sini sudah cukup buat pengalaman kerja tika nanti, in syaa Allah bakalan memudahkan tika mendapatkan pekerjaan lagi, maaf kalo tika banyak melakukan kesalahan selama bekerja di sini."


"tidak tika kamu anak yang pekerja keras, kamu rajin, juga telaten orang nya, ini gaji kamu bulan ini juga pesangon nya."


"lho pak ini banyak banget.." tolak tika gak enak.


"sudah terima saja tika, bapak udah anggap kamu sebagai keluarga sendiri jadi ambil lah, ini rezeki kamu dan adik kamu."


"ya Allah makasih pak, semoga Allah membalas kebaikan bapak." ucap tika bersyukur karena masih ada orang yang baik kepada nya.

__ADS_1


"Aamiin hati-hati di jalan yak tika."


"iya pak, kalo gitu saya pamit dulu yak pak assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam wr. wb."


setelah keluar dari ruangan bos nya, Tika menuju dapur menemui hana untuk berpamitan, tika melihat hana sedang mondar-mandir di sana, ternyata hana sedari tadi mencemaskan nya, hana adalah sahabat Tika di tempat kerja nya dia baik suka membantu tika di kala dia sedang kesusahan, saat pertengkaran tadi kebetulan sekali hana tidak ada di tempat kejadian waktu itu, dia sedang di suruh ke pasar buat membeli bahan-bahan dapur yang hampir habis, setelah mengetahui tika ribut dengan pelanggan, hana ingin bergegas menuju ruangan pak manajer namun di cegah oleh anton. Takut nya hana malah bikin ulah di sana, akhirnya hana pun nurut dan menunggu tika di dapur.


"Tik pipi mu bengkak,, Tik jangan bilang kamu?" tanya hana khawatir dan juga curiga kalau tika di pecat oleh bos nya, saat melihat ada dua amplop di tangan nya. tika hanya menganggukkan kepala nya pelan.


"gapapa hana aku baik-baik aja kok, kamu semangat yak kerja nya aku mau jemput adek ku dulu di belakang, jangan sia-sia kan selagi masih ada kesempatan, bekerja lah dengan baik di sini jangan sampai lalai kayak aku yak hehhe" ucap nya penuh makna. sambil bercanda..


"apa pipi mu bengkak juga karena pak manajer memukul mu tik?." tanya hana semakin khawatir.


"astaghfirullah enggak hana, bos itu orang nya baik, ini saat pertengkaran tadi aku kan jatoh, nah jatoh itu aku gak sengaja kena lantai maka nya pipi ku merah hehhe.." ucap tika tidak sepenuh nya bohong, takut hana semakin khawatir akhirnya buru-buru tika berpamitan dengan hana juga karyawan lain nya.


Tika menjemput adik nya yang sedang asik bermain ayunan bersama beberapa anak-anak yang lain, di sana dimas terlihat senang, nampak wajah dimas sangat ceria, tak tampak sedikit pun kesedihan di wajah nya kala itu.


lalu tika berjalan ke arah adik nya dan berjongkok di hadapan adik nya kemudian berkata..


"adek.. kita pulang yuk, sekarang kakak udah izin buat libur di rumah untuk sementara waktu buat nemenin adek." ucap nya bohong.


"kakak.." ucap dimas terhenti saat melihat pipi kakak nya bengkak.


"iya sayang kenapa?" tanya tika bingung.


lalu dimas pun turun dari ayunan dan mengelus pipi sebelah kanan kakak nya yang masih merah. tika lupa menutupi pipi nya yang bengkak habis kena tampar tadi alhasil itu membuat sang adik penasaran dan juga sedih.


"pipi kakak kenapa?" tanya sang adik.


"oh ini.. tadi kakak tidak sengaja jatoh sayang, ya udah yuk kita pulang, dimas tau kakak dapat apa? kakak hari ini udah gajian jadi dimas bisa beli apapun yang dimas mau." ucap tika mengalihkan pembicaraan.


Dimas di situ mulai teralih kan dia merasa senang kalau kakak nya bisa beliin apa yang dia mau sekarang. setelah itu tika mengajak dimas ke minimarket buat berbelanja bahan makanan, karena stok bahan makanan di rumah udah habis, sesekali tika juga menuruti keinginan dimas. Tak terasa mereka berkeliling sudah cukup lama dan bahan-bahan serta keinginan dimas pun sudah terpenuhi, tika mulai membayar belanjaan nya ke meja kasir.


setelah sampai di rumah, tika menuju dapur buat membereskan belanjaan nya, sedangkan dimas main di ruang tengah sambil membuka cemilan yang ia beli tadi dan satu buah mobil-mobilan berukuran sedang.


Tak terasa adzan Dzuhur pun berkumandang, tika bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menjalankan kewajiban nya.


setelah selesai sholat, tika tidak tau mau ngapain lagi karena dia sudah di pecat dari pekerjaan nya. sedangkan dimas dia sudah tidur di kamar nya karena di suruh tika buat tidur siang.


Tika di situ hanya terdiam sambil merenung di sofa yang sudah sangat usang..


ya Allah aku tau takdir Mu itu pada dasar nya selalu baik, walaupun terkadang perlu air mata untuk menerima nya, kuat kan hamba ya Allah apapun yang terjadi di masa depan nanti in syaa Allah aku kuat menghadapi nya. Batin tika sedih.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2