
PRANGGG...
Seorang wanita menjatuhkan semua barang-barang yang ada di hadapan nya..
"NGGK MAU YAH AKU GAK MAU DI JODOHKAN SAMA ANAK TEMAN AYAH ITU." Teriak wanita itu.
"SISKA APA-APAAN KAMU INI HAH? LIHAT APA YANG TELAH KAMU LAKUKAN, RUMAH SUDAH SEPERTI KAPAL PECAH GINI." Teriak ayah siska tak kalah keras.
"MAU TIDAK MAU KAMU HARUS MENERIMA PERJODOHAN INI SISKA TITIK." Ucap nya tegas.
"tapi yah.. ayahkan sudah tau aku sudah punya kekasih yah, dan ayah juga tau aku sangat mencintai kekasih ku dan ayah juga sudah merestui kami berdua, lalu apa sekarang? ayah menjodohkan aku dengan anak teman ayah yang aku saja tidak kenal siapa orang itu, huh.. lucu sekali ayah ini..." balas siska mulai memelankan suara nya.
"sayang kamu pasti akan jatuh cinta setelah melihat nya nanti, jadi kamu jangan melawan ayah mu yah." ucap Kirana yang tak lain adalah mamah nya siska.
"tapi mah.. aku sudah punya kekasih mah.. tolong ngertiin Siska kali ini saja, dan kalian pun sudah memberikan sertu pada kami berdua bukan?."
"nak.. ayah memang merestui kamu dengan Jordan, tapi itu dulu waktu perusahaan mereka masih berjaya. Tapi sekarang perusahaan mereka sedang di ambang kehancuran, jadi ayah gak bisa merestui hubungan kalian lagi."
"A-apa maksud ayah? perusahaan mereka sedang di ambang kehancuran?" ulang nya lagi.
"iya nak, perusahaan mereka sebentar lagi akan bangkrut." jelas pak Dandi.
Siska tak percaya sama perkataan ayah nya, bagaimana mungkin perusahaan kekasih nya itu bangkrut, dan Jordan tidak memberitahu nya.
Siska terlahir dari pasutri yang bernama DANDI ANDARA KUSUMA dan istri nya yang bernama KIRANA LARASANTI, mereka memiliki dua orang putri yang tak lain adalah SISKA ANDARA dan adik nya yaitu AMELIA ANDARA PUTRI.
Siska bekerja sebagai aktris, dan ya.. mungkin bisa di bilang aktris papan atas, dan adik nya juga mengikuti jejak kakaknya sebagai aktris pendatang baru tahun kamarin. Amelia tidak ada di rumah saat kakak nya sedang mengamuk, dia lagi ada di lokasi syuting.
"Dan malam ini juga ayah merencanakan makan malam bersama keluarga pak anwar, jadi kamu harus ikut siska, supaya kamu bisa tau seperti apa calon suami mu itu." ucap nya lagi.
"Lho yah kenapa mendadak begini si? aku aja belum bilang setuju apa nggak nya sama perjodohan ini, udah maen ketemuan aja."
"sayang kamu nurut saja apa yang ayah katakan, kamu bakalan tau pria seperti apa yang ayah jodohkan sama kamu nanti, mamah yakin seratus persen kamu gak akan nolak perjodohan ini, percaya sama mamah." rayu kirana pada putrinya.
"ck.. ya udah.. ya udah.. oke aku setuju kalo mamah udah bilang gitu, aku bisa apa." ucapnya menyetujui untuk bertemu malam ini dengan pria yang akan dijodohkan dengan nya.
__________
Tidak pakai salam Dika pun langsung masuk begitu saja ke dalam rumah, di sana sudah ada papah anwar dan mamah sania yang sedang menunggu nya di ruang tengah rumah. Dika menghampiri mereka kemudian ikut duduk di sofa.
"ada apa?" tanya dika langsung.
"kamu harus ikut papah dan mamah buat makan malam bersama keluarga pak Dandi nanti malam."
Dika malas meladeni papah nya yang selalu membahas tentang perjodohan itu, ada apa si sebenarnya dengan perjodohan itu sampai-sampai papah nya dika ngotot mau menjodohkan dia dengan perempuan yang di anggap baik oleh papah nya.
"ya terserah lah." Dika langsung mengiyakan permintaan tersebut karena malas harus berdebat lagi dengan papah nya. kemudian dika pergi ke lantai atas dan masuk ke kamar nya.
__ADS_1
"mas apa sebaik nya kita pikirkan lagi tentang perjodohan ini?" tanya sania khawatir.
"tidak mah, papah akan tetap menjodohkan mereka berdua, karena Dandi pernah menolong papah dulu dan papah sudah berniat menjodohkan anak papah dengan anak nya."
"tapi pah kasian anak kita, dia jelas sangat terlihat sedih saat kita mau menjodohkan nya, apa tidak sebaik nya kita batalkan saja pah? biar Dika yang memilih calon pasangan hidupnya sendiri."
"Tidak mah, papah sudah memilih pasangan yang terbaik buat dika, sudah lah mah ini hanya sementara kok, nanti kalo dah ketemu sama Siska pasti Dika mau menerima perjodohan ini, ditambah siska itukan anak nya cantik, jadi mamah tenang aja." ujar papah nya dika.
"ya udah lah terserah papah aja." sania pun beranjak pergi meninggalkan anwar sendirian.
"hadeuhhh anak sama ibu sama aja." gumam nya.
__________
Di sisi lain tika sedang sibuk membereskan pakaian nya dan juga pakaian adik nya, karena pak Dion sudah memberitahukan bahwa tika bisa bekerja di sana mulai lusa nanti, tepatnya hari senin.
"kak.. kita berapa lama tinggal di sana?" tanya dimas.
"ntahlah dek.. kita jalani saja dulu yak, nanti kalo kakak sudah mengumpulkan uang yang cukup, kita akan kembali lagi ke sini yak." ucapnya sambil mengelus rambut dimas
"iya kak."
"kamu jangan khawatir yak, tugas kamu adalah belajar dan menjadi anak yang baik, sopan, dan nurut sama kakak. Dan nanti kalo dimas udah cukup umur, dimas juga bisa sekolah di sana." ucap tika memberi semangat.
"benarkah kak? dimas bisa sekolah?" tanya dimas senang.
yak umur dimas sekarang 5 tahun yang sebentar lagi akan menginjak usia 6 tahun.
"kakak.. kalo kita pindah kota, berarti kita gak bakalan bisa jenguk ibu dong?" tanya dimas sedih.
Tika bingung mau jawab apa, karena apa yang di katakan dimas barusan memang benar, mereka gak bakalan bisa sering-sering jenguk ibu nya di pemakaman. namun sebisa mungkin tika memutar otak nya agar dimas tidak sedih lagi dan mau ikut bersamanya ke kota K.
"Dimas sayang.. sini dengerin kakak.." ucapnya sambil memangku dimas dan mendudukkan dimas di atas pahanya.
"Dimas sayang kan sama kakak?" dan dibalas anggukan oleh dimas.
"Dimas inget gak apa yang kakak katakan sama dimas waktu di pemakaman ibu?" tanya tika lagi.
"inget kak." jawab nya lirih.
"apa coba kata-kata nya bagaimana kakak mau tau?"
"kakak bilang kalo dimas harus jadi anak baik juga nurut sama kakak, dan kalo dimas nurut ibu juga bakalan bahagia, itu yang kakak ucapkan kan?" tanya dimas memastikan.
"iya dimas bener sayang, dimas harus jadi anak yang baik dan patuh, nanti kapan-kapan kita pulang ke sini buat jenguk ibu yak sayang." ucap tika menguatkan dimas, jujur saja tika juga sedih harus meninggalkan kampung halamannya apalagi ibunya baru saja meninggal, tapi tika tidak bisa berdiam diri saja karena kalau dia hanya diam saja otomatis dia akan teringat sama mendiang ibu nya, makanya tika pengen cepat-cepat dapat pekerjaan karena alasannya satu, tidak mau terpuruk dalam kesedihan atas kepergian ibu nya.
"ya udah yuk, sekarang kita lanjut beres-beres lagi, apa dimas udah cape? kalo iya biar kakak saja yang lanjutin dimas bisa tidur sebentar."
__ADS_1
"em.. no kak, dimas gak cape, dimas mau bantuin kakak, kemaren kan ibu bilang sama dimas, kalau dimas harus jadi anak yang kuat biar bisa jagain kakak."
Tanpa tika sadari perkataan itu juga berhasil membuat tika meneteskan air matanya, dan dengan cepat tika pun mengahapus nya takut adik nya mengetahui, tapi sayang nya hal itu sudah diketahui dimas, ia melihat kalo kakaknya mengusap pipi nya dan dimas juga melihat ada bulir air mata kakak nya yang jatuh mengenai pipi sang kakak.
"K-kakak kenapa? apa kakak marah sama dimas kak?" tanya dimas khawatir. tika yang melihat dimas khawatir pada nya merasa bersalah karena dia tiba-tiba saja menangis begitu saja.
"enggak dek ini tadi apa.. itu.. em.. anu.. kakak kelilipan iya kelilipan, debu disini banyak banget sampai masuk ke mata kakak hehhe." ucapnya bohong juga gelagapan.
"sini biar dimas bantu tiup mata kakak, biar debu nya hilang." ucap anak polos itu, tika pun hanya nurut.
"ya udah kita lanjut lagi beres-beres nya yuk, nanti kalo kamu cape bilang aja sama kakak yak, biar kakak yang lanjutin."
"ay ay kapten." ucapnya semangat juga sambil memberi hormat. Tika hanya bisa tertawa geli melihat tingkah adik nya itu.
setelah semua persiapan selesai, tika pun mulai membersihkan diri nya dan kemudian menunaikan ibadah sholat ashar nya yang tadi sempat tertunda. setelah sholat ashar, tika pun memakai kembali hijab syar'i nya lalu pergi ke dapur untuk memasak makan malam.
__________
"jadi kamu mau ninggalin aku demi laki-laki pilihan ayah mu by?" tanya pria itu.
"enggak bukan begitu by, aku nggak mau ninggalin kamu dan aku juga gak tau kalo ayah mau menjodohkan aku sama anak temen nya, lagian perusahaan kamu juga kenapa sih bisa bangkrut gitu, padahal kalo kamu gak bangkrut ayah ku juga bakalan tetap merestui hubungan kita." jawab siska menyalahkan. Tak lama saat kejadian di rumah nya itu, siska pun langsung menemui kekasih nya di sebuah apartemen, dan menceritakan semua masalah nya.
"tapi itukan bukan kesalahan aku by, itu kesalahan orang-orang yang ada di perusahaan daddy ku." ucapnya membela diri.
"yak harusnya kamu juga berusaha dong jo buat mempertahanin perusahaan kamu."
"ngomong memang mudah by."
"maksud kamu apa jo?" ucap nya tak terima.
"yak emang bener kan? ngomong itu memang mudah, coba kamu yang berada di posisi aku?."
"ah sudah lah jo, aku mau pulang, sebentar lagi ayah pasti akan mencari ku dan malam ini juga ayah mau mempertemukan aku sama laki-laki itu." ucapnya malas melanjutkan perdebatan tadi.
"kamu beneran mau ninggalin aku by?"
"em.. aku gak mau Jo, tapi ayah ku bersikeras ingin menjodohkan aku sama laki-laki itu."
"aku gapapa kok jadi simpanan kamu by." ucap Jordan lirih.
"maksud kamu?" tanya siska heran, bisa-bisanya kekasih nya sendiri berkata seperti itu, padahal mereka sudah menjalin hubungan selama 5 tahun.
"kamu bisa menikah dengan laki-laki itu sis, asalkan kamu tetap bersamaku dan jangan pernah tinggalin aku, aku benar-benar nggak mau ditinggalin sama kamu." ucapnya meyakinkan.
Jordan menatap lekat mata siska dalam-dalam kemudian perlahan Jordan memajukan wajah nya dan menempelkan hidungnya dengan hidung siska lalu.....
Skip.
__ADS_1
BERSAMBUNG..