
"kakak aku lapar." tiba-tiba saja suara dimas membuyarkan lamunan tika.
"eh.. adek kakak udah bangun, baru jam berapa ini? masih jam tengah dua udah bangun gara-gara lapar yak ternyata, ya udah kalo gitu kakak masak dulu yak, kamu tunggu di sini." tika beranjak bangun dari duduk nya lalu pergi ke dapur.
"iya kakak."
tika pun mulai memasak, makanan hari ini agak spesial, hari ini tika masak ayam goreng serundeng dan juga sayur sup buat mereka makan. Tentu saja itu membuat dimas bahagia, selain masakan kakak nya yang enak juga mirip masakan ibu nya makanan hari ini juga sangat mewah bagi dimas karena bisa makan daging ayam.
setengah jam kemudian masakan pun jadi, tika membawa masakan nya ke ruang tengah, di situ adik nya udah enggak sabar pengen makan masakan kakak nya yang sedari tadi bau nya menusuk-nusuk lubang hidung nya.
"Wahhh wangi banget kak, pasti enak banget dimas jadi gak sabar pengen cepet-cepet makan." Kata dimas tak sabar.
"Hahha.. bisa aja kamu, mau kakak suapin dek?" tanya tika menawarkan.
"enggak kak, dimas mau makan sendiri aja."
"ya udah hati-hati yak makan nya, makanan nya masih panas."
"iya kakak.."
Sedangkan di sebrang sana, ada satu sosok pria yang sedang melamun memikirkan bagaimana cara nya ia menolak perjodohan tersebut.
Dika pun mengambil kunci mobil nya dan bergegas pergi turun ke bawah, niat nya mau pergi ke suatu tempat buat menenangkan diri sejenak, namun baru saja beberapa langkah menuju pintu rumah, ada seseorang memanggil nama nya.
"Dika, mau kemana kamu?" Tanya papah Anwar.
"Aku mau pergi ke luar sebentar pah." Jawab nya malas.
"Begitu kah cara mu bersikap kepada orang tua hah?" Tanya nya lagi.
Dika pun mulai jengah, dia langsung saja pergi keluar tanpa menghiraukan suara yang terus memanggil nama nya.
Satu setengah jam kemudian dika sampai di suatu tempat yang tempat nya agak terpencil Dika duduk di tepi pantai sendirian, niat nya dia hanya pergi beberapa jam saja. Namun, karena melihat papah nya tadi dan teringat soal perjodohan itu, Dika memutuskan untuk tinggal di pulau itu beberapa hari.
__ADS_1
Yak Dika pergi ke pulau pribadi nya yang tidak diketahui oleh siapa-siapa termasuk keluarga nya, dengan alasan tidak mau ada yang mengganggu nya saat dia berada di pulau itu untuk menenangkan diri.
Hingga waktu Magrib pun tiba, Dika masih asik dengan lamunan nya, sambil memandang lurus menatap langit senja yang indah perlahan tapi pasti matahari itu pun mulai tenggelam. langit-langit mulai terlihat gelap tapi Dika belum juga bergerak dia masih asik dengan lamunan nya.
Di sisi lain, seorang wanita sedang bersimpuh memohon ampunan kepada sang maha kuasa.
"Ya Allah sakit sekali rasa nya aku menjalankan kehidupan ini, tapi aku harus kuat untuk adik ku bukan? Aku harus tetap menjalankan kehidupan ku untuk membahagiakan adik ku bukan? Ya Allah aku tau sesuatu yang sudah di takdir kan untuk ku dia akan mencari jalan nya untuk menemukan ku. Maafkan hamba yang kadang kala kurang bersyukur kepada mu ya Rabb, maaf kan hamba jikalau hamba masih sedih atas meninggal nya ibu hamba. Ya Allah bagaimana pun proses nya di masa depan nanti, aku mohon tolong kuat kan hamba. " Begitulah curhatan seorang wanita terhadap pencipta-Nya.
Ya Allah, aku tau ini rencana-Mu tolong bantu aku untuk melalui nya. Batin nya berbicara.
Tika baru saja hendak membereskan peralatan sholat nya, tiba-tiba saja handphone nya berdering, ada seseorang menelpon nya waktu itu. Tika pun mengambil benda itu dan melihat siapa yang menelepon nya, dan ternyata itu adalah pak manajer mantan bos nya.
"Hallo, assalamu'alaikum tika."
"Wa'alaikumussalam, iya pak ada apa yak? Ada yang bisa tika bantu pak?" Tanya tika ramah.
"Oh enggak ada tika, ada yang mau bapak sampaikan sama kamu, tapi enggak enak kalo berbicara lewat telepon, begini saja besok kamu pergi ke restoran bapak jam 9 pagi, gimana?"
"Hallo bim, tolong kamu selidiki wanita yang bernama siska, harus kirim kan data nya kepada ku secepat mungkin." Ucap pria itu langsung mematikan handphone nya.
Tak lama notif hp nya pun berbunyi ada beberapa foto dan juga biodata gadis itu, Dika hanya tersenyum sinis melihat seorang gadis yang mau di jodohkan dengan nya.
"apakah Ini yang di bilang jodoh pilihan papah baik? Cihh.. sangat menjijikkan." Ujar nya, lalu setelah itu dia merebahkan diri nya di kasur yang empuk itu. Tak terasa rasa ngantuk mulai menghampiri nya, dan dika pun mulai memejamkan mata dan masuk ke alam mimpi.
esok nya setelah selesai sarapan dan membereskan rumah, tika segera bersiap-siap untuk pergi ke tempat restoran tempat bekerja ia dulu tak lupa dia juga mengajak adik nya untuk ikut.
Tika melajukan motor nya dengan kecepatan sedang, menembus jalan raya yang kelihatan tidak terlalu macet, setelah 15 menit kemudian tika sampai di restoran itu, nampak pak manajer sedang duduk di tempat yang agak pojok ke belakang.
Tika dan dimas pun masuk ke dalam restoran, tapi setelah itu dimas meminta izin pada kakak nya buat main di taman belakang, dan tika pun mengizinkan. setelah sampai di tempat tika pun dipersilahkan duduk oleh pak manajer, dan langsung membahas pada intinya.
"begini Tika, maksud dan tujuan bapak ingin bertemu kamu secara langsung, yaitu bapak ingin menawarkan kamu pekerjaan. Temen bapak yang ada di kota K sekarang membutuhkan karyawan lebih, dia juga mempunyai restoran seperti bapak, bedanya usahanya lebih maju dan juga lebih besar dari restoran bapak, jadi apa kamu mau bekerja di sana?" terang pak manajer menjelaskan maksud dan tujuannya.
Tika kaget sekaligus senang mendengar nya. walaupun tempat nya lumayan jauh, tapi Tika benar-benar membutuhkan pekerjaan sekarang buat melanjutkan kehidupannya.
__ADS_1
"beneran pak? tika boleh kerja di sana?" tanya tika memastikan.
"iya tika, kalo kamu mau bapak akan segera membicarakan ini sama temen bapak kalo kamu mau, dan kamu tenang saja buat yang karyawan jauh seperti kamu, udah di sediain rumah kontrakan kecil yang gak terlalu mahal biaya nya, jadi apa kamu mau kerja di sana?"
"mau pak tika mau banget kerja di sana, makasih pak makasih banget bapak udah beberapa kali bantuin tika." ucap tika kegirangan.
"iyaa sama-sama tika."
"jadi apa yang harus tika siapin pak untuk kerja di sana?"
"tidak ada, karena bapak sudah memberitahukan kepada temen bapak kinerja kamu selama bekerja di sini, jadi dia tidak membutuhkan berkas apapun. Jadi kamu hanya perlu menunggu pemberitahuan dari bapak, kapan kamu berangkat kesana nanti bapak kasih tau, dan kamu udah bisa langsung kerja di sana." jelasnya lagi.
"ya Allah pak, tika harus menjawab apa lagi, bapak baik banget sama tika, bagaimana cara tika membalas kebaikan bapak." ucap tika gak enak.
"tidak perlu merasa gak enak sama bapak tika, anggaplah bapak ini keluarga mu sendiri."
"terimakasih banyak bapak sudah membantu tika untuk kesekian kali nya, tika tidak akan pernah melupakan semua kebaikan bapak pada tika."
Lalu setelah itu tika pamit sama pak Dion. yak Dion adalah nama pak manajer restoran itu, kemudian tika menyusul adik nya yang ada di belakang dan mengajak nya untuk pulang. pak Dion hanya bisa menatap tika berlalu pergi meninggalkan restoran nya.
Aku sudah membantu nya semampu ku anun, aku akan menjaga nya seperti anak ku sendiri, kamu tenang aja tika akan aku jaga di sini, semoga kamu tenang di sana. batin pak Dion.
ANUN nama yang cantik bukan? yak dia adalah seorang wanita yang cantik juga baik, anun adalah ibu nya tika. Dan pak Dion adalah teman nya ibu tika dulu. sungguh tidak ada pertemanan di antara sepasang laki-laki dan perempuan yang tidak melibatkan perasaan.
seperti biasa di sisi lain Dika masih enggan membuka mata nya walaupun matahari sudah hampir berada di atas kepala nya, handphone nya pun terus berbunyi tapi dika malas mengangkat nya, dengan terpaksa dia bangun dan mengambil hp nya lalu mengangkat telpon itu.
"dika kamu dimana nak? kenapa semalam nggak pulang ke rumah? papah kamu nyariin dik, cepet pulang yak sayang."
"tapi mah..." tut.. tut..
belum juga dika sempat berbicara sania sudah memutuskan telpon nya. Dan dengan malas juga sangat terpaksa dika memutuskan pulang hari itu juga.
BERSAMBUNG..
__ADS_1