
Kreeerk, pleetakk...
Terdengar suara tanduk dan sayap Bella yang patah bersamaan sehingga membuat dirinya kaget dan membulatkan matanya sempurna. Bella meraba-raba tanduk dan sayapnya yang perlahan-lahan mulai hilang menjadi debu dan tertiup angin.
"tttt.... TIDAAAAAAAAAAAAAK!!!!!". Teriak Bella sangat keras sehingga membuat orang yang berlalu lalang spontan menatapnya bingung. Mereka melihat Bella seperti orang gila yang kehilangan hartanya. 'cantik-cantik kok gila'. Itulah yang di katakan oleh orang-orang yang melihat Bella. Tampak dirinya begitu frustrasi.
Mic pun turun dari pangkuan Bella sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah.
"kalau begini bagaimana aku bisa pulang ke kerajaan iblis?! Walaupun Amun memanggilku kembali sekalipun,jika tanpa sayap bagaimana bisa aku terbang kesana!! Argggghh sial! semuanya hancur!". Ucap Bella sambil memijat pelipisnya, wanita itu tampak marah sekaligus sedih. Dirinya tidak bisa membayangkan jika harus hidup berdampingan dengan manusia bahkan memikirkan saja sudah membuat dirinya ingin mengakhiri hidupnya sekarang juga.
Sayap bagi seorang iblis maupun malaikat sangat penting karena selain memudahkan aktifitas mereka sehari-hari (terutama untuk para malaikat yang super sibuk itu) sayap juga jadi lambang pemisah antara manusia dan malaikat/iblis (singkatnya iblis sayapnya warna hitam, sedangkan Malaikat putih) dan manusia tentu saja tidak memiliki sayap.
Jika untuk seorang malaikat sayap adalah yang terpenting maka beda hal nya dengan iblis.
Bagi mereka tanduklah yang paling penting. Tanduk sebagai identitas seorang iblis atau bisa dibilang tanda pengenal bahwa seseorang itu adalah iblis, jika tanduk itu patah atau tidak sengaja di patahkan maka tidak mungkin lagi seorang iblis disebut iblis karena identitasnya telah hilang. Kini meskipun Bella berhasil kembali ke istana Amun kemungkinannya sangat kecil bahwa mereka mau menerima Bella kembali sebagai bagian dari kaum iblis.
"tante, maafin Mic. Mic nggak sengaja". Ucap Mic sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah kepada Bella karena telah merusak sayap dan tanduknya. "tapi tante, Mic janji akan belikan sayap sama tanduk baru buat tante!".
"tutup mulutmu bocah! Kau bocah manusia licik, ternyata bocah manusia lebih menakutkan dari wanita tua tadi!!! ".
Mic yang melihat Bella membentaknya hanya menunduk dan melipat tangannya kebelakang lalu memasukkan sesuatu di saku celananya.
__ADS_1
" Pil? Di...dimana Pil ku? Pil penumbuh tanduk dan sayap, bocah kau melihatnya? Bentuknya bulat kecil lalu warnanya hitam pekat, kau melihatnya? ". Tanya Bella kepada Mic sambil mencari-cari pil tersebut yang kemungkinan jatuh di sekitarnya.
Pil itu membantu pertumbuhan tanduk serta sayap yang patah, walaupun tidak tumbuh sempurna (sayapnya tidak tumbuh terlalu besar dan tanduknya tidak setajam milik Bella yang sebelumnya) tapi itu jauh lebih baik daripada tidak punya keduanya. Bella yakin jika di rawat dengan baik pasti akan tumbuh menjadi kuat dari sebelumnya. Tapi....
"DIMANA PIL ITU SEKARANG?!! ". Teriak Bella keras. 'aku menaruh pil itu di dalam sayapku, jika sayapku patah maka otomatis pil itu akan keluar. Jika tidak jatuh di sekitar sini lalu dimana? Apa pilnya bisa terbang?!'. Batin Bella berpikir keras.
" tante...jangan khawatir ketika aku besar nanti, aku akan membelikanmu pil yang baru. Bahkan lebih bagus dari—".
"dasar bodoh! Itu bukan pil biasa!! ". Bentak Bella kepada Mic yang sukses membuat bocah menggemaskan itu menangis.
((aduh si Bella kasar bat ama anak kecil:( pasti karena dia iblis jadi bawaannya pen jahat mulu,-))
Mic pun berlari meninggalkan Bella yang merasa bersalah karena telah membentak seorang anak kecil yang tidak tau apa-apa. Terlihat oleh Bella anak kecil itu di jemput dengan mobil oleh seseorang, entah itu orang tuanya atau babysitternya.
Bella terus sibuk mencari pil tersebut hingga dia mendengar si bocah itu berteriak keras kepadanya sehingga membuatnya menoleh.
"TANTE! PIL NYA ADA PADAKU KALAU TANTE MAU AMBIL, TANTE HARUS MENIKAH DENGANKU DULU!!! ". Teriak Mic yang sukses membuat puluhan pasang mata melihatnya dengan tatapan terkejut serta mata yang melotot.
" Mic! Apa yang kau katakan?! Kau tidak boleh berkata seperti itu kepada wanita yang lebih tua darimu". Ucap wanita yang berdiri bersama Mic.
"tapi bibi, Mic serius! ".
__ADS_1
" sudah-sudah sana masuk ke mobil". Ucap wanita yang dipanggil Bibi oleh Mic itu.
Bella hanya mematung mendengar ucapan bocah kecil itu, seakan-akan badai sedang berkecamuk di dalam diri wanita itu. "hah, sungguh lucu, aku dilamar seorang bocah manusia? ". Gumam Bella mendengar lelucon Bocah itu kepadanya.
'tunggu!! Dia kabur membawa pil-ku?! '. Sontak Bella langsung berdiri dan berlari mengejar mobil Mic yang semakin melaju sehingga membuat Bella tertinggal jauh ke belakang.
" arrrggghh sial!! ". Teriak Bella menghentak-hentakkan kakinya ke tanah sambil mengacak-ngacak rambutnya. Sungguh ini hari yang sangat sial untuknya!.
"cih, tak ada cara lain selain menetap di bumi ini untuk sementara waktu sampai aku mendapatkan pil-ku kembali dari bocah licik itu". Gumam Bella lalu pergi berlalu meninggalkan taman. Dalam benak Bella dia menanam dalam-dalam semua kejadian yang di alaminya sekarang ini, terutama wajah bocah licik yang telah mencuri pilnya.
"Mic, Mic, Mic. Akan ku ingat namamu bocah licik". Celoteh Bella kembali sambil mengucapkan nama Mic berulang kali sampai benar-benar tertanam di benaknya.
---------------------------------------------------------------------------
Hallo para Readers tercintah aku mau spoiler dikit ya, kalo eps Selanjutnya itu si Mic udah gede say, berduit pula😆
Sendangkan si Bella mukanya tetap gitu-gitu aja, tua kgk, tambah cantik iya😆
Terus Si Bella saking lamanya tinggal di bumi dia udh lancar bahasa bumi (yang Gue, Gue Elu gitu😄) makanya penasaran kan? Nantikan eps selanjutnya yah😗
Jangan lupa klik favorit yah😗
__ADS_1
Oh iya, Like nya jangan lupa cintah😉