To Me You Are An Angel

To Me You Are An Angel
Eps. 6


__ADS_3

Sementara itu...


Broklyn's company.


Terdengar suara langkah kaki seorang pria memasuki ruangannya yang bertulisan "Ruangan CEO". Di susul oleh seorang wanita yang mengikutinya dari belakang. Wanita itu nampak kesusahan mensejajarkan langkahnya dengan pria yang ada hadapannya itu, mungkin pria tersebut terburu-buru sehingga langkahnya lebih cepat dari biasannya.


Setelah sampai di ruangannya, pria itu langsung duduk di kursi kebesarannya dan mulai mengotak-atik laptop nya.


"s-selamat pagi pak,....". Ucap wanita itu sambil terengah-engah karena sejak pagi tadi wanita itu terus mengikuti langkah pria yang ada di hadapannya itu dengan cepat. seperti di kejar-kejar anjing saja😑


"bacakan jadwalku hari ini". Ucap pria itu dengan suara baritonnya yang khas.


"b-baik pak, jadwal anda hari ini adalah mengunjungi salah satu UI yang ada di Jakarta dan melakukan wawancara disana". Ucap wanita itu dengan nicknamenya yang tepat berada diatas saku bajunya " Hana Shakilla sekretaris CEO". Itulah yang tertulis pada nickname nya.


"jam berapa wawancaranya? ".(Boss)


"jam 10 pagi pak". (Hana)


"persiapkan semuanya". (Boss)


"baik pak". Hana pun berbalik berjalan keluar ruangan boss nya tersebut. ketika dia sudah sampai di ambang pintu, boss nya memanggilnya kembali.


" Hana!!". (Boss)


"ya pak? ". (Hana)


" ambilkan 'harta karunku' ". (Boss)


" iya pak". Hana hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan sambil bergumam 'mulai lagi dah si boss. Emang spesial nya tuh ' harta karun' apaan sih?! '. Batin Hana ketus sambil berjalan keluar dari ruangan boss nya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Hana muncul kembali sambil membawa sebuah kotak kecil yang berwarna hitam dengan corak emas di sekitarnya.


"ini bos 'harta karunnya' ". Jawab Hana sambil cengar-cengir gak jelas.


" oke, kau boleh keluar".


Sang sekretaris pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan boss nya dengan wajah yang cemberut lalu menghilang dibalik pintu.


Si boss pun mulai membuka kotaknya. Lalu nampaklah sebuah pil berwarna hitam pekat yang kelihatannya dirawat dengan sangat baik oleh pemiliknya. Ah, mungkin lebih cocok dibilang pencuri yang menjaga barang curiannya dengan baik dan penuh kasih sayang🙎


Si boss pun mulai tersenyum memperlihatkan senyumannya yang sangat manis lengkap dengan lesung pipinya yang sukses membuat kaum hawa nafsu berat, bawaannya pen cipok mulu😽


"tante, apa kabar? Masih hidup? ".


Yup! Si boss yang tengah duduk di kursi kebesarannya itu tak lain adalah Michael Broklyn seorang pengusaha sukses yang mampu mengumpulkan jutaan uang bahkan miliaran dalam seminggu coeg. Keberhasilannya dalam dunia bisnis mampu menarik klien-klien dari luar negeri untuk melakukan kerja sama dengannya, siapa yang mengira bahwa Michael yang sekarang adalah Michael yang masa kecilnya sangat cengeng dan mudah menangis bahkan hanya di bentak satu kali saja udah mewek dianya.


Mic mulai bersandar di kursinya dan mulai nge-flashback ketika dia bertemu dengan Bella untuk pertama kalinya. Saat itu usia Mic baru menginjak 5 tahun dan Babysitternya mengajaknya untuk bermain di taman (hanya sekedar refreshing aja)


Dihari itu aku bertemu dengannya. Entah kenapa ketika aku sampai di taman itu semua anak-anak disana sudah menangis dan taman itu di penuhi suara tangisan mereka. Kulihat ada seorang wanita yang memakai baju berwarna hitam dan merah lengkap dengan tanduk dan sayapnya sedang duduk di kursi taman sambil menutup telinganya rapat-rapat. Kupikir wanita itu sedang merayakan halloween di tanggal 13 Maret.


"apa anak-anak menangis karena wanita itu? Tapi kurasa wanita itu tidak menakutkan, dia cantik dan keren!". Gumamku lalu mendekati wanita itu. Semakin ku lihat dari dekat wanita itu sangat cantik namun di wajahnya tersirat kebingungan, kesedihan, frustrasi, emosi. Semuanya bercampur jadi satu bagaikan adonan kue dengan bumbu asal-asalan sehingga menciptakan sebuah rasa yang mampu membuat pencicipnya muntah.


Aku mengajak wanita itu mengobrol denganku di dampingi dengan jurus andalanku "Aegyo tingkat dewa". Kulihat wanita itu juga mulai tertarik kepadaku. tapi, kenapa wanita itu menakut-nakutiku? Huh! Lihat saja aku akan memberikanmu pelajaran tante!


Aku naik di bangku taman dan menarik tanduknya itu.'kenapa tanduk ini keras sekali? Bukankah ini palsu? '. Aku tidak perduli saat tante itu memarahiku, aku malah lebih nekat naik ke pangkuannya dan menarik sayap palsunya juga.


' sayap ini juga sama kerasnya dengan tanduknya! Kenapa susah sekali copot?! Apa dia memakai semacam perekat di benda ini?!'.


Aku menarik sekuat tenaga sampai kedua benda itu patah. 'akhirnya patah juga, tapi tunggu! Kenapa sayap dan tanduknya berubah menjadi debu?! Lalu apa di tanganku ini? Sebuah pil?'. Kupikir itu pil KB tapi setelah melihat warnanya yang hitam pekat aku berubah pikiran. 'ini pasti racun! Tante ini mau bunuh diri".

__ADS_1


Kusimpan pil hitam itu di saku celanaku. Ketika tante itu bertanya padaku, aku berpura-pura tidak tau. Padahal aku sudah bilang padanya bahwa aku akan membelikan pil, sayap, dan tanduk baru untuknya tapi dia membentakku akupun menangis dan memilih lari saja.


Huh! Aku sangat kesal kepada tante itu aku akan membuatnya mencariku terus menerus dan tak akan pernah melupakan namaku. kubilang kepada tante itu bahwa jika dia mau pilnya kembali dia harus menikahiku dulu. Hahaha...sungguh ekspresi wajahnya sangat lucu.


Kulihat dari spion mobilku wanita itu mengejar mobilku, kusuruh mang Ujang tancap gas biar wanita itu tertinggal kebelakang. Akhirnya dia berhenti mengejarku. Dan sampai umurku 30 tahun pun aku masih menyimpan pil wanita itu baik-baik buat jaga-jaga kalau suatu hari nanti dia menagihnya. Tapi aku masih ragu kalau wanita itu masih hidup.


Karena itu aku selalu berbicara sendiri di depan pilnya sambil mengulangi pertanyaan yang sama terus menerus. "tante, apa kabar? Masih hidup? ".


Semoga saja aku bisa bertemu denganmu walaupun hanya melihat kuburanmu saja sudah cukup bagiku.


Michael POV end...


Tokk...


Tokk...


Tokk...


" pak? ". Kata Hanna dari balik pintu.


" masuk!".


Hanna pun memasuki ruangan Mic dengan senyum manisnya.


"saatnya wawancara pak, saya sudah persiapkan semua yang bapak butuhkan". Ucap Hanna seraya mempersilahkan boss nya itu keluar ruangan.


"baiklah". Mic segera menaruh kotak itu di dalam laci meja kerjanya dan berdiri keluar ruangan diikuti oleh Hana sekretarisnya.


---------------------------------------------------------------------------

__ADS_1


Jangan lupa klik favorit yah😗


Oh iya, Like nya jangan lupa cintah😉


__ADS_2