Tolong jangan baca itu

Tolong jangan baca itu
Bab.1.Betrayal


__ADS_3

Hati manusia siapa yang tahu?


Tak ada yang jelas.


Orang-orang tersenyum di depanmu, tetapi sesungguhnya mengutukimu.


Orang-orang tersenyum di depanmu, tetapi mengutuk dan menertawakanmu di hati mereka.


Di balik senyum manis mereka, ada racun di dalamnya. Di balik kecemasan mereka, ada kepalsuan. Mereka akan berbalik jika kamu masih naif.


Inilah apa yang terjadi pada Xi Yang.


Terlahir dari keluarga biasa saja membuatnya rendah hati. Memiliki IQ diatas rata-rata tak lantas menyombongkan diri. Ketampanannya lumayan, jika kalian bisa membandingkan wajahnya adalah tak akan membuat kalian bosan.


Dengan tampangnya yang baik dan lumayan, tak jarang ia didekati oleh wanita kebanyakan,tetapi hatinya sepenuhnya sudah mantap pada pilihannya. Hatinya adalah milik Chu Yana. Wanita yang telah menjadi kekasihnya sejak masa Sekolah Menengah Atas hingga di Perguruan Tinggi sekarang.


Hubungan mereka adalah berdasarkan cinta, setidaknya itu yang dipercaya Xi Yang. Jadi, mereka hanya mengisi waktu senggang kencan mereka dengan makan , menonton bioskop dan berciuman tanpa menjurus hubungan seksual.


Itu mungkin dari kemantapan Yana untuk tidak berhubungan badan sebelum menikah. Jadi, Xi Yang menghargai keputusan Chu Yana. Bagi Xi Yang, itu adalah pembuktian cintanya.


Selain Chu Yana, Xi Yang memiliki sahabat dekat yang dikenalnya sejak semester pertama, Yang Jie.


Yang Jie merupakan anak salah satu pengusaha besar di Ibukota Beijing. Dia adalah Tuan Muda, Sunjook ,.inc.


Berbeda dengan statusnya yang diatas rata-rata , Yang Jie adalah orang yang sopan dan mudah bergaul. Singkat ceritanya dua orang ini menjadi saudara sesumpah.


"Apakah kamu memiliki urusan pada liburan di musim panas ini, Sayang?" Xi Yang menggoda Chu Yana di meja kantin yang tak jauh dari depan Fakultas mereka.


Chu Yana menghela nafas. Ekspresinya berubah kecewa. Dia mengangguk. Demikian pula Xi Yang.


Rencananya dalam liburan kali ini Xi Yang akan membawa Yana menemui Keluarganya di Shincuan.


Setidaknya, memperkenalkan calon menantu mereka.


-Chu Yana yang dari tadi nampak memainkan smartphone merek Xiaomi miliknya perlahan menghibur Xi Yang. Jadi, dia meletakkan tangan mulus dan lembutnya itu.


Sementara di seberang meja mereka ,Yang Jie. Terlihat tidak mau menggangu keintiman dua sejoli itu.


Jadi , dia bersuara pelan menghibur Xi Yang. "Jangan bersedih, mungkin lain kali, kalian akan menemukan kesempatan lain."


Xi Yang hanya mengangguk ringan. Jika tidak liburan musim ini, mungkin diwaktu kemudian.


***


Setelah pembicaraan kencan mereka, Xi Yang mengantarkan Yana sampai ke stasiun


kereta. Sedangkan, Yang Jie pamit duluan karena ada urusan.


Bagi mahasiswa semester akhir seperti Xi Yang, kehidupan mandiri agaklah memberatkan. Mulai dari


biaya yang makin besar, sampai membuat kepala orangtuanya pusing. Jadi, dia berinisiatif untuk mencari pekerjaan paruh waktu sebagai pelayan hotel.


Gajinya lumayan untuk membantu biaya kuliahnya. Hotel itu terletak tak jauh dari pusat kota Zhengzhou, provinsi Henan. Ia bekerja di sini berkat saran dari Professor Li Yuan, pembimbingnya dalam banyak penelitian masalah


manajemen. Jadi, dengan senang hati ia menerimanya.


 Cherry Wall Hotel adalah milik Paman Li Yuan, Li Yancheng, salah satu orang penting di Zhengzhou.


"Little Yang, bisakah kamu menemuiku di kantor sekarang?" sebuah panggilan ditelepon selulernya membuatnya segera bergegas ke ruangan Li Yancheng.


"Bos Li, apa yang kamu butuhkan?"


"Sebenarnya, aku membutuhkan orang kepercayaan di Pingdingshan untuk mengurusi sesuatu."


Xi Yang menatap diam. Memang hubungannya dengan Li Yancheng cukup dekat, bosnya sering mengajak nya ke rumah keluarga Li . Semenjak hubungan baiknya dengan Nona Muda Li Yuan, pamannya Li Yancheng cukup terbuka padanya.


"Baiklah jika Bos meminta demikian. Di mana bantuan yang bos ingin saya bertanggung jawab?"


Li Yangcheng mengangguk puas.


"Itu adalah sebuah resort, di dekat Waduk Baiguishan, namanya adalah Cherry Resort Tang."


Xi Yang mengangguk patuh. Kemudian, kembali ke posnya setelah mengetauhi tugas-tugas apa yang dilakukannya.


***


Tiga hari kemudian Xi Yang tiba di Pingdingshan setelah menyelesaikan urusannya di Zhengzhou. Dengan dijemput oleh manager Resort Cherry Tang mereka tiba di salah satu kompleks Resort tak jauh dari waduk Baiguishan. Karena nampaknya resort sedikit sibuk, Xi Yang langsung masuk ke kamar untuk beristirahat karena perjalanan yang melelahkannya. Sesudah itu ia tidur terlelap.

__ADS_1


Saat itu sudah larut malam. Jadi, kesunyian saja yang dapat didengar.


Suara erangan cabul dan basah berasal dari bangunan kamar di sebelah Kamar Xi Yang. Suara dan


desahan cabul menggangu tidurnya. Hal yang umum di resort mewah seperti ini akan banyak ditemui urusan seperti demikian. Jadi, Xi Yang tahu urusan apa itu.


Meski , dia dan kekasihnya belum pernah melakukan hal demikian, setidaknya ia tidak buta, bahwa Xi Yang juga lelaki normal yang kadang-kadang menonton AV Jepang.


Nalurinya menggelitik. Dengan hidung berkedut dan niat mengintip terpancing, akhirnya kaki-kaki Xi Yang mengantarkan dirinya yang penasaran ke depan kamar.


Dengan teliti ia mencari-cari celah yang yang tak jauh dari posisi ranjang. Dalam pandangannya dua sosok telanjang tampak saling bergulat dan mengeluarkan erangan-erangan nikmat yang membuat Xi Yang junior ikut terbawa suasana.


Badan wanita itu sangat montok dan sexy dengan kulit putih yang memikat. Sementara, sosok pria terasa sangat akrab dimata Xi Yang.


Ya, itu adalah sosok Yang Jie yang tampak dengan gagah seperti hewan buas berpenetrasi liar di atas tubuh wanita itu.


Ketika kedua sosok itu menampakkan wajah jelas di balik celah. Xi Yang mati seketika. Wanita itu tak lain adalah Chu Yana.


Melihat pemandangan di depannya sebuah emosi tergambar spontan diwajah Xi Yang.


Waktunya seperti berhenti.


Bukankah Yana mengatakan bahwa dia akan berlibur bersama keluarganya?


Lalu, mengapa dia disini?


Xi Yang awalnya tidak percaya. Ia menolak untuk mempercayainya , tetapi matanya tidak mungkin


berbohong. Itu adalah Chu Yana, kekasihnya.


Hati Xi Yang membeku, kemudian perlahan pecah dan hancur seketika. Jika kedua orang yang


diangapnya penting melakukan perselingkuhan di belakang punggungnya membuat ini terasa seperti neraka.


Tak dapat menahan emosi, air mata Xi Yang mulai menetes.


Ia tak dapat berdiri. Kakinya seperti membeku.


"Yang Jie... lebih dalam, masukkan lebih dalam..."suara cabul Chu Yana seperti seorang


pelacur . Sementara Yang Jie makin mempercepat tempo goyangan


Kedua orang itu akhirnya mencapai klimaks setelah lima belas menit bertempur, sebelum akhirnya


Chu Yana membaringkan kepalanya ke dada Yang Jie.


Berengsek!!!


Kalian berdua berengsek.


Kutukan itu berasal dari hatinya yang hancur dan patah . Xi Yang telah kecewa, jadi dia dengan


hati terbakar melangkah pergi jauh dari tempat itu.


***


Kaki-kaki itu membawanya dengan paksa menjauh hingga terhenti di seberang pinggir waduk. Ia


menatap waduk yang jernih dan indah dengan diterangi rembulan malam.


Ia tak pernah berpikir Chu Yana menyelingkuhi dirinya. Terlebih lagi, itu adalah sahabatnya Yang Jie.


Persetan mereka. Sahabat? Kekasih? Kentut!


Beberapa menit dering nada akrab terdengar dari ponselnya.


Panggilan itu adalah Chu Yana, yang diberi nama kontak Darling.


Dengan masih terbakar dalam emosi . Xi Yang menahan segalanya dan mengembuskan nafas pelan


menerima panggilan Chu Yana. Ia memperbaiki moodnya.


"Hubby... apakah kau belum tidur?" Suara manja Chu Yana terdengar dari panggilan telepon.


"Aku belum tidur," sahut Xi Yang dingin. Namun, tanpa mengubah nada suaranya.


"Oh... aku sudah agak kelelahan sebenarnya. Namun, untuk mengobati kerinduanku aku ingin

__ADS_1


mendengar suara mu." Suara Chu Yana nampak riang dan gembira.


Kau pikir aku bodoh, Jalang?


Kau baru saja kelelahan karena berhubungan badan dengan si pengkhianat Yang Jie. Berhenti menipu dalam suaramu yang polos itu!


"Oh..."


Biasanya jika mereka berdua saling berkomunikasi jarak jauh Xi Yang adalah orang yang paling


suka menggombal, tetapi hari ini ia tampak berbeda.


"Hubby, apakah terjadi sesuatu?" Suara Chu Yana sedikit berubah.


Xi Yang tampak diam, sebelum menjawab dengan suara serak.


"Tidak,  itu hanya kau tahu,"


"Tahu apa? Jelaskan padaku!" sahut Yana kesal dan memaksa.


"Kau tahu Roro, kan? Itu, ikan itu sudah mati tadi. Jadi, nampaknya ikan betina yang menjadi


pasangannya menjadi sedikit berbeda." Kesenyapan dari balik Chu Yana


terasa.


Roro dan Toto adalah dua nama sepasang ikan mas yang mereka beli di valentine tahun lalu , yang jantan dibeli oleh Xi Yang, sedangkan betina dibeli oleh Chu Yana sebagai simbol cinta mereka. Namun, itu semua adalah kepalsuan sekarang tampaknya.


"Aku sudah agak ngantuk , sebaiknya tutup teleponmu."putus Xi Yang sepihak. Ia tak mau mendengar


suara jalang itu lagi.  Matanya masih memerah, sambil hatinya tak berhenti mengutuk.


Tiga kali Chu Yana tampaknya menelepon, tetapi tidak ia angkat.


Berhenti bercanda jalang! Kau bisa-bisanya berselingkuh dan bertingkah seperti tidak ada dosa?


Ingat bajingan, kalian berdua penghianat tunggu saja aku membalas kalian.


Karena geram, telepon genggam Xi Yang terlepas dari genggaman nya kemudian terjatuh ke pinggir waduk.


Xi Yang yang secara refleks hendak menangkapnya juga ikut terjatuh ke dalam waduk.


Ia segera berenang dan mencari ponselnya yang dibeli dengan kerja kerasnya. Ponsel itu


tergeletak di dasar waduk. Hanya saja, masih menyala. Dalam pandangan dari layar ponsel terdapat sebuah tulisan sebuah aplikasi baru yang sama sekali tidak diketahui Xi Yang.


[Apakah Anda ingin menjalankan Aplikasi Restart?]


[ Ya/Tidak]


Karena buru-buru tanpa sengaja Xi Yang menekan tombol [Ya] meraih ponselnya, lalu berenang ke pinggir waduk.


Nafasnya terengah-engah, sementara seluruh pakaiannya basah kuyup. Ketika Xi Yang menatap layar ponselnya ia memiringkan kepala bingung. Dia sama sekali tidak tahu aplikasi apa itu.


***


Di Resort , salah satu bangunan yang dihuni Yang Jie dan Chu Yana.


Sesudah menelepon Xi Yang dan panggilannya diputus sepihak suasana hatinya cemberut.


Sudah hampir dua tahun ia berhubungan dengan Yang Jie. Awalnya itu adalah sebuah kesalahan, ketika Chu Yana dan Yang Jie yang sama-sama mabuk berakhir tidur dalam ranjang yang sama setelah pesta ulang tahun teman baiknya. Namun, entah sejak kapan kedua orang itu menjadi lebih dan lebih intim lagi.


Semenjak hubungan badannya dengan Yang Jie, Chu Yana seperti kecanduan dari ekstasi hubungan perselingkuhan mereka. Meski, ia sedikit merasa bersalah pada Xi Yang,tetapi ia tidak dapat menolak ajakan dan godaan Yang Jie.


"Little Yan. Apakah kau merasa bersalah pada Xi Yang?"


Memeluk tubuh Chu Yana yang telanjang diatas ranjang Yang Jie menghibur kekasih gelapnya setelah pertempuran panas itu.


Chu Yana mengangguk , merasa menyesal. Ia merasa berdosa,tetapi hatinya tidak mau memutuskan hubungannya dengan Xi Yang. Biar bagaimanapun, Xi Yang adalah cintanya meski birahinya milik Yang Jie.


"Besok kita akan berangkat dan aku akan mengantarmu pulang. Bagaimana jika kau ke kampung halaman Xi Yang? Aku pernah mendengar bahwa dia akan memperkenalkan dirimu dengan orangtuanya?" saran Yang Jie sambil tangannya masih bergelayapan liar di tubuh indah Chu Yana.


Chu Yana berpikir untuk sesaat kemudian mengangguk patuh.


"Karena ini adalah malam terakhir kita bulan ini, bukankah kita harus lebih intim?" Dengan senyuman menggoda, Yang Jie menerkam dan mendorong tubuh Chu Yana ke ranjang.


Suara erangan-erangan cabul terdengar lagi dari dalam kamar.

__ADS_1


 


 


__ADS_2