
Untuk kesekian kalinya Xi Yang kembali ke tempat dan lokasi yang sama mengajak Li Yuan berkeliling di Kota Pingdingshan.
Dia tidak pernah
berpikir bahwa wanita ini sangat memfavoritkan tempat-tempat semacam
kuil seperti ini. Setidaknya jejeran kuil-kuil kecil di sepanjang daerah
tujuan wisata Pingdingshan membuat Xi Yang hanya dapat menarik nafas
lega, bahwa professornya memiliki banyak ketertarikan di dalamnya.
Xi Yang agak teringat dengan beberapa hal yang menganjal beberapa hari ini.
Apa yang akan
dilakukannya tentang pembalasan akan perselingkuhan Chu Yana dengan Yang
Jie. Dia tidak mau ambil pusing untuk memikirkan itu beberapa hari ini.
Yah, dia tidak mau terluka, lebih tepatnya melukai dirinya dengan
pengkhianatan yang ditujukan padanya.
Chu Yana adalah
kekecewaan dan kemarahan terbesar baginya. Sedangkan, Yang Jie adalah
pengkhianat terbesar dalam pertemanan yang dibangunnya dua tahun ini.
Jika Xi Yang bisa
merubah waktu, ia lebih baik untuk tidak pernah mengenal dua orang ini.
Setidaknya dia tidak akan merasa kekecewaan yang menghancurkan hatinya.
Li Yuan yang mendapati Xi Yang berekspresi bermasalah dan terganggu, memandang sejenak pada muridnya itu.
"Little Xi...
apakah Anda memiliki sesuatu hal yang mengganjal dalam pikiran Anda?"
Matanya menatap penasaran, seperti wanita ini terganggu dengan ekspresi
mengganjal yang ditunjukkan Xi Yang untuk suatu alasan.
Dia tidak menyukai ekspresi dari kegundahan itu.
"Ti..dak..tidak..Guru
hanya terlalu berlebihan... tidak ada yang menganjal dalam benak saya."
Dengan ekspresi gagap dan terbata-bata Xi Yang tidak mampu membohongi
mata Li Yuan.
__ADS_1
Li Yuan menghela nafas.
Dia tidak pernah berpikir bahwa murid kesayangannya ini menjadi sedikit
tertutup untuk hal yang ada dalam benaknya saat ini.
"Ha ... semua orang tidak akan bisa dibodohi oleh sikapmu barusan, apa-apaan dengan caramu menutupi kebohonganmu itu ?"
Xi Yang tersadar bahwa wanita ini lebih peka ketimbang detector kebohongan.
"Apakah Anda memiliki kekurang percayaan pada gurumu ini?" Li Yuan menatap dalam dan kecewa.
Ada kekecewaan di sana, itu membuat Xi Yang tidak enak untuk terus bersikap seperti ini padanya.
"Ini hanya masalah
sederhana ... Oh ya guru, bukankah baru-baru ini anda mendapat sebuah
rekomendasi penelitian di luar negeri..?" Xi Yang beralih pada
percakapan lain. Ia tidak mau berlama-lama membahas ini apalagi
membahasnya dengan Li Yuan, meski wanita ini memiliki kepercayaannya.
"Jika Anda tidak mau
membicarakannya sekarang ,saya akan mendengarnya saat kamu siap... dan
yang lain , jangan mengalihkan pembicaraan dengan sesuatu yang kontras
dengan pembicaraan awal." Li Yuan meninggalkan Xi Yang dengan ekspresi
****
Pada siang harinya mereka berdua menyempatkan makan siang di sebuah restoran Beef Steak di distrik Xinhua yang dekat dengan Jiutouya. Setidaknya hanya beberapa menit dari kuil mereka sebelumnya.
Karena ini adalah tempat pertama yang menyajikan makanan barat mereka kunjungi selama tiga hari belakangan.
Li Yuan memesan seporsi pork beef steak kecil dan sebotol anggur lokal. Sedangkan, Xi Yang tidak terlalu
tertarik dengan makanan jenis beef steak seperti ini, jadi dia hanya
memesan sebotol anggur dan salad buah.
Kedua orang itu duduk di meja yang tak jauh dari jendela kaca menghadap ke jalan utama.
Biar bagaimanapun,
tempat ini cukup ramai, jadi mereka berdua memilih untuk memesan dahulu
sejam sebelum mereka datang kesini. Dengan kontak dari relasi Li Yuan
mereka dengan mudah makan tanpa harus menunggu lebih lama.
"Guru... apakah selain alasan mengantarkan surat rekomendasi double degree, Anda memiliki alasan lain ke tempat ini?" Xi Yang penasaran bahwa Li
__ADS_1
Yuan mau datang jauh-jauh untuk mengantar sebuah surat. Ini tidak sesuai
dengan kebiasaan Li Yuan.
Wanita itu tersenyum
kecil dan menggoda Xi Yang."Apakah kamu merasa aneh bahwa seorang gadis
cantik seperti saya jauh-jauh datang kemari untuk menunjukan kasih
sayangnya pada Anda?" goda Li Yuan.
Dengan senyum di bibir
dan ekspresi menggoda dari Li Yuan, Xi Yang hanya bisa tersentak kaget
dan hampir menelan bulat-bulat salad miliknya.
Ini sangat jarang Li Yuan menggombal dirinya. Apakah akan ada sesuatu yang buruk hari ini atau sesuatu yang bagus hari ini?
"Ha..ha.. jangan bercanda seperti itu, Guru terkasih..."
Li Yuan hanya tersenyum
kecil seolah ia telah menang untuk suatu alasan yang tidak dia ketahui.
"Sebenarnya aku akan berziarah ke sebuah makam seseorang..."Matanya
sedikit kehilangan cahaya.
Makam...
Xi Yang tidak pernah
mendengar ini sebelumnya. Dalam pengetahuan Xi Yang seharusnya berasal
dari Shanghai dan tidak memiliki kerabat di sini.
"Hari ini adalah hari
dimana hari peringatan kematiannya, jadi aku mengajak Anda murid
tercinta untuk sedikit bernostalgia sebelum berjiarah ke makam...Apakah
Anda kecewa bahwa makam lebih menjadi motif saya kemari ketimbang murid
tercinta...?"
"Saya tidak berpikir demikian... Jika aku boleh tahu, makam siapa itu, Guru?"
"Kamu akan tahu setelah
kita di sana nanti... jadi, untuk sekarang mari kita nikmati makanan
ini." Kata Li Yuan dengan ekspresi yang sulit ditebak.
__ADS_1