
"Huft....."nafas afika/alia pun tak beraturan ia mengingingat bagaimna ia dihabisi oleh kakak nya sendiri.
(afika adalah alia ya,
maksudnya alia sekarang ada ditubuh afika jadi kita panggil afika ya).
"Huft tenang lah alia kau pasti bisa"afika pun menenangkan diri.
"Ya sudah lah aku akan mandi habis tu makan bersama mereka...."kata afika menekan kata mereka.
kamar mandi itu sangat mewah cat dinding bewarna biru dan putih,wastafel,lampu lampu yg mewah,sabun dan sampo yang baik dan sehat.
*selesai mandi*
"Ish...dingin lah"oceh afika karna tidak tahu cara memakai nya.
"Huh...."
Terlihat ada baju di atas tempat tidurnya dan terlihat sang pembantu wily.
"sillakkan di pakai baju putri"kata wily dengan wajah tidak suka.
"Ah...terima makasih telah mengambilkan aku baju wily"kata afika yang tersenyum manis.
"Ukh....sialan aku harus bersikap lebih anggun"batin afika yang tersiksa.
"Uh....s-sama sama"gugup wily
"A-ah ya sudah aku ke luar dulu dan kebawah mereka menunggu mu"kata wily yang kemudian menutup pintu kamar dan pergi.
"baiklah alia ingat apa yang akan terjadi kepada afika nanti"kata afika yang sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Ah...iya juga hehe..."kata afika yang kemudian tersenyum miring.
Sekarang afika sudah berpakaian dengan rapi,baju yang bewarna biru keputihan dan ada hiasan disebelah dada kanan berlogo kupu" dan dirambut disebelah kiri ada jepitan yang terlihat indah berlogo bintang yang bewarna emas.
Afika sedang duduk di tempat belajar atau menulis dan ada lembaran lembar kertas.
Afika mulai menulis cerita novel dan mulai berpikit agar ia tidak tiada di akhir cerita.
(Kesimpulan nya afika di novel yg dibaca alia adalah villain yang sebenarnya baik karna kesahpahaman itu ia tersangka menjadi villain afika pun juga tidak melakukan apapun ia hanya pasrah dan entah mengapa ia menjadi kasar dan keras kepala semakin membuat kakak nya tambah membenci nya dan berakhir tiada di tangan kakak nya).
"Baiklah kamu pasti bisa"batin afika yang mulai tenang dan dari sekarang rencana nya pun sudah dimulai.
Afika turun dengan tenang dan tersenyum manis kepada siapapun mata biru nya pun mulai menenangkan.
Sampai beberapa orang disitu mulai bertanya-tanya kenapa dengan putri afika yang tiba-tiba berubah.
Afika sudah sampai dimeja makan terlihat ada meja yang lumayan panjang dan terlihat ada 4 orang disana.
terlihat pangeran ke-2 dengan wajah kesal nya.
"Boleh silakkan akat kepala mu itu afika"kata ratu dan raja secara bersamaan.
Mereka juga sedikit terkejut karna baru pertama kali setelah bertahun-tahun afika baru bersikap dengan anggun.
"Heh...sekarang kalian kaget karna aku anggun hehe..."batin afika yang mulai mengangkat kepalanya.
Afika pun duduk dikursi yang bersebelahan dengan pangeran ke-1 dan disamping kirinya ada raja didepan nya ada ratu.
"aduh"kata pangeran kedua yang bernama febri,dengan sengaja melemparkan kue hangat yang hampir kena ke afika,tapi afika sangat tahu kalalu akan ada tingkah laku pangeran febri.
PLAK!
__ADS_1
Dengan tidak elit nya kue hangat itu kena ke muka pangeran pertama yang bisa dibilang pangeran rahman.
Mauka nya yang tersenyum paksa dan sisa sia kue pun berjatuhan kelantai pangeran rahman pun melihat kearah paneran febri.
Pangeran febri pun terkejut karna target nya itu tidak kena malah orang lain yang kena.
"Pft-"afika yang menahan tawanya pun tiba tiba panik karna mengeluarkan suara yang ingin ketawa.
Pangeran rahman menatap tajam ke arah putri afika ia pun bertanya"kau menertawakan ku?"kata pangeran rahman yang menekan kata kata nya.
"ah t-tidak aku tidak menertawakan mu kok pangeran rahman"kata afika yang sedikit gugup.Afika melanjut kan kata kata nya.
"hari ini kan mulai musim semi aku bersin karna tadi di kamar aku mengambil sedikit daun dan tiba-tiba daun itu terbang mengenai indra penciuman ku"kata afika panjang lebar.
"Oh"kata pangeran rahman yang mulai tidak kesal tapi sekarang bergantian sekarang afika yang kesal Karena ia sudah menjelaskan panjang lebar tapi yang dibalas malah singkat.
Afika pun mengambil kain yang ia bawa tadi dan mendorong mengasih kain nya kepada pangeran rahman.
Pangeran rahman pun mengambil kain itu dan menelap-lap mukanya yang kotor tadi.
Afika juga tidak menyangka kain itu bakalan diterima."mengapa ia terima sih!"batin afika yang kesal tapi tidak untuk mukanya.
Raja yang dari tadi hanys menyimak pun bersuara "baiklah..mari kita makan"kata sang raja.
Mereka pun memakan makanan yang tersedia di situ dengan tenang.
Hening hanya suara sendok dan gapru yang dipakai untuk mengambil makanan tersebut dan memasukkan nya ke dalam mulut.
semua kec afika berpikir kenapa afika bersikap aneh,tapi mereka mulai melupakan nya.
Semua pun makan dengan tenang sampai habis.
__ADS_1
Bersambung.....