TRANSMIGRASI ?!

TRANSMIGRASI ?!
musim semi


__ADS_3

Hari ini adalah musim semi yang indah.Bunga-banga sakura dan daun-daun yang berterbangan.


Selesai makan bersama kemarin entah kenapa dua pangeran selalu memerhatikan putri afika terus menerus seperti melihat dari jauh tapi afika selalu tahu karna aura yang dikeluarkan pangeran sangat misterius.


Ternyata afika masuk ketubuh ini sudah selesai festival musim semi tapi ia bersyukur karna halaman yang ia baca tentang "festival musim semi" putri afika lah yang memberikan ide dan semua berjalan lancar.


Hari ini putri afika keluar dari istana ia ingin melihat musim semi yang bagus ini dan mungkin afika akan mendapatkan informasi trlebih lagi ia keluar karna ingin menghilangkan stress nya ini.


"Hah....."afika menghela nafas nya dengan berat.Rambut afika yang bebas terbang di udara karna angin bunga-bunga sakura yang bewarna pink atau putih itu mulai berterbangan dari tangkainya.


Langit bewarna biru cerah,afika duduk di pepohonan bunga sakura ia duduk disitu dengan tenang sambil menutup matanya karna terlalu tenang.


Sampai-sampai afika tak menyadari ada yang melihat nya dari kejauhan tidak terlalu jauh kayanya.Yang memerhatikan nya adalah dua pangeran,entah mengapa pangeran sangat sensitif kalau ada yang mendekati putri afika,afika pun sampai kebingungan apakah saudara afika ini sudah memaafkan atau sadar diri.


Afika terlalu lama melamun sampai ia tidak sadar kedua pangeran itu sudah ada dihadapan nya,afika sedikit shock karna tiba-tiba ada manusia yang dihadapannya.


Pangeran kedua nyeletuk"Hei sedang apa kau disini"dengan muka nya yang penasaran pangeran kesatu pun juga bertanya"iya lagi apa kau disini tumben?"tanya pangeran rahman.


Afika pun menjawab nya dengan senyuman nya yang manis sehingga disekelilingnya berkilauan "ah!aku disini hanya ingin bersantai sambil menikmati musim semi dan kenapa yang mulia pangeran disini?"tanya dan jawab afika,tapi batin afika tersiksa sekali karna ia salah sedikit saja mungkin kepalanya akan putus dari badannya.


"kita tadi hanya berjalan-jalan dan melihat kau"jawab pangeran rahman yang membalas dengan senyuman berbeda dengan pangeran febri yang tersenyum paksa.


"mereka berbohong lagi aku tuh sudah tahu kalau kalian mengikuti ku"batin afika yang mengetahui kalau dua manusia ini sedang berbohong.


pangeran rahman pun duduk tepat disamping kiri afika,afika mah ga repot karna afika dan dua manusia ini bersaudara walau terputus karna kesalahpahaman.Pangeran febri pun ikutan duduk disamping kanan afika yang masih kosong.


Afika mencurigai dua pangeran yang ada disamping kanan kiri nya,sehingga membuat pangeran seperti kriminal yang diinterogasi.Afika terlalu fokus untuk menetahui apa tujuan dua pangeran ini.

__ADS_1


"kenapa putri afika ada yang salah dari kita"akhirnya pangeran febri pun mengeluarkan suara karna terlalu risih dilihati seperti orang jahat.


Afika pun baru tersadar dengan tindakan nya yang ingin memasukkan dua manusia ini kepenjara."Hah!ah haha tidak apa-apa aku hanya merhatikan kalian haha..."tawa hambar afika yang juga sedang berbohong.


"Mana mungkin kau memerhatikan kita kau seperti melihat kriminal didepan mata mu!"seru pangeran kedua.


Pangeran rahman yang berdiam diri dan menyimak dua orang ini sebenarnya juga risih dilihati seperti kriminal yang habis kabur dari penjara oleh adik bungsunya sampai-sampai ia berpikir apakah ia terlalu menyakiti perasaan adik bungsu nya sehingga membuat afika takut terhadap mereka berdua.


"aduh bagaimana ini apa aku harus jujur aku melihat mereka begitu mau bertanya ngapain mereka kesini tapi nanti kepala bisa kepisah ma tubuh duh..."batin afika yang sedang panik.


"umh....apa ada keperluan anda dengan saya atau gimana yang mulia pangeran.."kata afika yang mengubah topik pembicaraan.


"tidak ada hanya ingin duduk bersama adik bungsu apa kah tidak boleh?"tanya pangeran rahman yang dari tadi diam.


"ahahah tidak kok aku hanya kaget karna anda didepan saya"kata afika yang berbohong.


"huh....apakah kamu marah karna kemarin aku mau melempar kan kue panas itu kemuka mu!"kata pangeran febri dengan wajah kesal nya.


"hahaha...kamu kesal ya"tanya pangeran rahman yang terkekeh kecil.


"HAHAHA....kau kesal kukira dinding bisa kesal juga ya!"tawa pangeran kedua lebih besar dan hampir membuat telinga afika tuli.


"Ish..."afika pun berdiri tegak dan berbalik menghadap ke istana ia pun pergi dengan perasaan kesal yang membara bara.


Tap


Tap

__ADS_1


Tap


Langkah kaki afika sengaja di hentak hentakan.


"Kamu sih"kata pangeran rahman kepada pangeran febri.


Mereka berdua melihat afika yang punggung afika yang mulai menjauh.


Baru pangeran febri pun menengok ke arah pangeran rahman dengan wajah yang tak berdosa."iya-iya aku salah"kata pangeran febri yang merasa bersalah tapi seru karna menjahili adik bungsunya karna sudah lama sekali ia menjahili adik bungsunya itu karna kesalahpahaman itu.


"apa kita harus meminta maaf..."ucap pangeran febri dengan suara kecil.


"Kita harus menyelidikinya tapi kesalah itu ga masuk akal juga kalau dipikir pikir"ucap pangeran rahman.


"Hm...kita harus bekerja sama oke,sebenarnya aku ingin kita seperti dulu makanya kita harus bekerjasama agar kita tahu apa afika emang salah atau kesalahpahaman..."kata pangeran febri.


"Deal kita akan mencari tahu"kata pangeran rahman yang mengulurkan tangan nya.


"Deal"kata pangeran febri dan menerima uluran tangan dari pangeran rahman.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2